LiRa Harap Tokoh Muda Berkonsep Bisa Pimpinan Kabupaten Malang

Koordinator LIRA Malang Raya Zuchdy Achmadi. (Istimewa).
Article top ad

MALANGVOICE – Malang Raya, khususnya Kabupaten Malang saat ini tengah mengalami krisis kepemimpinan. Untuk itu, perlunya tokoh-tokoh muda yang berkonsep untuk muncul kepermukaan dalam mengisi bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang tahun 2020 nanti.

“Saat ini kan era milenial, diharapkan tokoh-tokoh muda yang memiliki integritas tinggi bisa meramaikan bursa Pilbup nanti,” ungkap Bupati Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LiRA) Malang, M.Zuhdy Achmadi saat dihubungi, Selasa (25/6).

Menurut pria yang akrab disapa Didik, munculnya tokoh-tokoh muda yang berkonsep seperti Heri Cahyono, dengan jorgan Malang Jejeg ini sangat dibutuhkan untuk bertarung dalam arena pertarungan pemimpin-pemimpin yang cenderung mengandalkan popularitas, lebih daripada kompetensi.

“Di Malang, tokoh muda ini sebetulnya banyak, mereka kebanyakan enggak berani karena adanya para pemain-pemain yang ikut menentukan Pilbup tersebut. Tapi, tokoh tokoh muda enggak perlu takut,” jelasnya.

Dengan munculnya tokoh-tokoh muda ini, lanjut Didik, diharapkan dapat merubah kepercayaan masyarakat lantaran adanya kejadian fenomena yang melibatkan tiga kepala daerah di Malang Raya yakni Bupati Malang Rendra Kresna, Wali Kota Malang Moch Anton dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, semuanya berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dengan adanya fenomena tersebut, tokoh muda ini lah yang bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat. Karena kepercayaan itu bisa diperoleh, diraih, dengan menunjukkan kualitas kemampuan,” jelasnya.

Untuk itu, tambah Didik, dengan munculnya tokoh-tokoh muda sangatlah dinanti, supaya dapat memberi perubahan dalam kepemimpinan dan transparansi kinerja pemerintahan.

“Peran tokoh muda sangatlah diharapkan masyarakat untuk membawa perubahan dalam pemerintahan,” pungkasnya.(Der/Aka)