Menyoroti Pemasangan Iklan di Kota Malang

Keindahan Kota Malang Tercemar Semrawut Papan Iklan

Sejumlah papan reklame terpasang di sekitar Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Banyaknya papan iklan atau reklame yang terpasang di sembarang tempat menuai kritik. Pakar tata kota Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Budi Fathony, menilai, penataan iklan di sejumlah titik Kota Malang bahkan bisa dibilang ngawur.

Tidak hanya dari segi penempatan, dia juga menilai ada ketidaktepatan desain sejumlah reklame. “Tidak ada keseimbangan antara pemasangan desain iklan dan wajah kota. Ini sudah kacau, mulai penempatan dan desain tidak melihat lingkungan sekitar maupun geografis sebuah kota,” ujarnya, Kamis (30/11).

Dia menegaskan, seharusnya penataan iklan tidak boleh mengganggu estetika. Namun, yang terjadi di Kota Malang saat ini justru sebaliknya. Dia menyebut, banyak papan reklame yang mengganggu pemandangan.

Biasanya, papan tersebut dipasang di median jalan. “Penempatan jangan sampai mengganggu landmark kota. Misalnya yang ngawur seperti bando iklan di depan Telkom, ini kan menutupi gereja,” sesal dosen arsitektur ini.

Selain itu, pemasangan reklame yang kurang tepat juga mengancam keselamatan pengguna jalan raya. Dia memberi contoh, saat ini banyak papan berupa videotrone yang keberadaannya justru mengganggu pengemudi kendaraan.

Di sisi lain, saat ini Pemkot Malang juga menyerukan agar memperbanyak iklan berbentuk videotrone ketimbang papan reklame konvensional. Budi Anthony sebenarnya tidak menyoal hal itu, asal pemasangannya tepat.

“Boleh perbanyak videotrone, namun kenyamanan dan keamanan harus diperhatikan. Kalau ditata dengan baik saya yakin ini tidak akan mengurangi PAD (Pendapatan Asli Daerah),” paparnya.(Coi/Yei)