Protes Penayangan Program Televisi

Tayangkan Tentang Dukungan ER, Televisi Lokal Diprotes

Lokasi kantor ATV di Balai Kota Among Tani. (Aziz Ramadani)
Lokasi kantor ATV di Balai Kota Among Tani. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Beredar viral protes warga terhadap tayangan program Agropolitan Televisi (ATV). Sebab, televisi notabene milik Pemkot Batu itu menanyangkan program tentang dukungan terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko yang kini berstatus tahanan KPK.

Pesan itu banyak bermunculan dari aplikasi WhatsApp. Dalam pernyataan sikap itu memunculkan tiga poin. Antara lain menyesalkan penayangan program “Kami Masih Bangga Padamu ER” pada Senin (18/9) pada pukul 18.00 WIB. Serta meminta klarifikasi dari pihak ATV terkait penayangan program tersebut.

Berikut pernyataan sikap yang menjadi viral tersebut:

Pada tanggal 18 September 2017, pukul 18.00 WIB, Agropolitan Televisi (ATV), TV publik yang didanai APBD Kota Batu menayangkan acara bertajuk “Kami Masih Bangga Padamu Eddy Rumpoko (ER)”. Acara yang dikemas laksana ensiklopedi ER ini menahbiskan figur tersangka korupsi sebagai pahlawan penuh jasa untuk kota Batu. Hal ini, tentu saja, menciderai fungsi ATV sebagai televisi publik.

Lebih dari itu, adalah tidak beretika, sebuah TV publik memberi pujian kepada figur yang sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Praktik yang dilakukan ATV disebut sebagai kebohongan publik, yakni menempatkan figur pelaku kejahatan menjadi seorang pahlawan.

Atas dasar itu, masyarakat sipil Kota Batu menyatakan sikap :

1. Menyesalkan atas penayangan acara “Kami Masih Bangga Padamu Eddy Rumpoko”, yang memanfaatkan televisi publik untuk kepentingan branding pribadi Eddy Rumpoko yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

2. Menuntut klarifikasi dari pihak ATV, dalam hal ini Direktur Utama dan Produser untuk memberi penjelasan kepada publik perihal penayangan acara “Kami Masih Bangga Padamu Eddy Rumpoko”.

3. Menuntut pihak ATV, dalam hal ini Direktur Utama dan Produser untuk minta maaf ke publik Kota Batu karena memanfaatkan televisi publik untuk kepentingan branding pribadi ER yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Dari pesan itu tak disebutkan jelas siapa atau kelompok mana yang menyebarluaskan ke media sosial. Kendati begitu, MVoice masih mencari dan berusaha meminta keterangan lebih lanjut.(Der/Aka)