MALANGVOICE — Puluhan siswa MAN 1 Kota Malang mengikuti kegiatan eduwisata di Gudang Kebonagung, Kamis (23/4), yang digelar Bulog Cabang Malang. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran literasi pangan sejak dini dengan pendekatan langsung di lapangan.
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa diajak berkeliling gudang untuk melihat secara nyata setiap tahapan pengelolaan pangan. Mereka mempelajari alur lengkap, mulai dari proses penerimaan gabah dari petani, pengeringan, penyortiran kualitas, hingga penggilingan yang mengubah gabah menjadi beras siap konsumsi.
Polresta Malang Kota Tanam Jagung dan Cabai, Dukung Swasembada Pangan
Selain itu, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Penjelasan mencakup proses penerimaan, penyimpanan, perawatan, hingga distribusi beras kepada masyarakat.
Selama kunjungan, para siswa tampak antusias dan kagum melihat tumpukan karung beras yang tersusun rapi, bersih, dan dalam jumlah besar di dalam gudang.
“Saya sudah melihat langsung, ternyata stok beras bulog benar-benar berlimpah seperti di belakang saya saat ini, dan semua ini asli dari petani indonesia. Negara kita keren banget, bisa mewujudkan swasembada pangan” ujar Laila, salah satu siswa MAN 1 Kota Malang.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak memahami teknik penyimpanan beras agar kualitasnya tetap terjaga dalam jangka waktu tertentu. Petugas menjelaskan sistem pengawasan stok, pengendalian hama, serta pentingnya menjaga kelembapan gudang.
Pimpinan Cabang Bulog Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, mengungkapkan stok beras di wilayahnya mencapai 79.000 ton hingga Kamis (23/4). Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk kebutuhan penyaluran selama 10 hingga 11 bulan ke depan.
Pria yang akrab disapa Anung ini menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar wisata, melainkan bagian dari edukasi untuk mengenalkan peran strategis Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, kegiatan ini membuka wawasan siswa bahwa sektor pangan memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa pun menyadari bahwa gudang Bulog bukan hanya tempat penyimpanan beras, tetapi juga menjadi bagian vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Wisata edukasi ini diharapkan memberikan pengalaman berharga sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya ketahanan pangan bagi masa depan bangsa.
“Kegiatan ini penting bagi siswa dan kami untuk memberikan edukasi dan literasi pangan. Jadi pangan yang beredar di pasar untuk butuh proses yang panjang sehingga akhirnya bisa dikonsumsi,” tandasnya.(der)
