Terkait Arema, Darjoto Ingin Semua Pihak Duduk Bersama

Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setyawan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setyawan ingin semua pihak yang terlibat polemik terkait legalitas Arema agar duduk bersama membicarakan solusi terbaik.

Hal itu diungkapkan, karena ia prihatin melihat permasalahan dualisme kepengurusan yang tak kunjung usai. Darjoto mengakui, sebenarnya ia sudah mundur dari jabatan Pembina Yayasan Arema. Namun, secara legal namanya masih tercatat pada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai Pembina Yayasan Arema.

Karena itu, ia terpanggil untuk ‘turun gunung’ menengahi masalah. “Ini masalah hukum yang harus diikuti pula dengan hukum yang berlaku agar tidak ada interpretasi yang berbeda,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah regenerasi struktur kepengurusan Yayasan Arema menjadi satu-satunya solusi. Selama ini, ia menyayangkan regenerasi itu dijalankan masing-masing pihak secara sendiri-sendiri.

“Secara hukum, Yayasan Arema itu siapa sih? Yang bertindak atas nama yayasan harusnya siapa? Intinya itu harus diperjelas, kalau sudah jelas, semua selesai. Kita semua harus berkumpul, melihat dan meneliti siapa yang berhak menjalankan roda kepengurusan berikutnya,” tandasnya.

Ia ingin, Yayasan Arema kembali menjadi satu kepengurusan yang solid. Untuk itu, pihak yang memiliki saham minoritas juga haris diakomodir. “Pihak minoritas perlu diakomodir dan berembuk. Semua harus happy, senang, dan tidak ada yang merasa dikecilkan,” paparnya.

Ia menegaskan, butuh kebesaran hati masing-masing pihak untuk mengambil keputusan bersama. Dengan begitu, ia yakin masalah tuntas dan sampai akar rumput Aremania bisa bergandeng tangan untuk menjadikan Singo Edan sebagai tim terbaik.-

Hanya Cetak Satu Gol, Kerinduan Samsul pada Aremania Terobati

Bomber Arema Cronus, Samsul Arif Munip. (kanan). (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Samsul Arif Munip mengaku senang dengan kehadiran puluhan ribu Aremania, dalam first match 8 besar Piala Presiden, saat menghadapi Bali United Pusam (BUP) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) malam.

“Dukungan Aremania sangat membantu. Kami cukup lama merindukan mereka memenuhi stadion. Ini cukup mengobati kangen saya,” ungkap pemilik nomor 9 di Arema itu.

Meski begitu, pemain asal Bojonegoro itu menambahkan, jumlah Aremania belum sesuai ekspetasi yang diharapkan. Sejumlah sudut tribun Stadion Kanjuruhan masih terlihat kekosongan.

“Belum sesuai ekspetasi, kami selalu ingin setiap pertandingan penuh, karena kalau Aremania memberi suport pasti main lebih bagus lagi,” tandasnya.

Terkait gol penyelamat yang ia lesakkan di menit 88 pada laga itu, Samsul menilai keberhasilannya adalah hasil kerja keras tim. Namun, ia belum puas dengan skor akhir laga itu.

“Sejujurnya saya kurang puas karena sebenarnya saya lebih memilih defisit satu angka tanpa kebobolan, ini membuat posisi kami lebih sulit,” pungkasnya.-

Bayu Gatra Janji Balas Kekalahan di Bali

Pelatih Bali United Pusam (BUP), Indra Sjafrie (kiri) saat jumpa pers usai pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Striker Bali United Pusam (BUP), Bayu Gatra berjanji kekalahan 2-1 di first match 8 besar Piala Presiden 2015 dari Arema Cronus, akan dibalas pada second match di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/9) mendatang.

Pemilik nomor punggung 23 itu mengakui, para pemain sudah bekerja keras pada laga semalam (19/9). “Sempat unggul, akhirnya kalah. Yang penting kami sudah kerja keras, hasil akhir bukan kami yang menentukan. Mudah-mudahan bisa dibalas saat main di Bali,” ungkapnya.

Pada laga semalam, Bayu Gatra memiliki peran vital saat terjadinya satu gol BUP. Pemain Timnas U-23 dan Timnas senior itu mengobrak-abrik jantung pertahanan Singo Edan, hingga harus dihentikan dengan pelanggaran keras yang dilakukan Fabiano Beltrane.

Wasit pun menunjuk titik putih, sebelum akhirnya sesaat kemudian penalti yang dieksekusi Lerby Eliandry merobek jala gawang kiper Arema, I Made Wardana.

“Ini rejeki dari Allah dan karena strategi pelatih memberi kombinasi di lini belakang lawan. Memang coach bilang agar berani masuk ke kotak penalti. Secara umum, saya tetap bangga dengan teman-teman atas hasil pertandingan,” pungkasnya.-

Kagumi Yel Aremania, Ara: Ini Bentuk Sportivitas

Suporter Bali United Pusam (BUP), Sameton Dewata saat mendukung tim kesayangannya di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait, mengagumi ketertiban Aremania saat menyaksikan tim kesayangannya berlaga menghadapi Bali United Pusam (BUP), pada first match babak 8 besar Piala Presiden 2015, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) malam.

Ia menilai, kekompakan Aremania sangat luar biasa. Suporter yang identik dengan atribut biru-biru ini juga dikenal ramah. Terbukti, mereka menyambut kedatangan suporter tamu Sameton Dewata, dengan yel-yel persaudaraan.

“Ini tidak bisa dibeli dengan apapun. Mereka berperan membangun sportivitas dan fairplay. Kompak sekali mereka. Apalagi cukup banyak juga suporter dari BUP yang datang,” kata Ara, sapaan akrabnya.

Dalam laga semalam, kedua kelompok suporter ini saling berbalas yel-yel, tanpa terjadi kericuhan. Ara -panggilan khas Maruarar– menyebut, hal itu bisa menjadi contoh positif bagi dunia sepak bola Indonesia.

“Ini contoh baik, bagaimana tim tamu berhubungan dengan tuan rumah. Saya pikir ini yang perlu dibangun. Meskipun bersaing tetap sehat,” pungkasnya.-

Indra Sjafrie: Kami Kehilangan Konsentrasi

Pelatih Bali United Pusam (BUP), Indra Sjafrie (kiri) saat jumpa pers usai pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Bali United Pusam (BUP), Indra Sjafrie, menyesalkan kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna begitu saja, akibat dua gol Arema di akhir laga, dalam first match 8 besar Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9).

Tim berjuluk Laskar Tridatu itu harus menelan pil pahit atas kesalahan mereka sendiri. Lengahnya pemain belakang BUP dimanfaatkan para pemain Singo Edan, sehingga kecolongan di menit-menit akhir.

Padahal, BUP sempat unggul lebih dahulu pada menit ke 65 lewat eksekusi penalti Lerby Eliandry. Namun, dua mantan pemain Persela Lamongan, Hendro Siswanto dan Samsul Arif Munip membalikkan keadaan, masing-masing di menit 76 dan 88.

“Kami beberapa menit terakhir kehilangan konsentrasi,” kata Indra Sjafri dalam konferensi pers, usai pertandingan.

Indra menambahkan, cederanya bek sayap kiri Saiful Anwar menjadi penyebab utama timnya menderita kekalahan. Pemain nomor 4 itu harus ditarik keluar sebelum laga usai. “Tapi ada peristiwa cedera yang kami tidak bisa atasi,” tutupnya.

Djamal Aziz: PSSI Terus Lakukan Pembinaan

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Djamal Aziz

MALANGVOICE – Anggota Komite Eksekutif PSSI, Djamal Aziz, memastikan, proses pembinaan atlet sepak bola terus dilakukan, meski PSSI tidak diakui Kemenpora.

“Lho pembinaan ya jalan terus, meski kita tidak diakui Kemenpora, program itu tetap jalan,” kata Djamal kepada MVoice, di Rumah Makan Bang Saleh Malang, beberap menit lalu.

Dikatakannya, meski hingga kini belum mendapat pengakuan Kemenpora, namun PSSI masih diakui FIFA selaku federasi sepak bola internasional.

“Gak masalah, kita gak butuh pengakuan mereka (Kemenpora),” tandasnya.

Ia mengaku, pemecahan masalah terus dilakukan, sembari menunggu kebijakan dari pemerintah. “Kalau memang sudah ada kejelasan, tahun depan kita akan ada kompetisi lagi,” ungkapnya.

Terkait ajang Piala Presiden yang saat ini berlangsung, Djamal Aziz menganggap hal itu bagus saja digelar. Setidaknya hiburan bagi masyarakat pecinta bola.

“Ya ajang itu kan menghibur masyarakat, lagi pula wasit dan pemain bola juga ada pemasukan. Pertanyaanya, setelah ajang ini selesai, terus mau apa, itu kan yang perlu dipikirkan,” pungkasnya.

Meski Kecewa, Pelatih Arema Hormati Keputusan Wasit

Pelatih Arema, Joko Susilo, saat jumpa pers usai pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo, mengaku kecewa atas sejumlah keputusan wasit dalam first match 8 besar Piala Presiden 2015 antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) malam ini.

Tercatat, 7 kali Arema terkena jebakan offside, dua kartu kuning, dan satu hukuman penalti diganjarkan pada Singo Edan. “Sering offside, saya kecewa, tapi saya tidak melihat dalam posisi wasit. Jadi saya tetap menghormati wasit,” ungakapnya, saat jumpa pers usai pertandingan.

Dikatakannya, keputusan wasit memang bisa jadi benar, namun masih perlu diperdebatkan. Terkait fakta di lapangan sesungguhnya, pelatih yang akrab disapa Gethuk itu masih akan memastikannya.

“Mungkin wasit benar, tapi menurut kami bisa jadi mungkin salah. Nanti dilihat saja video pertandingannya bagaimana,” pungkasnya.

Dramatis, Arema Taklukkan BUP 2-1

Para pemain kedua kesebelasan bertarung sengit di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Lakon menang keri. Tampaknya pepatah itu berlaku pada first match 8 besar Piala Presiden 2015 antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9).

Dalam laga yang berjalan ketat itu, Arema harus tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Dalam laga ini, pertandingan baru berjalan 5 menit, Arema sudah mengancam. Penetrasi yang dilakukan Ferry Aman Saragih membuat barisan belakang BUP keteteran.

Pemain yang akrab disapa FAS itu melepaskan umpan terobosak pada Gonzales dan diterima dengan baik. Bola sempat digiring sejenak sebelum akhirnya Gonzales melepaskan sepakan keras. Sayang peluang itu belum berbuah hasil setelah bola mengarah tepat di pelukan kiper BUP.

Menit 19, Gonzales kembali mendapat peluang. Sayang, sepakan pemain berjuluk El Loco itu masih gagal menjebol gawang BUP. Skor sementara masih 0-0.

BUP bukan tanpa peluang. Beberapa kali tim asuhan Indra Sjafrie itu berusaha menekan, tapi masih gagal di tengah jalan akibat kokohnya barisan belakang Singo Edan yang dikomando sang kapten, Fabiano Beltrame.

Memasuki akhir babak pertama, kedua tim masih melancarkan jual beli serangan. Ketatnya pertandingan ditunjukkan dengan keluarnya 4 kartu kuning di babak pertama. Hingga turun minum, skor imbang 0-0 masih bertahan.

Di babak kedua, laga masih berlangsung sengit. Menit 52, kemelut terjadi di mulut gawang BUP. Kone yang datang tiba-tiba langsung menyerobot bola liar. Sepakan keras Kone sukses menjebol gawang BUP, namun wasit menilai pemain asal Pantai Gading itu dalam posisi offside sehingga gol dianulir. Skor sementara masih 0-0.

Lima menit berselang, lagi-lagi Kone menjadi momok bagi barisan bertahan BUP. Pemilik nomor 33 di Arema itu melepaskan tendangan salto, mengarah keras ke arah gawang BUP. Beruntung bagi BUP, bola membentur mistar sehingga belum merubah kedudukan.

Petaka menghinggapi Arema di menit 64. Bayu Gatra yang mendapat peluang emas di kotak telarang mendapat takling keras dari Fabiano Beltram. Wasit yang melihat pelanggaran itu tak segan-segan menunjuk titik putih dan memberi kartu kuning untuk Fabiano.

Lerby yang dipercaya mengeksekusi penalti tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Tendangannya keras, gagal dibendung kiper Arema, I Made Wardana. Skor berubah menjadi 0-1 untuk BUP. Arema tertinggal satu angka.

Tak ingin malu di kandang sendiri, tim asuhan Joko Susilo mencoba bangkit. Serangan bertubi-tubi dilancarkan. Dewi fortuna baru berpihak pada Arema di menit 76.

Adalah Hendro Siswanto yang menjadi pahlawan Singo Edan. Pemain yang baru masuk di babak kedua itu menunjukkan kualitasnya dengan menyerobot bola liar saat terjadi kemelut di mulut gawang BUP. Bola yang melaju keras gagal diantisipasi kiper BUP. Gol, Arema menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol itu tampaknya menjadi pemacu semangat bagi para punggawa Arema. Menit 88, Arema akhirnya berhasil membalik kedudukan setelah Samsul Arif Munip menjebol gawang BUP, memanfaatkan bola mentah. Gol itu merubah skor menjadi 2-1 untuk kemenangan Arema dan bertahan hingga laga usai.

Darjoto: Perlu Regenerasi Struktur Yayasan Arema!

Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setyawan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setyawan, akhirnya ‘turun gunung’ menyikapi polemik legalitas Arema yang hingga kini masih simpang siur.

Darjoto hadir langsung menyaksikan first match 8 besar Piala Presiden 2015 antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9) malam ini.

Ditemui wartawan di sela menyaksikan Singo Edan berlaga, Darjoto mengakui, sebenarnya ia sudah mundur dari jabatan Pembina Yayasan Arema. Namun, secara legal, namanya masih tercatat pada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai Pembina Yayasan Arema.

Ia enggan jika diminta kembali menduduki jabatan itu. Sebagai gantinya, ia ingin ada regenerasi di struktur kepengurusan Yayasan Arema.

“Saya sudah 6 tahun di Yayasan. Harus ada regenerasi. Saya lihat tim kita sudah regenerasi, struktur pengurusjuga harusnya begitu. Saya yakin banyak yang bisa memimpin Arema menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Terkait polemik kepemilikan Arema saat ini, Darjoto menegaskan, harus segera dibentuk struktur baru untuk kembali didaftarkan ke Kemenkumham sebagai pengurus baru Yayasan Arema.

“Harusnya memang dibentuk strukrur baru. Diteliti lagi siapa saja yang sudah mundur, siapa yang masih berwenang. Dengan itu masalah selesai,” pungkasnya.

Ketat, Babak Pertama Arema-BUP Tanpa Gol

MALANGVOICE – First match 8 besar Piala Presiden 2015 antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9), berjalan ketat. Persaingan sengit kedua tim membuat babak pertama hanya berakhir dengan skor 0-0.

Dalam laga ini, pertandingan baru berjalan 5 menit, Arema sudah mengancam. Penetrasi yang dilakukan Ferry Aman Saragih membuat barisan belakang BUP keteteran.

Pemain yang akrab disapa FAS itu melepaskan umpan terobosak pada Gonzales dan diterima dengan baik. Bola sempat digiring sejenak sebelum akhirnya Gonzales melepaskan sepakan keras. Sayang peluang itu belum berbuah hasil setelah bola mengarah tepat di pelukan kiper BUP.

Menit 19, Gonzales kembali mendapat peluang. Sayang, sepakan pemain berjuluk El Loco itu masih gagal menjebol gawang BUP. Skor sementara masih 0-0.

BUP bukan tampa peluang. Beberapa kali tim asuhan Indra Sjafrie itu berusaha menekan, tapi masih gagal di tengah jalan akibat kokohnya barisan belakang Singo Edan yang dikomando sang kapten, Fabiano Beltrame.

Memasuki akhir babak pertama, kedua tim masih melancarkan jual beli serangan. Ketatnya pertandingan ditunjukkan dengan keluarnya 4 kartu kuning di babak pertama. Hingga turun minum, skor imbang 0-0 masih bertahan.

Komunitas