MALANGVOICE – Musancab VI Serentak PDI Perjuangan se Kota Malang rampung digelar di Ascent Premier Hotel pada Sabtu (25/4) malam. Dalam kesempatan itu sekaligus melantik pengurus PAC PDI Perjuangan periode 2026-2031.
Pleno Musancab VI di Kota Malang dipimpin langsung DPD PDI Perjuangan Jatim serta dihadiri perwakilan DPP PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Jatim, I Made Riandiana Kartika, mengatakan, Musancab di Kota Malang sangat spesial karena berlangsung cepat dengan persiapan yang sangat baik.
Pantau Langsung MBG Prasmanan Perdana di MIN 2, Wali Kota Malang Ikut Makan Bareng Siswa
“Kota Malang ini menjadi lokasi ke-36 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Setelah ini tinggal Sumenep dan Surabaya. Waktu demisioner di Kota Malang sangat cepat, tidak sampai satu jam saja selesai dan disusul pelantikan pengurus PAC yang baru,” kata Made usai pembukaan Musancab VI DPC PDI Perjuangan Kota Malang.
Selain itu ia mengatakan dari 55 orang pengurus PAC yang baru ini rata-rata memiliki wajah baru. Termasuk di dalamnya ada perempuan, gen Z dan milenial.
Made menyebut kebijakan ini merupakan arahan langsung dari pimpinan DPD PDI Perjuangan Jatim yang meminta keterlibatan anak-anak muda dalam perpolitikan.
Setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) diwajibkan memenuhi kuota minimal 30 persen perempuan atau setidaknya empat orang dari total 11 pengurus.
Selain itu Setiap struktur PAC diwajibkan memiliki minimal tiga kader berusia di bawah 35 tahun. Bahkan, salah satu dari mereka harus menempati posisi strategis sebagai ketua, sekretaris, atau bendahara (KSB).
“Kami ingin anak muda tidak hanya jadi pelengkap saja, tapi berperan penting di pengurusan partai. Dengan begitu generasi muda terlibat di kegiatan politik untuk ikut bersama-sama memikirkan nasib bangsa ini,” jelasnya.
Setelah dilantik, para kader muda akan diwajibkan mengikuti tahapan kaderisasi, mulai Kader Pratama, Kader Madya, Kader Utama hingga Kader Pemerintahan.
Langkah ini diambil agar saat tongkat estafet kepemimpinan diserahkan, generasi penerus sudah memiliki kematangan wawasan kebangsaan dan pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan.
Ketua DPC PDIP Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan apresiasi atas jalannya konsolidasi partai yang dinilai sangat solid.
Menurutnya, proses pemilihan kepengurusan yang berlangsung cepat menjadi indikator kuatnya komunikasi dan kedekatan antar kader di berbagai wilayah.
“Kami melihat konsolidasi berjalan sangat baik. Ini menunjukkan kesolidan kader di Kota Malang,” ujarnya.
Amithya juga menegaskan pentingnya menjaga komposisi inklusif dalam kepengurusan, dengan target keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan milenial sekitar 20 persen.
Ia menilai kehadiran kader muda akan membawa perspektif baru dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus memperkaya proses advokasi partai.
“Mereka ini adalah fresh air buat kita, sehingga ada atmosfer baru yang mewarnai struktur partai dan pengaderan kita,” tandasnya.(der)

