Debat Publik Paslon Pilwali Kota Malang

Masalah Ledakan Penduduk Jadi Bahan Debat, Apa Kata Paslon?

Debat paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. (deny rahmawan)
Debat paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Debat publik paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang membahas beberapa hal mendasar. Salah satunya terkait ledakan penduduk di Kota Malang.

Pertanyaan tersebut ditujukan untuk paslon nomor urut 3 dan 1. Paslon nomor urut 3, Sutiaji-Edi, menjawab pertanyaan dari paslon lain untuk mengatasi masalah tersebut. Menurut Edi, agar mengatasi ledakan penduduk harus bekerja sama dengan segala pihak dengan menyukseskan program Keluarga Berencana (KB).

“Ini penting menghasilkan penduduk berkualitas. Itu harus digerakkan dengan dukungan pemerintah, pendampingan akademisi dan tokoh masyarakat,” katanya.

Ditambahkan Sutiaji, ledakan penduduk bisa menambah perkembangan ekonomi di Kota Malang. “Apabila ada penduduk yang datang ke Kota Malang dan belanja di sini artinya bisa membangkitkan perekonomian,” lanjutnya.

Sementara itu, paslon nomor 1, Wanedi, berbicara mengenai ketersediaan tenaga kerja ketika ada ledakan penduduk. Menurut politisi PDIP ini hal itu bisa dimanfaatkan membuat usaha yang berpotensi.

Yakni dengan memaksimalkan kreativitas anak muda dengan mengembangkan lapangan pekerjaan baru. “Di Malang semua bisa hidup. Mulai kuliner dan usaha lain. Itu bisa sangat menguntungkan,” ujar Wanedi.

Di lain pihak, paslon nomor urut 2, Syamsul Mahmud, mengatakan mempunyai program dengan menggandeng perusahaan lain untuk memberi pelatihan kepada calon pekerja. Sehingga bisa bersaing di dunia kerja.

“Harus bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan agar bisa menampung pekerjaan,” tandas Syamsul.

Seperti diketahui, debat pertama ini dilakukan di Hotel Harris, Kota Malang. Debat menampilkan semua paslon. Namun, calon Wali Kota dari nomor urut 1, Yaqud Ananda Gudban dan nomor urut 2, HM Anton tidak bisa hadir karena masih berurusan hukum dengan KPK.(Der/Aka)