Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Perlu Simbiosis Mutualisme Rampungkan Persoalan Transportasi

Dari kiri ke kanan: Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono, Dandim 0833 Letkol (Arm) Aprianko Suseno, Kepala BIN Daerah Kota Malang AKBP Chandra Riani. (Muhammad Choirul)
Dari kiri ke kanan: Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono, Dandim 0833 Letkol (Arm) Aprianko Suseno, Kepala BIN Daerah Kota Malang AKBP Chandra Riani. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono, menilai, perlu adanya simbiosis mutualisme untuk menyelesaikan polemik transportasi online dan konvensional. “Harus ada simbiosis mutualisme, saling menguntungkan dan saling mengerti,” ungkapnya.

Pernyataan itu dikatakan di sela menghadiri mediasi antara perwakilan sopir angkutan umum konvensional bersama Organda dan jajaran Forkopimda di Ruang Sidang Balai Kota, Senin (27/2). Terkait keluhan sopir angkot, dia juga memberi masukan.

“Silakan kalau mau demo karena itu adalah hak setiap warga negara, tapi jangan merugikan masyarakat seperti menutup jalan. Saya berterima kasih justru hari ini tidak ada demo, melainkan bermusyawarah,” imbuhnya.

Mantan Kapolres Batu itu menambahkan, kepentingan masyarakat harus diletakkan di atas segalanya. Terlebih, terkait transportasi ini amat dibutuhkan terutama kalangan pelajar dan ibu rumah tangga yang ingin belanja ke pasar.

Sementara itu Kepala BIN Daerah Kota Malang, AKBP Chandra Riani, menegaskan, persoalan ini harus disikapi dengan bijak. “Semua bekerja untuk keluarga, baik yang konvensional maupun online,” tandasnya.

Dia menyarankan, perlu adanya kolaborasi antara keduanya. Dia memberi contoh, di beberapa daerah lain sudah tercipta kolaborasi sebagai solusi permasalahan transportasi.

“Boleh monggo studi banding untuk mencari solusi, harapannya ada kesepakatan win win solution,” pungkasnya.