Ruko Ambruk di Suhat

Nyaris Telan Korban Jiwa, Reruntuhan Ruko di Suhat Dinormalisasi

Suasana reruntuhan ruko yang ambruk pada Rabu (28/2).(Muhammad Choirul)
Suasana reruntuhan ruko yang ambruk pada Rabu (28/2).(Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Ruko di Jalan Soekarno-Hatta Indah blok E2 yang ambruk pada Rabu (28/2), ternyata nyaris menelan banyak korban jiwa. Penyewa ruko, Beni, menyebut bahwa sesaat sebelum ambruk, masih banyak pengunjung di tempat tersebut.

“Awalnya mulai retak, pengunjung lebih dari 20 orang, di atas (lantai 2) saja ada 13 user. Kelihatan mau roboh diawali di bagian depan dan belakang ambruk lebih dulu. Akhirnya listrik saya matikan, anak – anak saya minta keluar,” tandasnya.

Sekitar 15 – 20 menit kemudian, ruko tersebut ambruk sepenuhnya. Beni mengaku, sudah lebih dari dua tahun menyewa ruko tersebut. Sebenarnya, dia sempat diberi peringatan beberapa waktu lalu terkait kekuatan bangunan.

“Beberapa waktu lalu sempat saya panggil tukang. Kalau dari tukang pernah diberi tahu, pondasi bawah tidak kuat,” urainya.

Sementara itu, pada Kamis (1/3) hari ini, sejumlah petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mendatangi lokasi. Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso, mengatakan, posisi bangunan paling luar yang ambruk, memang berada di atas saluran air.

Padahal, seharusnya setiap bangunan wajib menyisakan sepadan yang berjarak dengan saluran air. “Kami masih cari pemilik siapa dan dibangun kapan. Yang terpenting sekarang bagaimana bangunan lain tidak tertarik runtuh sehingga aman. Kemudian lingkungan sekitar tidak was – was, tidak khawatir roboh lagi,” urainya.

Salah seorang Satgas DPUPR Kota Malang, Beng Beng, menyebut, saat ini pihaknya melakukan penanganan darurat yakni normalisasi saluran. Sebab, saluran air tertutup reruntuhan bangunan.

“Perlu normalisasi saluran karena sudah tertutup penuh dampak longsor. Kalau tidak diberi akses air supaya lancar maka membahayakan, akan menggerus semua. Dari Satgas DPUPR ada 12 personel bekerja mulai hari ini,” pungkasnya. (Coi/Ery)