Kota Malang Memilih Pemimpin

Paslon Sae Dapat Pesan Penting dari Ulama

Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko. (istimewa)

MALANGVOICE – Kampanye Pilwali Kota Malang 2018 akan segera berakhir sebelum pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Seluruh paslon terus menggencarkan sosialisasi program kepada masyarakat, seperti paslon nomor urut 3, Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko.

Paslon yang dikenal dengan sebutan Sae ini kerap menyosialisasikan program Tri Prasetya serta menyerap uneg-uneg masyarakat. Hal yang tak luput dari kegiatan Sae adalah menerima masukan dari para ahli dan tokoh agama.

Sebagai santri dan aktivis organisasi, Sutiaji sangat dekat dengan pondok pesantren dan para ulama, termasuk di antaranya Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Malang, KH. Marzuki Mustamar, seorang alim terkemuka di Malang yang memiliki pandangan luas terhadap kondisi sosial dan pendidikan.

Sutiaji pun mendapat pesan penting yang bisa dijadikan rambu-rambu Sutiaji – Sofyan Edi dalam menentukan kebijakan apabila terpilih menjadi pemimpin Kota Malang.

Beberapa poin pesan itu adalah perlunya segera dilakukan reformasi birokrasi, untuk menciptakan layanan publik yang prima. Peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah dengan menggalang kerja sama dengan lembaga pendidikan terkemuka di dalam maupun di luar negeri.

Ketiga, perhatian pembangunan kawasan Timur kota Malang perlu ditingkatkan, karena tertinggal dari wilayah lain. Ketergantungan pasokan air bersih dari Batu dan Kabupaten Malang perlu dikurangi dengan menggali potensi sumber air di wilayah kota Malang sendiri.

Serta terakhir, pasangan Sutiaji – Edi harus mampu menjaga kekompakan hingga akhir tugas melalui pembagian peran yang transparan, sekaligus harus menjadi teladan sebagai pemimpin kota Malang yang berwibawa.

“Kami sebisa mungkin akan taati dan laksanakan pesan tokoh ulama tersebut,” kata Sutiaji. (Der/Ery)