Masa Reses III, Hadi Susanto Ajak Masyarakat Kritisi Anggaran

Reses ke III tahun 2015, Anggota DPRD Kota Malang, Hadi Susanto. (hamzah)

MALANGVOICE – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Hadi Susanto, menggelar reses bersama warga masyarakat Kecamatan Sukun, di Dapur Iga, Jalan Raya Dieng, malam ini.

Di masa Reses ke III tahun 2015, Hadi memberikan informasi ke konstituennya soal dana hibah di LPMK yang harus dicabut karena adanya Peraturan Dalam Negeri Tahun 2015.

Dijelaskan, dana hibah saat ini bisa diturunkan kepada organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum. “Ini perlu ditekankan agar bapak-ibu tidak terjadi kesalahpahaman,” kata Hadi, beberapa menit lalu.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menjelaskan mengenai anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) yang kurang terserap, dimana warga bisa mengajukan dana kesehatan dengan surat pernyataan miskin (SPM).

“Mohon pak RW dan Pak RT hal ini diinformasikan karena dana kesehatan ini kurang terserap,” tandasnya.

Hal penting lain yang perlu disampaikan pada reses ini adalah anggaran PKK tahunbdepan cukup besar yakni Rp 50 juta per kelurahan di Kota Malang.

“Panjenengan bisa menanyakan karena anggaran cukup tinggi. Kalau ada yang tidak benar dan bapak ibu tahu, laporkan ke kami karena dewan punya fungsi pengawasan,” beber dia.

Tak hanya itu, informasi penting lain yakni anggaran Rp 250 juta yang dikucurkan pada setiap kelurahan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini.

“Ini juga penting untuk dipertanyakan karena panjenengan punya hak menanyakan, buat apa saja,” tegas Hadi.

Masalah pendidikan yang menjadi tugas pokok dan fungsi Komisi D, dijelaskan dengan gamblang kepada masyarakat. Dana Bosda dan Bosnas yang selama ini kurang dipahami publik dibeberkan secara tegas.

“Ada pula Kartu Indonesia Pintar (KIP) program pemerintah pusat yang harus dijalankan daerah dan sudah kami pertanyakan kepada Dinas Pendidikan karena belum dijalankan,” imbuhnya.-