Petani Dibantu TNI-Polri Serang Tikus di Batu

Obyokan tikus. (istimewa)
Obyokan tikus. (istimewa)

MALANGVOICE – Resah dan sangat dirugikan karena ulah hama tikus, petani di Caru, Desa Pendem Kota Batu gelar ombyokan, Rabu (28/2). Dibantu TNI dan Polri beberapa titik dianggap sarang tikus jadi sasaran.

Sedikitnya ada 20 hektare luas lahan padi yang diserang hama hewan pengerat tersebut. Alhasil produksi mereka berkurang drastis. Oleh sebab itu, diputuskan melakukan pemberantasan dengan cara tradisional.

Adapun beberapa bahan dan alat yang digunakan, seperti corong, lilin, klerat, dan sekam. Dengan membawa peralatan dan bahan untuk membasmi hama, mereka mulai menyebarkan racun tikus di setiap lubang.
Cara pembasmian itu ada dua, yakni dengan cara membakar lilin yang ditaruh di lubang tikus. Lalu juga menebarkan racun klerat yang ditumpuk dengan sekam di setiap titik. Dengan jarak maksimal 3 meter.

Jama’ali, salah seorang petani di Desa Pendem mengatakan, serangan tikus ini sudah dirasakan sejak sebulan lalu. Karena serangan tikus ini, hasil panen padi berkurang bahkan hingga 70 persen.

“Serangan tikus ini sangat merugikan kami. Kadang bahkan sampai tidak panen,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono menambahkan, penanganan hama tikus memang merespon laporan petani. Pihaknya turut mengajak TNI, Polri dan sejumlah penyuluhan pertanian untuk membantu proses ombyokan.

“Kami dengar dari petani di sini mengeluh hasil panennya berkurang karena hama. Makanya kami mengajak beberapa elemen untuk membantu petani,” kata Sugeng singkat. (Der/Ery)