Reses Anggota DPRD Kota Malang

Lapangan Olahraga Terampas, Tempat Relokasi Pasar Blimbing Mangkrak

Reses anggota DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, di Auditorium Masjid Sabilillah, Blimbing. (Muhammad Choirul)
Reses anggota DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, di Auditorium Masjid Sabilillah, Blimbing. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Warga Blimbing mengeluhkan ketidakjelasan kelanjutan proses relokasi pedagang Pasar Blimbing. Keluhan itu disampaikan salah satu warga, Ashari Krisnha, dalam reses anggota DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto.

Pada kegiatan yang berlangsung Rabu (25/10) malam ini, di Auditorium Masjid Sabilillah, Krisnha mempertanyakan tempat relokasi pedagang yang terletak di bekas Stadion Blimbing. “Saat ini mangkrak dan terkesan kumuh. Ditambah lagi, kami tidak punya lapangan olahraga,” ujarnya.

Merespon ini, Bambang Sumarto menilai, permasalahan itu bukan hanya keluhan satu orang. “Sudah banyak yang mengeluhkan, ini aspirasi yang sangat bagus. Akan kami tindaklanjuti hingga menemukan solusi,” papar Ketua Komisi C ini.

Dijelaskan, Kecamatan Blimbing selama ini memiliki klub sepak bola amatir bernama PS Satria. Klub tersebut banyak melahirkan atlet sepak bola andal yang berkiprah hingga kancah nasional.

“Lapangan sepak bola Blimbing jadi saksinya. Banyak pemain legenda Arema seperti Totok Anjik dkk, berangkat dari Stadion Blimbing. Ini kami perhatikan, lapangan jadi dampak karena betapa lamanya relokasi belum terealisasi,” tandasnya.

Bambang menyebut, hasil reses kali ini akan diinventarisasi menjadi kumpulan aspirasi yang dijadikan pokok pikiran anggota DPRD Kota Malang. Pokok pikiran yang berupa ide, gagasan, atau usulan masyarakat itu, nantinya dilaporkan resmi di Rapat Paripurna laporan hasil Reses anggota DPRD Kota Malang.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, menjaring aspirasi merupakan kewajiban legislatif. Tidak hanya melalui reses, melainkan beberapa kegiatan lain juga termasuk penjaringan aspirasi, seperti saat inspeksi mendadak (Sidak) dan lain sebagainya.

Itu menjadi salah satu sumber referensi pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Ada tiga sumber KUA-PPAS, yakni forum SKPD, Musrenbang, serta pokok pikiran anggota dewan melalui Reses dan jaring aspirasi,” pungkasnya.(Coi/Aka)