28 Pemain Arema Daftar Piala Presiden

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus resmi mendaftarkan 28 pemain untuk turun dalam ajang Piala Presiden, mulai 1 September 2015 mendatang.

Tak ada banyak perubahan nama pemain yang membela Arema jika dibandingkan dengan skuad Singo Edan pada Indonesia Super League (ISL) 2015 lalu, kecuali beberapa pemain yang hengkang.

Tim berjuluk Singo Edan itu hanya kehilangan duo Liberia, Sengbah Kennedy dan Abblode Yao Rudy yang diputus kontrak, serta Victor Igbonefo yang dipinjamkan ke Osotspa M-150 (Thailand).

Sebagai gantinya, Arema telah mendaftarkan dua pemain asing pengganti duo Liberia. Namun General Manager Arema, Ruddy Widodo, enggan membeberkan siapa dua pemain itu.

“Ditunggu saja, dalam pekan ini mudah-mudahan sudah datang. Yang jelas sudah kami daftarkan. Kalau langsung diungkap ke publik nanti kurang greget,” ujarnya kepada MVoice, Selasa (25/8).

Sementara itu, beberapa pemain muda tambahan juga telah didaftarkan, seperti M Yusuf, Dio Permana, dan Junda Irawan. “Semua nama yang didaftarkan sudah melalui pertimbangan matang dan rekomendasi tim pelatih,” pungkas pengusaha travel itu.

Tribute to Suharno, Wartawan Ikut Berlaga

Ketua panpel Arema, Abdul Haris (kiri). (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Selain untuk persiapan tim jelang Piala Presiden, Arema Cronus menjadikan pertandingan uji coba menghadapi Persegres Gresik United di laga ‘Tribute to Suharno’.

Pada pertandingan yang dihelat, Rabu (26/8) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, itu wartawan juga dilibatkan. Keterlibatan awak media kali ini bukan dalam hal peliputan atau pemberitaan, melainkan ikut menyemarakkan rangkaian pertandingan.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, meminta wartawan membentuk tim untuk bertanding menghadapi official dan tim pelatih Arema, sebelum Singo Edan meladeni Persegres.

“Ini untuk mengenang almarhum. Kami melibatkan wartawan karena kami tahu teman-teman wartawan juga merasa kehilangan,” kata Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan itu kepada MVoice, Senin (24/8) pagi ini.

Haris menyebut, hasil penjualan tiket laga ini bakal disumbangkan untuk keluarga Suharno. “Ini kan laga amal. Jadi hasil penjualan tiket, setelah dipotong biaya operasional dan lain-lain, langsung kami berikan ke keluarga almarhum. Tapi kami belum menentukan harga tiketnya, nanti siang masih kami bahas,” pungkasnya.-

Singo Edan Agendakan Hadapi Persegres

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Meski duka masih menyelimuti Arema Cronus pasca meninggalnya pelatih, Suharno, namun persiapan tim tak boleh terabaikan.

Karena itu, Arema menjadwalkan laga uji coba jelang digelarnya Piala Presiden mulai 1 September 2015 nanti.

Rencananya, tim berjuluk Singo Edan itu mendatangkan Persegres Gresik United sebagai lawan tanding di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (26/8) mendatang. General Manager Arema, Ruddy Widodo, telah menghubungi manajemen Persegres.

“Secara lisan manajemen Persegres sudah bersedia menerima undangan kami, mereka sangat antusias,” kata Ruddy kepada MVoice, Minggu (23/8) siang ini.

Pertandingan ini sebenarnya sudah diprogramkan Arema sejak tim ini masih dinahkodai almarhum Suharno. Sebelumnya, tim kebanggaan Aremania itu sudah sepakat lawan Laskar Joko Samudro, pada 22 Agustus kemarin.

“Tapi ternyata mereka ada agenda lain, jadi diundur,” pungkasnya.-

Kehadiran Arema Legend Pacu Semangat Pemain Muda

Para Pemain Arema Legend saat acara syukuran dan launching Tim PSSI Kecamatan Wajak

MALANGVOICE – Ada yang menarik dari acara syukuran dan launching Tim PSSI Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang yang dilanjutkan pembukaan Turrnamen Merdeka Cup, Sabtu 22/08/15.
Syukuran yang dilaksanakan di rumah Koordinator PSSI Kecamatan Wajak, Miskat yang dikemas sederhana mendadak berubah menjadi cukup meriah.

Bagaimana tidak. Tanpa direncanakan, syukuran dihadiri para pemain Arema Legend. Di antaranya Joko Susilo, Jonathan, Kuncoro, Mahdi Haris, Derri, Johannes Geohera, Rudi Hariyantoko, Sunardi C, Singgih Pitono, Sukrian (kiper), Efendi Azis.
Para pemain Arema Legend itulah yang mengantarkan tim Singo Edan pertama kali menjuarai perhelatan bola nasional. Atas kehadiran para bintang Galatama itu, warga Desa Wonoayu, Kecamatan Wajak menyambutnya dengan cukup ramai dan meriah.

Para pemain muda yang menjadi binaan PSSI Wajak sempat berkaca-kaca menahan kegembiraannya. “Kami cukup senang dengan kehadiran para sahabat lama saya dalam syukuran ini sehingga bisa semakin menumbuhkan semangat kami,” ujar Miskat sambil memberikan potongan tumpeng kepada Mahdi Haris, mantan pemain paling senior skuad Singo Edan.
Mahdi mengatakan, bahwa kehadiran dirinya beserta mantan skuad yang lain di samping sengaja untuk memberikan motivasi kepada para pemain muda, juga akan bertanding dengan skuad Wajak Legend yang terdiri dari mantan pemain Wajak Putra FC di Stadion Wajak.
“Walau kehadiran mereka hanya sebentar, tapi kami merasa sangat senang,” tambah Miskat sambil membagikan oleh-oleh berupa sarung kepada semua rombongan Arema Legend.

Kejutan lain juga terjadi di dalam Stadion Suropati Wajak. Begitu kick off akan dimulai, tak hanya kehadiran Bupati Malang Rendra Kresna yang menendang bola pertama kalinya, tapi juga tampak Benny Wahyudi, pemain yang masih aktif memperkuat Singo Edan ini ikut memperkuat pasukan seniornya. Sontak, warga yang ikut menonton pun ikut bersorak histeris.

Para pemain dari kedua pihak yang berusia diangka 60an itu tak kalah semangatnya dengan para pamain muda. Walau di atas rumput hijau Stadion Wajak itu terdapat seorang Benny Wahyudi, tapi para pemain ‘manula’ itu masih dapat mengimbanginya.

Pertandingan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB itu akhirnya dimenangkan oleh Singgih Pitono cs dengan skor 5-1.-

Suasana Duka Selimuti Latihan Arema

Asisten Pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya. (Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Pemain Arema tetap melakukan latihan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (21/8) pasca meninggalnya Suharno. Tetapi suasana latihan tampak sepi karena masih diselimuti duka.

Asisten Pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya, mengaku suasana latihan terasa sepi tanpa hadirnya sosok Pelatih Arema, Suharno. “Sangat kehilangan pastinya, sosok mas Harno yang suka guyon dan humoris tidak ada lagi di lapangan,” akunya.

Para pemain, lanjut dia, masih dalam kondisi syok pasca meninggalnya Coach Suharno.

Namun, pemain menyadari akan tanggung jawabnya, sehingga ada tidaknya pelatih di lapangan tetap latihan keras. Apalagi jelang turnamen Piala Presiden. “Mas Harno sahabat, saudara dan senior kami, ia sosok pelatih yang jarang ditemui,” papar I Made Pasek Wijaya.-

Dalam Suasana Berduka, Pemain Arema Tetap Latihan

Pemain Arema Cronus saat menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan

MALANGVOICE – Dua hari setelah meninggalnya sang pelatih, Suharno, pemain Arema Cronus kembali menjalani latihan, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (21/8) sore.

Latihan dipimpin langsung I Made Pasek. Hampir semua pemain ikut latihan, kecuali Fabiano B dan Kurnia Meiga. Asisten pelatih Joko Susilo juga tak tampak hadir.

“Pak Gethuk izin, sedang ada urusan di luar,” kata Asisten Pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya, seusai latihan.

Menurutnya, pemain dan tim pelatih dalam suasana berduka, namun perhelatan Piala Presiden semakin dekat. “Kami sedang berduka, kalau tidak latihan, nanti ketinggalan dan persiapan tim kurang maksimal,” tuturnya.

Keceng Belum Fit, Dani Mulai Latihan Ringan

Ahmad Noviandani saat menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan.

MALANGVOICE – Pemain muda Arema Cronus, Ahmad Noviandani yang didera cedera pasca turun di turnamen SoJC mulai terlihat membaik. Jumat (21/8) kemarin sore, ia sudah terlihat latihan, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Meski begitu, pemain yang memperkuat Timnas U-23 di SEA Games, Singapura itu menjalani latihan terpisah dari pemain lainnya.

Jebolan Akademi Arema itu mulai menjalani lari-lari sedang secara berkala.

“Masih ringan-ringan latihannya, sekadar memperkuat daya tahan, sudah lama gak merumput jadi butuh adaptasi kembali,” ungkap Fisioterapis Arema, M Yanizar, beberapa menit lalu.

Kondisinya, lanjut dia, sudah mulai meningkat dibanding latihan pertama di Lapangan Abdurahman Saleh.

“Kisaran 50-60 persen lah kondisinya, ke depan lebih meningkat lagi,” paparnya.

Selain Noviandhani, Arif Suyono juga menjalani latihan berbeda. “Kondisi keceng (panggilan Arif Suyono, red.) masih belum fit 100 persen, butuh perhatian khusus,” tuturnya.

Wafatnya Suharno Harus Jadi Pelecut Semangat

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus meminta skuad Singo Edan tak terus-terusan larut dalam kesedihan. Permintaan itu diungkapkan General Manager Arema, Ruddy Widodo, Jumat (21/8) pagi, di sela menikmati sarapan di salah satu warung dekat Balai Kota Malang.

“Rasa duka pasti ada, tapi harus dijadikan pelecut semangat,” tegas Ruddy, sapaan akrabnya.

Menurutnya, mendiang Suharno pasti sedih jika tahu kepergiannya justru membuat Arema terpuruk. “Apa yang dicita-citakan Pak Harno harus dicapai, ini harus jadi pelecut,” harapannya.

Untuk memberi motivasi itu, Ruddy berjanji datang pada latihan Arema, sore ini, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Dia tak ingin para pemain kehilangan semangat juang untuk meraih prestasi bagi tim kebanggaan Aremania.

Suharno Sempat Sodorkan Nama Pemain Tambahan

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Mendiang pelatih Arema, Suharno, ternyata sempat menyodorkan beberapa nama untuk pemain tambahan, sesaat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dalam meeting bersama jajaran manajemen Arema di rumah makan Warung Nayamul, Rabu (19/8) petang, Suharno memberikan sejumlah nama pemain bidikannya untuk membela Singo Edan. Nama-nama itu diserahkan pada General Manager Arema, Rudy Widodo.

“Di situ juga saya langsung telepon Pak Eko (Eko Subekti, agen pemain) untuk menanyakan status pemain-pemain yang disodorkan beliau,” kata Ruddy Widodo kepada MVoice, Jumat (21/8).

Sayang, Ruddy enggan menyebut nama-nama pemain yang jadi incaran itu. Beberapa saat kemudian Suharno dinyatakan meninggal dunia.

“Pak Eko juga kaget, dia tidak percaya dengan kabar itu, karena sebelumnya memang masih baik-baik saja,” ungkapnya.

IB Belum Bahas Pengganti Suharno

Iwan Budianto. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus belum ingin membicarakan siapa pengganti mediang Suharno sebagai pelatih Arema. CEO Arema, Iwan Budianto, mengaku masih berduka atas kepergian pelatih kelahiran Klaten itu.

“Kami masih dalam suasana berkabung, belum berpikir untuk mencari pengganti beliau,” papar pria yang lekat disapa IB, Jumat (21/8) pagi ini.

“Beberapa hari ke depan jajaran manajemen baru akan berkumpul untuk membahas itu. Kalau sekarang, rasanya tidak etis,” lanjutnya.

Sementara ini, latihan Arema masih akan dipimpin jajaran tim pelatih yang ada. Sesuai jadwal, Jumat (21/8) sore nanti, Arema kembali menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Latihan tepat pukul 15.30 WIB,” kata asisten pelatih Arema, Kuncoro, saat dikonfirmasi MVoice.-

Komunitas