MALANGVOICE– Proses seleksi terbuka (selter) digelar Pemkot Batu mencari sosok yang layak menjabat Sekretaris Daerah (Sekda). Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat ada 10 nama yang ikut melamar memperebutkan kursi tertinggi ASN.
Dari jumlah tersebut, dua di antaranya peserta dari luar daerah. Mereka berasal dari pihak eksternal Pemkot Batu, satu pejabat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan satu lagi dari Pemerintah Kabupaten Malang. Adapun delapan peserta yang lain merupakan pejabat senior di lingkungan Pemkot Batu.
Razia Gabungan di Lapas Kelas I Malang, Sejumlah Barang Temuan Diamankan
Panitia seleksi (Pansel) JPTP Sekda Kota Batu akan melakukan pengecekan terhadap kelengkapan serta kesesuaian dokumen seluruh pelamar. Proses ini untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) tersebut. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 5 Mei mendatang.
“Tentu saja para pelamar harus berkompeten dari memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Verifikasi administrasi ini mulai dari kepangkatan, usia, hingga rekam jejak jabatan,” terang Pj Sekda Pemkot Batu, Eko Suhartono.
Ia merinci sejumlah kriteria mengikuti selter Sekda. Syarat kepangkatan, peserta seleksi minimal Pembina Tingkat I (IV/b). Syarat lainnya harus telah memiliki pengalaman jabatan sekurang-kurangnya lima tahun pada jabatan pimpinan tinggi.
Adapun untuk rekam jejak integritas, setiap peserta diwajibkan melampirkan bukti pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025. Poin ini penting dan harus dipenuhi untuk memastikan calon Sekda memiliki kedisiplinan administrasi serta transparansi atas kekayaan yang dimiliki.
Selanjutnya para peserta yang lolos seleksi administrasi nantinya harus melewati serangkaian tahapan uji kompetensi yang ketat. Setelah seleksi administrasi maka tahapan akan dilanjutkan dengan tahapan assesment atau uji kompetensi, penulisan makalah hingga tes wawancara.
“Tahapan assessment akan dilaksanakan pada 11–12 Mei 2026. Selanjutnya, peserta akan mengikuti uji gagasan dan wawancara pada 18–19 Mei 2026. Peserta juga harus mengikuti tes kesehatan dan tes narkoba yang akan dilaksanakan pada 20–21 Mei 2026,” urai Eko.
Tidak hanya itu, peserta juga diminta menyusun makalah berisi gagasan orisinal sepanjang 8 hingga 10 halaman. Makalah tersebut akan menjadi bagian dari penilaian awal untuk mengukur kemampuan konseptual dan visi kepemimpinan calon Sekda. Dan hasil akhir seleksi terbuka ini akan diumumkan pada 5 Juni 2026.
Eko berharap proses seleksi ini dapat berjalan transparan dan akuntabel demi menghasilkan sosok Sekda yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial mumpuni. Selain itu sekda terpilih juga harus mampu menjadi jembatan antara kebijakan eksekutif dan pelaksanaan di lapangan.
Dari 10 nama pendaftar kini akan disaring hingga tiga besar. Dan untuk sekda terpilih yang akan mendampingi kepemimpinan di Kota Batu harus memiliki figur yang loyal dan inovatif. Selain itu sosok sekda definitif yang baru juga harus memiliki kemampuan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dalam memajukan Kota Wisata Batu.
“Adanya pendaftar dari luar daerah ini membuktikan bahwa posisi Sekda Kota Batu memiliki daya tarik strategis. Hal ini juga sesuai dengan prinsip seleksi terbuka,” imbuh dia.(der)
