Kota Malang Memilih Pemimpin

Nomor Urut 3, Ternyata Sutiaji Sudah Dapat ‘Kode Alam’

Pasangan Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko mendapatkan nomor urut 3 dalam Pilwali 2018. (Muhammad Choirul) 
Pasangan Sutiaji - Sofyan Edi Jarwoko mendapatkan nomor urut 3 dalam Pilwali 2018. (Muhammad Choirul) 

MALANGVOICE – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, mendapat nomor urut 3 dalam Pilwali 2018. Ini dipastikan dalam rapat pleno terbuka yang digeber Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Selasa (13/2) malam, di Hotel Harris. 

Kepada awak media, Sutiaji mengaku bahwa sebelumnya sudah sempat mendapatkan ‘kode alam’. “Saya sudah dapat kode alam, mengambil sesuatu dapat tiga,” ungkap mantan anggota DPRD Kota Malang ini. 

Sutiaji pun optimis nomor urut ini merupakan amanah dan pertanda kemenangan. Dia membeberkan pengalamannya bertarung dalam Pilwali 2013 silam ketika berpasangan dengan H Moch Anton. 

Kala itu, pasangan Anton – Sutiaji mendapat nomor urut paling buntut. “Lima tahun lalu, saat ambil undian dapat nomor 6, waktu itu calonnya ada 6, dan yang menang nomor 6,” urainya. 

Kali ini, Sutiaji kembali mendapat urutan terakhir, dari tiga Paslon yang ada. “Sekarang ada 3 Paslon, mudah-mudahan ini pertanda kemenangan, yang menang yang nomor 3,” imbuhnya. 

Selain itu, Sutiaji menekankan pentingnya konsistensi. Nomor urut 3, bagi dia masih konsisten dengan perjalanannya mengawali pesta demokrasi tahun ini. 

“Saya mendaftar ke KPU juga urutan ke-3, ini sebuah pertanda lagi. Semoga ini menjadi amanah agar kami bisa melaksanakan yang masih tertunda. Kami ingin melaksanakan Malang Bermartabat sepenuhnya. Wali Kota dan wakilnya harus bersatu. Ini filosofi yang saya pahami,” pungkasnya. 

Sementara itu, Sofyan Edi Jarwoko menilai, nomor urut 3 merupakan sebuah berkah. Karena itu, dia tetap bersyukur dan terus berjuang untuk memenangkan Pilwali 2018. 

“Saya juga berterima kasih kepada media dan pendukung, serta kepada seluruh masyarakat Kota Malang kami mohon doa restu. Pesta demokrasi ini harus kita laksanakan dengan bersih dan damai. Ini yang paling penting,” pungkasnya.(Coi/Aka)