Kota Malang Memilih Pemimpin

Sutiaji dan Nanda Tak Pilih Nomor Urut, Anton Beri Sinyal Dua Jari

KPU Kota Malang menetapkan tiga Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. (Muhammad Choirul) 
KPU Kota Malang menetapkan tiga Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. (Muhammad Choirul) 

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang bakal mengundi nomor urut Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Selasa (13/2) besok. Dalam ajang tersebut, semua Paslon diwajibkan hadir langsung di lokasi pengundian, Hotel Harris.

Tiga Paslon, yakni H Moch Anton – Syamsul Mahmud, Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, dan Ya’qud Ananda Gudban – Ahmad Wanedi, mengaku siap menghadapi pengundian. Dipastikan, terdapat tiga pilihan nomor urut yang akan melekat pada masing-masing Paslon. 

Terkait hal ini, Sutiaji mengatakan, semua nomor sama saja. “Saya kira kalau nomor, semua sama saja. Semua baik. Saya percaya kehendak Tuhan. Jadi, nomor yang diberikan kepada saya pasti yang terbaik,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ya’qud Ananda Gudban. Dia menegaskan, tidak tebang pilih dalam penentuan nomor urut. Baginya, yang terpenting adalah bekerja untuk masyarakat. 

“Nomor berapa saja tidak masalah. Setelah ini yang terpenting adalah kami akan kerja, kerja, dan kerja,” tutur peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya yang akrab disapa Nanda ini. 

Ungkapan sedikit berbeda muncul dari H Moch Anton. Ketika awak media menanyakan nomor urut yang diharapkan, dia memberi sinyal dengan mengacungkan dua jari.

Saat dikonfirmasi apakah nomor urut 2 yang diinginkan, Anton tidak membantah namun juga tidak mengiyakan. “Dua jari ini artinya peace. Kami ingin Pilwali 2018 ini berlangsung dengan damai,” kata suami Hj Dewi Farida Suryani itu.(Coi/Aka)