Suasana Duka Selimuti Latihan Arema

Asisten Pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya. (Miski/Malangvoice)

MALANGVOICE – Pemain Arema tetap melakukan latihan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (21/8) pasca meninggalnya Suharno. Tetapi suasana latihan tampak sepi karena masih diselimuti duka.

Asisten Pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya, mengaku suasana latihan terasa sepi tanpa hadirnya sosok Pelatih Arema, Suharno. “Sangat kehilangan pastinya, sosok mas Harno yang suka guyon dan humoris tidak ada lagi di lapangan,” akunya.

Para pemain, lanjut dia, masih dalam kondisi syok pasca meninggalnya Coach Suharno.

Namun, pemain menyadari akan tanggung jawabnya, sehingga ada tidaknya pelatih di lapangan tetap latihan keras. Apalagi jelang turnamen Piala Presiden. “Mas Harno sahabat, saudara dan senior kami, ia sosok pelatih yang jarang ditemui,” papar I Made Pasek Wijaya.-

Dalam Suasana Berduka, Pemain Arema Tetap Latihan

Pemain Arema Cronus saat menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan

MALANGVOICE – Dua hari setelah meninggalnya sang pelatih, Suharno, pemain Arema Cronus kembali menjalani latihan, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (21/8) sore.

Latihan dipimpin langsung I Made Pasek. Hampir semua pemain ikut latihan, kecuali Fabiano B dan Kurnia Meiga. Asisten pelatih Joko Susilo juga tak tampak hadir.

“Pak Gethuk izin, sedang ada urusan di luar,” kata Asisten Pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya, seusai latihan.

Menurutnya, pemain dan tim pelatih dalam suasana berduka, namun perhelatan Piala Presiden semakin dekat. “Kami sedang berduka, kalau tidak latihan, nanti ketinggalan dan persiapan tim kurang maksimal,” tuturnya.

Keceng Belum Fit, Dani Mulai Latihan Ringan

Ahmad Noviandani saat menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan.

MALANGVOICE – Pemain muda Arema Cronus, Ahmad Noviandani yang didera cedera pasca turun di turnamen SoJC mulai terlihat membaik. Jumat (21/8) kemarin sore, ia sudah terlihat latihan, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.

Meski begitu, pemain yang memperkuat Timnas U-23 di SEA Games, Singapura itu menjalani latihan terpisah dari pemain lainnya.

Jebolan Akademi Arema itu mulai menjalani lari-lari sedang secara berkala.

“Masih ringan-ringan latihannya, sekadar memperkuat daya tahan, sudah lama gak merumput jadi butuh adaptasi kembali,” ungkap Fisioterapis Arema, M Yanizar, beberapa menit lalu.

Kondisinya, lanjut dia, sudah mulai meningkat dibanding latihan pertama di Lapangan Abdurahman Saleh.

“Kisaran 50-60 persen lah kondisinya, ke depan lebih meningkat lagi,” paparnya.

Selain Noviandhani, Arif Suyono juga menjalani latihan berbeda. “Kondisi keceng (panggilan Arif Suyono, red.) masih belum fit 100 persen, butuh perhatian khusus,” tuturnya.

Wafatnya Suharno Harus Jadi Pelecut Semangat

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus meminta skuad Singo Edan tak terus-terusan larut dalam kesedihan. Permintaan itu diungkapkan General Manager Arema, Ruddy Widodo, Jumat (21/8) pagi, di sela menikmati sarapan di salah satu warung dekat Balai Kota Malang.

“Rasa duka pasti ada, tapi harus dijadikan pelecut semangat,” tegas Ruddy, sapaan akrabnya.

Menurutnya, mendiang Suharno pasti sedih jika tahu kepergiannya justru membuat Arema terpuruk. “Apa yang dicita-citakan Pak Harno harus dicapai, ini harus jadi pelecut,” harapannya.

Untuk memberi motivasi itu, Ruddy berjanji datang pada latihan Arema, sore ini, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Dia tak ingin para pemain kehilangan semangat juang untuk meraih prestasi bagi tim kebanggaan Aremania.

Suharno Sempat Sodorkan Nama Pemain Tambahan

General Manager Arema, Ruddy Widodo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Mendiang pelatih Arema, Suharno, ternyata sempat menyodorkan beberapa nama untuk pemain tambahan, sesaat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dalam meeting bersama jajaran manajemen Arema di rumah makan Warung Nayamul, Rabu (19/8) petang, Suharno memberikan sejumlah nama pemain bidikannya untuk membela Singo Edan. Nama-nama itu diserahkan pada General Manager Arema, Rudy Widodo.

“Di situ juga saya langsung telepon Pak Eko (Eko Subekti, agen pemain) untuk menanyakan status pemain-pemain yang disodorkan beliau,” kata Ruddy Widodo kepada MVoice, Jumat (21/8).

Sayang, Ruddy enggan menyebut nama-nama pemain yang jadi incaran itu. Beberapa saat kemudian Suharno dinyatakan meninggal dunia.

“Pak Eko juga kaget, dia tidak percaya dengan kabar itu, karena sebelumnya memang masih baik-baik saja,” ungkapnya.

IB Belum Bahas Pengganti Suharno

Iwan Budianto. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Manajemen Arema Cronus belum ingin membicarakan siapa pengganti mediang Suharno sebagai pelatih Arema. CEO Arema, Iwan Budianto, mengaku masih berduka atas kepergian pelatih kelahiran Klaten itu.

“Kami masih dalam suasana berkabung, belum berpikir untuk mencari pengganti beliau,” papar pria yang lekat disapa IB, Jumat (21/8) pagi ini.

“Beberapa hari ke depan jajaran manajemen baru akan berkumpul untuk membahas itu. Kalau sekarang, rasanya tidak etis,” lanjutnya.

Sementara ini, latihan Arema masih akan dipimpin jajaran tim pelatih yang ada. Sesuai jadwal, Jumat (21/8) sore nanti, Arema kembali menjalani latihan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

“Latihan tepat pukul 15.30 WIB,” kata asisten pelatih Arema, Kuncoro, saat dikonfirmasi MVoice.-

Ucapan Duka Mengalir di Media Sosial

MALANGVOICE – Kabar meninggalnya pelatih Arema Cronus, Suharno pada Rabu (19/8) malam ini langsung menyebar dikalangan netizen, khususnya media sosial Twitter.

Seperti pada akun @AremaCronus yang mengabarkan mengenai meninggalnya Once, panggilan Suharno langsung disamber 1.839 retweets dari followersnya.

Mereka seakan tidak percaya dengan kepergian pelatih asal Klaten tersebut secara mendadak.

“Inalillahiwainalillahi, temenan tah rekk..??,” tulis akun @jabritsentiko di twitter.

Dari pemilik akun @AriefRafli menulis doa kepergian Suharno. “Semoga amal ibadah beliau diterima Allah sWT Aamiin..”

Sama dengan pemilik akun @Aremayulia yang menulis duka kepergian pelatih Tim Singo Edan itu. “Orang baik psti meninggalnya dngn cara yg baik.. Semoga keluarga pak no diberi ketabahan”.

Saat ini di twitter nama Suharno menjadi trending topic Indonesia dengan urutan 4 dan ditwit sebanyak 14ribu.-

PSSI Batalkan Piala Proklamasi

MALANGVOICE – Piala Proklamasi yang mempertemukan Arema Cronus kontra Persib Bandung, 22 Agustus 2015, dipastikan batal setelah PSSI resmi memutuskan laga urung digelar.

Pembatalan itu disebabkan dua hal, yakni izin pertandingan dan belum ada kesepakatan dengan stasiun televisi untuk menyiarkan laga itu.

“Mabes Polri masih melakukan kajian di seluruh aspek terhadap PSSI terkait dengan putusan PTUN terhadap SK Menpora. Sementara waktu persiapan pertandingan sudah mepet, jadi kami putuskan untuk dibatalkan,” ujar Sekjend PSSI, Azwan Karim, Rabu (19/8) sore, dalam laman resmi pssi.org.

Ia menambahkan, sebenarnya ada stasiun televisi yang berkenan menyiarkan laga itu jika digelar malam hari. Namun, hasil konsultasi panpel dengan kepolisian, jika izin turun laga hanya bisa dihelat sore hari.

Terkait izin kepolisian, PSSI mendapat hadangan Kemenpora yang mengajukan surat keberatan kepada Mabes Polri atas rencana pertandingan tersebut.

“Prinsipnya Mabes Polri melakukan kajian terlebih dahulu. Tapi ini kan soal waktu yang mepet, apalagi Persib dan Arema juga harus melakoni turnamen Piala Presiden. Sehingga opsi terbaik dibatalkan,” pungkasnya.-

Arema Masih Tunggu Undangan Piala Proklamasi

Pertandingan Arema kontra Persib Bandung (Miski / MalangVoice)

MALANGVOICE – Gelaran PSSI bertajuk Piala Proklamasi yang mempertemukan Persib Bandung dan Arema Cronus, 22 Agustus mendatang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, ternyata belum menemui kejelasan.

Manajemen Arema Cronus belum mendapat undangan resmi terkait duel juara Indonesia Super League (ISL) 2014 kontra juara Inter Island Cup itu. General Manager Arema, Ruddy Widodo memberi deadline hingga 20 Agustus untuk kejelasan laga itu.

“Sejauh ini pembicaraan tentang itu hanya sebatas lisan, belum ada follow up lagi,” kata Ruddy, Rabu (19/8) pagi ini.

Sebenarnya, Ruddy tak mempermasalahkan undangan meski hanya disampaikan lisan. Namun, ia mempertanyakan fasilitas yang didapat Arema untuk turun di ajang itu.

“Kalau lisan ya nggak masalah, tapi kan semua tergantung PSSI jadi atau tidaknya. Sampai sekarang syarat yang kami ajukan belum ditanggapi,” tambahnya.

Syarat yang dimaksud pengusaha travel itu yakni terkait tanggung jawab penyelenggara pada kontestan, seperti match fee, biaya akomodasi, dan transportasi. Sebab, di tengah tidak jelasnya kompetisi sepakbola nasional, Arema tidak mungkin berangkat dengan biaya sendiri lantaran tak ada pemasukan tim.

“Idealnya kalau memang jadi ya kami berangkat tanggal 20 Agustus, kalau sampai 20 Agustus belum berangkat ya berarti batal,” pungkasnya.-

Singo Edan Asah Mental Tandang di Bandung

Pertandingan antara Arema kontra Persib Bandung. (Miski / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus kembali dijadwalkan menghadapi Persib Bandung pada ajang Piala Proklamasi, 22 Agustus mendatang, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Pada laga gelaran PSSI untuk mempertemukan juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Inter Island Cup itu, Arema memanfaatkan sebagai ajang uji mental pemain saat bertandang.

Pelatih Arema, Suharno, menilai, atmosfer pertandingan cukup relevan menjajal mental anak asuhnya. Tim berjuluk Maung Bandung itu memiliki suporter setia, Bobotoh, yang fanatisme dan militansinya tak diragukan.

Apalagi, pertandingan antara Arema dan Persib sarat akan rivalitas kedua suporter yang akhir-akhir ini memiliki hubungan kurang harmonis. “Anak-anak bisa mencoba atmosfer bermain di kandang lawan, terutama di hadapan pendukung Persib,” tambah pelatih asal Klaten itu.

Dikatakannya, pertandingan itu juga harus mampu dimanfaatkan sebagai modal sebelum turun pada Piala Presiden, akhir Agustus nanti. “Di kandang, pemain sudah pernah merasakan saat 11 Agustus lalu, tapi pertandingan tandang juga perlu,” tuturnya.

Komunitas