Pabrik Rokok di Kabupaten Malang Diminta Gunakan Tembakau Lokal

Bupati Malang HM Sanusi saat meninjau pabrik rokok gudang baru. (Toski D)

MALANGVOICE – Pabrik Rokok yang ada di wilayah kabupaten Malang, untuk menggunakan tembakau lokal dari salah satu campuran rokok yang dihasilkan.

“Selama ini mereka (PR) di Kabupaten Malang menggunakan tembakau dari Blitar sebagai pemadatnya,” ucap, Wakil bupati (Wabup) Malang, H. Didik Gatot Subroto.

Menurut Didik, sebenarnya produktivitas tembakau di Kabupaten Malang cukup banyak. Ada sebanyak 870,1 ton dari hasil panen di lahan seluas 493 hektare yang tersebar di 6 kecamatan dan wilayah Kabupaten Malang.

“Jika pabrik rokok di Kabupaten Malang yang berjumlah 122 menggunakan tembakau lokal, maka para petani tembakau bisa berjaya,” jelasnya.

Sebenarnya kualitas tembakau di Kabupaten Malang kalah dengan daerah lain meski masih di bawah tembakau dari Temanggung, Madura dan Sitibondo, namun dari segi harga lebih murah dari tembakau lainnya.

“Memang kalau dibandingkan dengan tembakau dari Temanggung, Madura dan Sitibondo masih kalah, karena jenis dan kondisi lahan yang berbeda membuat rasanya berbeda. Tapi, jika hanya untuk pemadat saja tidak kalah dengan tembakau yang dari Blitar kwalitasnya tidak kalah, dan harganya lebih murah,” terangnya.

Didik menjelaskan, harga tembakau lokal itu mencapai Rp 14 juta/ha, jika kualitas bisa ditingkatnya, maka harganya pun akan ikut naik.

“Saya berharap harga tembakau di Kabupaten Malang bisa mencapai Rp20 juta/ ha,” ulasnya.

Didik meminta kepada Balitas provinsi Jatim untuk melakukan penelitian terkait tembakau, baik mengenai peningkatan kualitas maupun pengembangan jenisnya.

“Tidak hanya itu saja, penelitian yang dilakukan Balitas bisa pada pengembangan jenis olahanya juga,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budhiar mengatakan, sudah dua tahun terakhir ini DTPHP telah melakukan peningkatan SDM petani tembakau, baik dalam perawatan dan teknik penanaman tembakau, sebagai peningkatan mutu serta kwalitas hasil tembakau.

“Kami terus melakukan peningkatan SDM petani, agar bisa meningkatkan harga serta menambah wilayah pemasaran,” katanya.

Hal itu dilakukan agar apa yang diharapkan oleh Wakil Bupati Malang H.Didik Gatot Subroto bisa terlaksana, karena DTPHP telah melakukan pelatihan untuk peningkatan kualitas dan produktivitas tembakau.

“Pelatihan sudah dilakukan, yang belum dilakukan adalah melakukan MoU dengan PR karena masih melakukan penguatan pada kualitas,” tandasnya.(der)