Para Tamu Diajak Main Angklung

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko bersama tamu undangan lainnya saat memainkan alat musik tradisional, angklung. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Peresmian Taman Wisata Predator Fun Park (PFP). Junrejo,  Kota Batu diakhiri dengan hiburan musik tradisional angklung yang melibatkan seluruh tamu undangan.

Kendati tidak asing bagi tamu undangan, terlihat Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, Ketua DPRD, Kapolres Batu, Dandim 0818, dan Ketua Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila, Japto Soerjosumarno kesulitan memainkan alat musik tradisional khasJawa Barat tersebut.

Dipandu pemain angklung, semua tamu undangan memainkannya dengan lancar, beberapa lagu pun dibawakan.

Sekedar diketahui, nantinya, setiap minggu di Taman Wisata Predator Fun Park bakal ditampilkan permainan angklung dengan melibatkan pengunjung secara langsung.-

2000 Orang Kunjungi Predator Fun Park

Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto (tengah). (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Sekalipun baru dibuka, tingkat kunjungan wisatawan ke Predator Fun Park, Junrejo,  Kota Batu cukup tinggi.
Sampai Minggu (2/8) siang ini,  jumlah pengunjung ke taman buaya ini sudah mencapai
2000 orang.
Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto, mengatakan jumlah tersebut diharapkan naik terus ke depannya. Tinggal pemerintah dan masyarakat mendorong segala pendukungnya.

“Batu bagi wisatawan merupakan daerah  yang nyaman dan warganya ramah-ramah,” katanya, disela acara Opening Taman Wisata Predator Fun Park.

Selain itu, biaya masuknya juga terbilang murah, berkisar Rp 25 ribu-Rp 50 ribu. Pengunjung juga bisa menikmati sedikitnya 12 wahana, seperti galeri buaya, aneka buaya, aneka ikan buas, dan mancing buaya.

“Ada juga tempat bermain bagi anak-anak, sehingga tidak hanya menikmati wahana, tetapi juga sebagai tempat bermain,” pungkasnya.-

Sarana Edukasi dan Tawarkan Saham ke Warga

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila saat peresmian Predator Fun Park Batu. (mizki/malangvoice)

MALANGVOICE – Wisata Predator Fun Park (PFP), Junrejo,  Kota Batu menjadi nilai tambah destinasi wisata di Batu.  Hadirnya wisata ini membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar serta menjadi sarana edukasi yang efektif.

“Bukan kali ini saja obyek wisata dibangun di Kota Batu, sambutan masyarakat yang sangat besar membawa angin segar bagi kemajuan sebagai daerah wisata,” ungkap Manager Predator Fun Park, Heru Suprapto, dalam acara Opening Taman Wisata Predator Fun Park, Desa Tlekung, Junrejo, Kota Batu, Minggu (2/8) siang ini.

Dibutuhkan keterlibatan masyarakat dalam memajukan obyek wisata ini, maka dari itu pengelola membuka selebar-lebarnya kepada masyarakat Batu untuk mengakses saham Predator Fun Park.

Predator Fun Park, lanjut dia, menjadi pioner dan percontohan sukses tidaknya pengelolaan wahana wisata dengan melibatkan secara langsung masyarakat.

“Banyak pekerjaan rumah yang perlu kami siapkan untuk memajukan wisata baru ini,” paparnya.

Hingga kini,  lebih 230 formulir telah diisi calon investor, termasuk masyarakat sekitar. “Kami optimis obyek wisata ini menjadi pilihan bagi wisatawan,” tandasnya.

70 Ribu Wisatawan Kunjungi Selecta Selama Libur lebaran

Salah satu wahana baru Sky Bike di Taman Wisata Selecta

MALANGVOICE – Pengelola Taman wisata Selecta menilai jumlah kunjungan wisatawan naik drastis tahun ini. Hal itu terlihat jumlah wisatawan mencapai 70 ribu orang saat libur lebaran beberapa waktu lalu.

Direktur PT Selecta, Sujud Hariyadi  mengakui peningkatan tersebut tidak lepas dari adanya wahana baru, sky bike yang lintasannya mencapai 300 meter. Posisinya pun mengelilingi taman Selecta, sehingga pengunjung dapat selfie dan menikmati sensasi panorama yang eksotik.

“Mulai tanggal 17-26 Juli, kunjungan wisatawan lebih 69 ribu orang. Meningkat sekitar 15 ribu orang dari tahun  lalu,” ungkapnya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Menurutnya, harga masuk yang dipatok pun terbilang murah, dibandingkan dengan wahana wisata lainnya di Kota Batu.

“Ini taman rakyat dan harganya juga tidak mahal, kami berniat menambah wahan baru lagi, supaya pengunjung memiliki banyak pilihan saat berkunjung,” pungkasnya.

Harga Terjangkau, Sambalnya Bikin Ketagihan

Salah satu menu yang ditawarkan Noodle Inc. Soehat (Hamzah/MalangVoice)

MALANGVOICE – SEBAGAI kota destinasi wisata kuliner, Kota Malang memiliki beragam cita rasa masakan yang khas dari mulai bakso hingga masakan dengan bahan baku mie.

Kuliner yang termasuk dalam kategori makanan ringan itu, tiap harinya banyak diburu warga masyarakat baik dari dalam maupun luar Kota Malang.

Noodle Inc, salah satu restoran yang menjual menu spesial dengan bahan baku mie, kini menjadi destinasi dan pilihan bagi mereka yang ingin mencicipi kuliner dengan rasa rempah yang cukup kuat.

Terletak di kawasan Jalan Soekarno – Hatta, restoran ini kerap dipadati oleh pengunjung setiap harinya. Menu Mie Tarik khas dengan berbagai varian rasa ditawarkan oleh Noodle Inc.

Porsi yang sedang dengan mie khas yang dibuat sendiri oleh restoran menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. ‘Atraksi’ membuat mie yang dilakukan oleh para karyawan semakin memantapkan kalau bahan mie yang disajikan sudah barang tentu aman dari hal-hal yang membahayakan.

Menggunakan konsep hommie, Noodle Inc, menawarkan berbagai menu dari Mie Tarik Sapi, Mie Tarik Ayam, hingga Mie Tarik Tofu. Meski dibanderol dengan harga Rp 20 ribu sampai Rp 21 ribu per porsi, namun restoran ini berani beradu kualitas rasa.

Selain menawarkan menu utama mie, beberapa varian menu lain, seperi Dimsum, Sushi dan makanan ringan dari onde-onde hingga bakpao juga ditawarkan. Urusan minuman, Noodle  Inc, juga tak ingin ketinggalan, Lemon Mojito hingga Chocolate menjadi pendamping anda menyantap mie khas resto ini.

“Saya langganan disini, mie-nya kenyal dan dibuat sendiri disamping rasanya yang enak. Kalau urusan harga gak masalah karena kualitas rasa juga bagus,” kata Suryani, salah seorang pengunjung, Selasa (28/7).

Bagi mereka yang gemar rasa pedas, Noodle Inc juga sudah menyiapkan sambel yang cukup membuat pengunjung ketagihan.

Selecta Masih Jadi Idola Wisatawan

MALANGVOICE – Pengelola Taman Wisata Selecta menilai jumlah kunjungan wisatawan naik drastis tahun ini. Hal itu terlihat jumlah wisatawan mencapai 70 ribu orang saat libur lebaran beberapa waktu lalu.

Direktur PT Selecta, Sujud Hariyadi  mengakui peningkatan tersebut tidak lepas dari adanya wahana baru, sky bike yang lintasannya mencapai 300 meter. Posisinya pun mengelilingi taman Selecta, sehingga pengunjung dapat selfie dan menikmati sensasi panorama yang eksotik.

“Mulai tanggal 17-26 Juli, kunjungan wisatawan lebih 69 ribu orang. Meningkat sekitar 15 ribu orang dari tahun  lalu,” ungkapnya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Menurutnya, harga masuk yang dipatok pun terbilang murah, dibandingkan dengan wahana wisata lainnya di Kota Batu.

“Ini taman rakyat dan harganya juga tidak mahal, kami berniat menambah wahan baru lagi, supaya pengunjung memiliki banyak pilihan saat berkunjung,” pungkasnya.

Berlibur di Selecta, Aneka Wahana Siap Manjakan Pengunjung

Suasana pengunjung di Taman Wisata Selecta

MALANGVOICE – ingginya minat wisatawan ke Kota Batu menjadikan pengelola wisata berlomba menarik minat pengunjung. Salah satunya adalah Taman Wisata Selecta yang terdapat di Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu.

Baru-baru ini, taman yang memiliki luas sekitar 18 hektar itu menambah satu wahana baru, berupa sepeda udara (sky bike) dengan panjang lintasan mencapai 300 meter. Uniknya, lintasan membentang dan mengelilingi taman.

Direktur PT Selecta, Sujud Hariyadi  mengakui banyaknya wisatawan ke kota Batu sangat bagus demi keberlangsungan obyek wisata.

Menurutnya, Selecta memiliki keunggulan berbeda dibanding tempat wisata yang ada di Kota Batu. Selecta mulai berdiri sebelum kemerdekaan. Kali pertama, Selecta mengandalkan kesejukan udara yang terasa hingga saat ini, kisaran 10 derajat celcius hingga 23 derajat celcius.

Selain itu, pengelola juga mengandalkan sumber air dari pegunungan yang debitnya cukup tinggi dan masih terasa hingga sekarang, berkisar 18 derajat celcius.

“Jadinya air yang di kolam cukup dingin, kami juga tidak menggunakan bahan kimia sehingga airnya terasa sejuk,” katanya saat berbincang dengan MVoice.

Unggulan lainnya, lanjut dia, adalah taman bunga. Selecta memiliki puluhan jenis bunga, bunga spesial jenis Salvia dengan warna ungu, salmond dan putih. Bahkan, ada pula bunga rotansia warna pink dan merah.

“Kebanyakan yang berkunjung kesini bersama keluarganya, ada juga rombongan anak sekolah, tak jarang pecinta diving sering latihan di sini,” paparnya.

Ditambahkan, setiap minggu pihaknya juga menyajikan berbagai hiburan seperti musik yang dibawakan band lokal guna memanjakan pengunjung..

Karenanya, ke depan tidak menutup kemungkinan wahana-wahana baru dihadirkan di Selecta, sebagai tempat berlibur terlengkap dan menyenangkan.

“Selecta tempat wisata rakyat, makanya biaya yang kami patok disesuaikan dan terbilang paling murah,” tutupnya.

Serasa Terbang di Atas Kota Batu

Salah satu karyawan Museum Angkut saat menunjukkan isi pesawat Boeing 737/200 yang berada di lantai atas

MALANGVOICE – Jika berwisata ke Kota Batu belum lengkap tidak singgah ke Museum Angkut and Movie Star Studio.
Ya,  baru-baru ini destinasi wisata yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas,  Kota Batu itu kembali menyajikan koleksi barunya berupa pesawat Boeing 737/200 yang terpajang di lantai atas.

Obyek wisata Jatim Park Grup itu sengaja menampilkan wahana baru bersamaan dengan libur Lebaran 2015.

Manager Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto, mengatakan, selain merasakan sensasi di dalam pesawat secara langsung, pengunjung juga bisa simulasi serta menyaksikan pembuatan pesawat melalui video yang terpasang di tempat duduk. Khusus pengunjung yang ingin mencoba cara mengemudikan pesawat, dipandu langsung pilot profesional maskapai di Indonesia.

Tidak hanya itu.  Dalam pesawat juga terdapat pramugari yang sekaligus memeragakan keselamatan naik pesawat, mulai memasang sabuk pengaman hingga mengenalkan pintu darurat.

“Pengerjaannya cukup lama, dan tahun ini sudah bisa dinikmati pengunjung. Pengunjung bisa merasakan layaknya naik pesawat beneran, didukung pemandangan Kota Batu yang bagus,” katanya, saat berbincang dengan MVoice.

Hadirnya simulator Boeing 737 menjadi pelopor pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia.

Meski begitu, tambah dia, biaya sekali masuk pesawat dibanderol mulai Rp 10-Rp 15 ribu per orang. Untuk simulasi simulator harganya sekitar Rp 150 ribu.

“Harga simulator lebih mahal karena dapat soft copy main simulator yang di record dan dapat sertifikat,” papar perempuan ramah ini.

Pengelola juga menampilkan benda-benda yang belum pernah dijumpai masyarakat, seperti kotak hitam, turbin pesawat, dll.

“Selama ini masyarakat hanya bisa dengar dan melihatnya dari media, sekarang kalau ke musAng bisa lihat langsung,” tuturnya.

Pesawat Boeing 737/200 didatangkan Jatim Park Grup dari Jakarta tahun 2013. Uniknya, pesawat yang didesain sebagai tempat edukasi itu masih layak terbang dan dibeli komplit. Meski begitu, pengelola tidak menyebutkan kisaran harganya.

GodBless Cafe

GodBless Cafe

MALANGVOICE – Perkembangan dunia resto dan cafe di Kota Malang mengalami lonjakan cukup pesat. Banyak cafe bermunculan, seiring  tingginya animo masyarakat mencari tempat nongkrong yang asik dengan suguhan kuliner mumpuni.

Salah satu cafe yang berani tampil beda dan tematik adalah God Bless Cafe, di kawasan Ruko Sawojajar.

Berani menyematkan nama band legendaris, God Bless, cafe itu dipenuhi segala macam pernak pernik band yang digawangi Ahmad Albar dan Ian Antono itu, mulai poster, foto, hingga majalah yang dibingkai dengan rapi.

Sebagai cafe tematik, God Bless Cafe juga menyediakan tempat di lantai dua bagi pengunjung atau komunitas yang ingin ngeband atau unjuk kebolehan memainkan musik.

Salah satu pengunjung caffe, Khozin Mubarok, mengaku kagum ada cafe tematik dengan menggunakan nama band legendaris yang hingga kini masih eksis.

Ia mengaku tahu cafe sejenis ada di Jakarta, dengan brand grup band legendaris dunia, The Beatles.

“Yang saya tahu cafe tematik band itu The Beatless, di Jakarta. Saya baru tahu ternyata ada God Bless Cafe dengan tema band lokal di Malang,” kata Khozin pada MVoice, Senin (27/7).

Selain tematik, suguhan kuliner dari minuman kopi hingga makanan yang ditawarkan memang patut dicoba. Meski membandrol harga kelas menengah ke atas, God Bless Cafe berani adu kualitas.

“Makanan dan Minumannya cukup enak, jadi cafe ini cukup asik buat nongkrong,” timpalnya.

Bagi yang penasaran ngopi serta nongkrong di cafe tematik sembari menikmati kejayaan grup band legendaris Indonesia,  God Bless Cafe sangat direkomendasikan.

Komunitas