Debat Cawali-Cawawali Batu

Saling Lempar Pertanyaan Paslon Nomor 2 dan 3, Dewanti: Kira-kira Malioboronya di Mana ya Pak?

Paslon Nomor 2 dan 3 (Miski)
Paslon Nomor 2 dan 3 (Miski)

MALANGVOICE – Saling adu gagasan antara Paslon nomor 2 dan 3 tak kalah seru dengan Paslon nomor 1 dan 4.

Paslon nomor 3 mendapat kesempatan pertama untuk mengajukan pertanyaan.

“PBB memang kewajiban bagi masyarakat, tapi bagaimana agar PBB tidak memberatkan,” tanya Gus Din, Cawali nomor 3.

“Apalagi, pajak dari pariwisata hanya menyumbang 14 untuk pendapatan daerah. Apa upaya saudara,” lanjut dia.

Paslon nomor 2 kemudian menjawab pertanyaan tersebut. Cawawali, Punjul, mengakui, kenaikan PBB tidak lepas dari kemajuan Kota Batu, tapi tarif PBB tidak sama dengan rumah satu dengan yang lain, termasuk rumah di pinggir dan di dalam kampung.

Namun, Paslon yang diusung PDIP ini tak bisa menyebutkan secara jelas besaran pajak wisata dan hiburan.

“Yang jelas kami akan berupaya maksimal untuk memacu pendapatan dari pajak,” ucap Dewanti.

Menanggapi jawaban tersebut, Gus Din yang diusung PKB dan Demokrat mengaku, apabila terpilih, maka pemasukan pajak dari objek wisata dan hiburan akan ditarget di atas 60 persen.

“Kalau sekarang hanya 14 persen pajak dari wisata dan hiburan, saya akan pasang target 60 persen,” tegas dia.

Kini, giliran Paslon nomor 2 untuk bertanya ke Paslon nomor 3.

“Apa konsep bapak dalam penataan PKL dan lahan parkir di Kota Batu,” tanya Punjul.

“PKL adalah saudara kita, maka selayaknya harus diayomi dan diperhatikan,” jawab Gus Din.

Ia menawarkan konsep penataan PKL seperti di Malioboro, Jogjakarta.

“Nanti kami bentuk seperti Malioboro. Tujuannya supaya PKL bisa ditampung semua,” ungkapnya.

Wakil Gus Din, Angga, menyebut, nantinya PKL akan disebar secara merata, tidak hanya berpusat di Alun-alun Kota Batu.

“Makanya penting adanya rest area, tujuannya agar PKL bisa menikmati di tempat transit tersebut. Sama halnya dengan penataan parkir, bisa dikonsep dengan parkir bertingkat,” jelas Ketua KNPI Kota Batu ini.

Mendapat jawaban PKL akan ditata seperti Malioboro, Dewanti mengaku heran.

“Saya bingung, wali kotanya bilang mau dikonsep Malioboro, dan wakilnya menyebut akan dipisah. Kira-kira Malioboronya di mana ya pak,” tanya Dewanti diikuti sorak sorai pendukungnya.

Menanggapi pertanyaan Dewanti, Wakil Gus Din, Angga, mengaku, yang dimaksud Gus Din dan dirinya tidak lain sama.

“Ketika di Alun-alun sudah tidak cukup, maka nanti akan disebar ke tempat-tempat wisata lain. Tujuannya supaya merata dan sama-sama menjalankan usahanya,” tandas dia.