Realisasi WBK-WBBM di Kota Malang

Serius Wujudkan WBK-WBBM, Ini Usaha BP2D Kota Malang

‘Gapura Patung Singo Edan Anti Korupsi’ di kawasan Block Office Pemkot Malang. (Istimewa)
‘Gapura Patung Singo Edan Anti Korupsi’ di kawasan Block Office Pemkot Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Keseriusan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) untuk mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tak bisa dianggap main-main. Beragam cara digencarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dikepalai Ir H Ade Herawanto MT ini.

Berbagai operasi kepatuhan digelar. Sistem pelayanan prima hingga penerapan jemput bola dan loket layanan yang terintegrasi pun diterapkan. Itu semua sudah terangkum dalam buku ’40 Jurus BP2D’ yang telah diterbitkan beberapa waktu lalu.

Tak cukup sampai di situ. Keberadaan maskot khusus berupa ‘Gapura Patung Singo Edan Anti Korupsi’ di pintu masuk BP2D juga menjadi simbol pernyataan perang terhadap perilaku korupsi.

Dua singa fiber warna biru metalik seberat 1,5 kwintal menjadi penjaga gerbang masuk area perkantoran di wilayah Kedung Kandang tersebut. Nuansa entitas lokal Malangan sengaja dimunculkan sebagai bentuk nyata ketegasan sikap anti kompromi yang dicita-citakan.

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT mengatakan, patung itu ibarat simbol dan pengingat bagi semua pihak. “Baik petugas pajak maupun wajib pajak harus melihat, mereka sedang memasuki kandang singa. Jadi jangan berbuat macam-macam yang melanggar aturan di sini,” seru Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Pria penghobby olahraga ekstrem ini menjelaskan, larangan yang dimaksud terkait kecurangan-kecurangan seperti manipulasi pajak alias kongkalikong. Menurutnya, itu semua jelas bertentangan dengan semangat anti korupsi.

“Semangat Singo Edan yang diusung juga melingkupi seluruh elemen masyarakat, tanpa pandang bulu. Mulai dari kalangan wong cilik hingga pejabat, semua harus taat aturan dan hukum yang berlaku,” imbuh tokoh olahraga dan lintas komunitas ini.

Meski begitu, dia memaparkan bahwa pembuatan gapura tersebut hanya sebagian kecil dari berbagai kegiatan sosialisasi di internal BP2D. Seperti halnya, atensi yang lain yakni maklumat pajak, pemasangan banner dan lengkungan anti korupsi mulai dari di ruangan-ruangan BP2D hingga berbagai sudut kota.

“Agar menjadi monumen simbolis untuk mengingatkan kami supaya lebih bersemangat dan berkomitmen dalam melaksanakan pelayanan di bidang perpajakan, dengan lebih bersih dan lebih prima,” pungkasnya.(Coi/Aka)