Ojol Dilarang Masuk Kampus UB, Driver: Nggak Masalah

suasana di depan gedung UB. (Lisdya)

MALANGVOICE – Sejumlah driver ojek online (ojol) tampak menunggu dan usai menurunkan customer di depan Universitas Brawijaya (UB), tepatnya di Jalan Veteran, Kota Malang.

Sejak diberlakukannya wajib stiker saat masuk ke UB, para ojol dan masyarakat umum hanya diperbolehkan mengantar customer di depan UB.

Menurut salah satu Driver Gojek, Maryadi (43), kebijakan baru memang sudah disosialisasikan sebelumnya. Menurutnya, tak masalah jika memang batas mengantar customer cukup di depan pintu gerbang.

“Kami rasa memang nggak masalah. Biar kami nggak repot untuk mutar-mutar,” katanya, Senin (28/1).

Hal senada juga dikatakan oleh driver Grab, Edo Siente yang mengaku kerepotan saat harus mengantarkan pesanan makanan berupa grab-food.

“Jadi permasalahan ya saat mengantar makanan saja. Saya dikomplain karena mau mengantar makanan buat tamu dosen katanya, tapi malah nggak di bolehkan masuk,” katanya.

Sementara itu, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB (Fisip UB), Sahnas mengaku tidak keberatan dengan adanya kebijakan tersebut.

“Saya tadi naik bis yang telah disediakan oleh kampus, enak kok. Banyak yang kosong,” tegasnya.

Bahkan, ia mengimbau agar mahasiswa yang tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat lebih awal dari biasanya.

“Kalau bisa berangkat lebih awal. karena bisnya nggak mungkin laju kencang,” pungkasnya.

Telah diberitakan, UB baru saja memberlakukan aturan seluruh kendaraan yang masuk kampus wajib berstiker. Khususnya, untuk mahasiswa, dosen dan karyawan. Sementara untuk tamu, akam mendapatkan kartu identitas untuk ijin masuk sementara.

Untuk mempermudah mobilitas warga kampus, UB telah menyediakan tiga armada minibus dengan jalur yang berbeda diseluruh penjuru kampus tersebut sehingga diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. (Hmz/Ulm)