Polemik Pembangunan Pasar Dinoyo

Penghentian Tarikan Retribusi Tak Hentikan Semangat Pedagang

Ketua Perwakilan Pedagang Pasar Dinoyo, Sabiel El Ahsan.
Ketua Perwakilan Pedagang Pasar Dinoyo, Sabiel El Ahsan.

MALANGVOICE – Ketua Perwakilan Pedagang Pasar Dinoyo, Sabiel El Ahsan, menegaskan, penghentian penarikan retribusi di Pasar Merjosari tak mematikan semangat pedagang. Hal itu diungkapkan merespon tindakan Dinas Pasar yang dinilai arogan.

“Kami juga mengimbau ke semua pedagang, jangan resah dan gelisah atas intimidasi dan arogansi Dinas Pasar,” ungkap Sabiel, Selasa (20/12).

Menurutnya, konsekuensi di kemudian hari akibat kebijakan yang berlaku sejak hari ini, bakal ditanggung sendiri oleh Pemkot Malang. Sabiel menilai, langkah Pemkot melalui Dinas Pasar dengan mengilegalkan Pasar Merjosari bertujuan agar semua pedagang segera pindah ke Pasar Terpadu Dinoyo.

“Yang menjadi keheranan kami semua, apa sebenarnya yang dipikirkan mereka. Lha kondisi Pasar Terpadu Dinoyo tidak layak kok mau dipaksakan,” tegasnya.

Ketidaklayakan itu, lanjut Sabiel, terlegitimasi melalui hasil sidak Komisi C DPRD Kota Malang. Selain itu, belum ada juga serah terima penyelesaian pasar tradisional dari investor kepada Pemkot.

“Belum ada tim independen yang memeriksa tentang uji kelayakan bangunan serta Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Pemkot juga melakukan pembiaran atas keleluasan para oknum bermain sehingga cenderung merugikan,” pungkasnya.