Pariwisata Bangkit, Serap PAD untuk Kota Batu

Wana Wisata Selecta (Achmad Sulchan An Nauri)
Article top ad

MALANGVOICE – Setelah vakum beberapa waktu karena imbas pandemi. Sektor wisata Kota Batu sudah mulai bangkit.

Wisata Kota Batu pada bulan Oktober lalu memberi dampak positif bagi pandapatan asli daerah (PAD). Hal ini dapat dilihat dari pembukuan PAD yang dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu pada bulan Oktober 2020.

Kota Batu mencatat perolehan pajak restoran sudah menyentuh pada angka 95,34 persen. Begitu juga dengan pajak hotel yang dibukukan sebesar 95,48 persen. Kemudian pajak hiburan sebesar 86,05 persen.

Jumlah yang hampir sesuai target dapat dilihat dari pendapatan dari sektor pariwisata yang dihimpun hingga akhir Oktober lalu. Perolehan pajak restoran yakni sebesar Rp 8,4 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 9,2 miliar.

Kepala Bidang Penagihan BKD Kota Batu Ismail Hasan, pada awak media, Senin(16/11) mengatakan bahwa kebangkitan ini terbantu sangat banyak pada libur panjang beberapa hari lalu.

“Di masa pandemi Covid-19 protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat oleh pelaku usaha maupun masyarakat, sangat mempengaruhi peningkatan perekonomian,” tambah Ismail.

Maka dari itu menurut Ismail pengawasan secara ketat akan kepatuhan protokol kesehatan covid-19 sangat perlu dilakukan. Selain untuk mengantisipasi kerumunan masa, juga untuk memberi rasa aman pada wisatawan.

Dengan begitu, menurut Ismail, potensi penularan Covid-19 dapat diminimalisir. “Itu juga ada Satgas Covid-19 yang terus berkeliling melalui operasi gabungan memberi peringatan,” ujarnya.

“Dari sisi pajak hotel juga menunjukan hasil yang bagus,” kata Ismail. Dari data yang dihimpun hingga akhir Oktober lalu mencapai Rp 14 miliar dari total target yakni Rp 15 miliar. Ia optimis, perolehan pajak akan memenuhi atau paling tidak mendekati target hingga akhir tahun.

Selanjutnya pajak hiburan yang telah dihimpun hingga akhir Oktober sebesar Rp 12 miliar dengan target yang ditetapkan sebesar Rp 14,3 miliar. Ia menyebutkan ada kekurangan sebesar Rp 1,9 miliar dari nilai target. Meski masih menyisakan banyak kekurangan dibandingkan sektor lainnya, diprediksi sampai akhir tahun akan melebih target.

“Ini menjelang tahun baru pasti high season, baik dari sektor hotel, restoran dan hiburan,” katanya.(der)