Satu-satunya di Malang, Ada Polisi dan Dokter Cilik di SDN Bareng 3

Foto-foto kegiatan pocil dan dokcil di SDN Bareng 3. (Anja a)

MALANGVOICE – Melatih kedisiplinan siswa bisa dilakukan dengan cara yang menarik dan menantang. Di SDN Bareng 3, siswa dilatih menumbuhkan rasa kepedulian melalui program Polisi Kecil (Pocil) dan Palang Merah Remaja (PMR) atau Dokter Kecil (Dokcil).

Pelatih Dokter Cilik, Naim, memaparkan, program tersebut dicetuskan oleh kepala sekolah, Anton Henawanto. Awal pembentukan itu dimulai tahun ajaran baru 2017/2018 tepatnya bulan Juli 2017, syarat menjadi anggota Pocil dan Dokcil minimal kelas 4 maksimal kelas 5, agar masa tugasnya berlangsung cukup lama.

“Untuk jumlah hingga saat ini anggota Pocil angkatan pertama hanya 17 peronel, sedangkan anggota PMR 40 personel,” katanya saat dihubungi MVoice.

Dia menambahkan, tugas Pocil berfokus pada penindakan dan penangkapan terhadap anak-anak yang membuang sampah sembarangan. Selain itu, Pocil membantu mendisiplinkan siswa.

“Misalnya saja menertibkan baju seragam yang tidak dimasukkan dan atibut yang kurang lengkap”, tukasnya.

Lebih lanjut, tugas dari anggota PMR adalah menangani dan merawat siswa yang sakit di UKS. Selain itu menjadi petugas kesehatan saat pelaksanaan upacara bendera maupun upacara hari besar lainnya.

“Bertepatan dengan 10 November 2017 yang diperingati sebagai hari pahlawan nasional ini, menjadikan momentum yang tepat untuk menetapkan tanggal tersebut sebagai hari jadi Pocil dan Dokcil, yang ditandai dengan perfom formasi baris berbaris (FBB) untuk pocil dan teatrikal pentingnya Siaga Bencana untuk PMR,” katanya.

Acara berlangsung meriah karena disaksikan 545 siswa dan semua guru di SD Negeri Bareng 3 Malang, dan yang paling membanggakan lagi adalah SDN Bareng 3 Malang satu-satunya SD yang memiliki ekstrakulikuler Dokcil dan Pocil.(Der/Aka)