Polemik Red Army

Mulai Pekan Depan, Red Army Tinggal Nama

Ketua Garda Pancasila, Peni Suparto. (Muhammad Choirul) 

MALANGVOICE – Mulai pekan depan, Red Army tinggal nama. Pasalnya, organisasi yang diketuai Peni Suparto ini berencana mendeklarasikan nama baru, 10 Juli mendatang.

Rencana perubahan nama itu bukan semata-mata karena Red Army yang akhir-akhir ini dikaitkan dengan ideologi komunis. Lebih dari itu, rencana ini sudah digodok jauh-jauh hari.

“Sudah ada usulan ganti jadi Garda Pancasila. Tinggal dideklarasikan saja,” kata mantan Wali Kota Malang yang akrab disapa Inep itu, Rabu (5/7).

Setelah itu, pihaknya bakal mendaftarkan Garda Pancasila sebagai organisasi resmi kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Selama ini, Red Army sengaja belum didaftarkan karena memang sejak awal sudah ada rencana perubahan nama.

“Untuk lambang tetap sama, bintang berwarna kuning yang berada di dalam sebuah perisai seperti di Pancasila,” ungkap mantan Ketua DPC PDIP Kota Malang ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Inep membantah keterkaitan organisasi yang didirikannya itu dengan ideologi komunis. Sebaliknya, dia akan berada di garda terdepan untuk melawan oknum-oknum yang anti Pancasila dan NKRI.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti