Pasar Murah di Kejari Kota Malang Diserbu Warga, 1.300 Paket Sembako Ludes Disiapkan

MALANGVOICE – Gelaran pasar murah kembali digelar di wilayah Blimbing. Bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Kamis (12/3), kegiatan berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari warga.

Sebanyak 1.300 paket sembako disediakan dengan harga hanya Rp50 ribu per paket. Warga yang datang tertib mengantre menggunakan kupon yang sebelumnya telah dibagikan panitia. Setelah menerima paket, jari warga ditandai tinta biru sebagai bukti sudah mendapatkan sembako.

Wali Kota Malang Siapkan Skema Ramadan: Sentra Takjil Ditata, Tempat Hiburan Malam Diawasi

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan paket sembako yang dijual murah tersebut berisi beras premium 5 kilogram, gula premium 1 kilogram, dan minyak goreng dua liter.

“Kalau di luar harganya bisa sekitar Rp150 ribu. Di pasar murah ini hanya Rp50 ribu. Antusias warga luar biasa. Melihat situasi kemarin di Pasar Murah Kedungkandang, sekarang kita atur dengan kupon dan secara bergelombang supaya tidak menumpuk,” ujarnya.

Selain pasar murah, Pemkot Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan intervensi untuk menekan kenaikan harga bahan pokok, terutama cabai.

Salah satu langkahnya dengan menurunkan harga cabai dari sebelumnya Rp120 ribu per kilogram menjadi Rp80 ribu per kilogram. Namun, pembelian dibatasi hanya setengah kilogram per orang agar bisa dinikmati lebih banyak warga.

“Kemarin cabai masih Rp120 ribu per kilogram dan kita intervensi menjadi Rp80 ribu. Tapi dijual dengan sistem setengah kilogram per orang supaya bisa merata,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Malang, Tri Joko, mengatakan pasar murah ini digelar sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran 2026.

Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya harga sembako mulai merangkak naik. Karena itu, pasar murah menjadi salah satu bentuk intervensi agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Biasanya menjelang Idul Fitri harga sembako naik. Kami intervensi lewat pasar murah ini agar masyarakat tetap bisa memperoleh sembako dengan harga terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan bahan pokok tetap stabil,” jelasnya.

Salah satu warga, Suyati, asal Kelurahan Arjosari, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia mengetahui informasi kegiatan itu dari petugas Dinsos PKH dan langsung datang untuk membeli paket sembako.

“Bagi kebutuhan rumah tangga tentu sangat membantu sekali dengan paket sembako murah ini. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar sampai mendekati Idul Fitri,” tandasnya.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait