Suasana Nyaman Perlu Diciptakan dalam Pengenalan Permainan Voli

Gugi Gustaman membagikan ilmunya kepada guru olah raga SMP. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Mantan atlet nasional, Gugi Gustaman menbeberkan ilmu melatih bola voli kepada guru olah raga tingkat SMP, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Jalan Veteran, Rabu (23/9).

Dalam kegiatan itu, Gugi mengaku prihatin dengan menurunnya prestasi dan minat masyarakat memainkan bola voli. “Sekarang ini tidak ada kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, suasana kompetisi tidak lagi ada,” keluhnya.

Karena keprihatinan itu, Gugi meminta guru olah raga yang bersentuhan langsung dengan siswa, kembali memperkenalkan bola voli sebagai olah raga yang menyenangkan untuk dimainkan.

“Bola voli ini permainan beregu. Dalam melatih, pengenalan suasana permainan dan kerjasama harus diciptakan semenarik mungkin. Anak-anak yang kita siapkan bisa senang dan mencintai olah raga ini,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan sejumlah teknik bermain voli, seperti passing, service, smash, dan receive. Ia menyebut, beberapa kesalahan umum saat passing perlu dihindari.

Kesalahan itu, di antaranya kaki yang tidak ditekuk pada awal pengambilan bola. Selain itu, kesalahan lain ialah letak posisi tubuh dengan bola tidak simetris, hasilnya pantulan bola tidak baik.

“Kesalahan dasar seperti ini bisa mengakibatkan olahan bola tidak maksimal,” pungkasnya.-

Ke Bali Singo Edan Boyong 19 Pemain

Pelatih Arema, Joko Susilo, usai memimpin latihan di Stadion Gajayana, Selasa (22/9) sore. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus berniat memboyong 19 pemain ke Bali, untuk turun dalam leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015 menghadapi Bali United Pusam (BUP), Minggu (27/9) mendatang, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali.

Pelatih Arema, Joko Susilo mengatakan, tak bisa membawa seluruh pemainnya demi efektivitas operasional tim. “Tentu kami pilih yang siap bermain. Rencananya membawa 19 pemain,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Mantan bintang Arema di era Galatama itu menuturkan, skuad Singo Edan terbang ke Bali pada Jumat (25/9). Sisa waktu sebelum keberangkatan dimaksimalkan untuk berlatih menyiapkan taktik menghadapi tim besutan Indra Sjafrie.

“Anak-anak latihan terus, hanya libur sehari saat Idul Adha, Kamis (24/9). Jumat (25/9) pagi masih latihan, sorenya berangkat ke Bali. Sabtu (26/9) kami coba lapangan di sana,” pungkasnya.-

Gugi Gustaman Berbagi Pengalaman pada Guru SMP

Mantan atlet bola voli nasional, Gugi Gustaman. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Sebelum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bola voli antar klub junior U-17 digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang, 23-27 September 2015, lebih dulu panitia menggelar coaching clinic.

Mantan atlet nasional, Gugi Gustaman bakal membagi ilmu kepelatihan kepada para guru olah raga tingkat SMP di Kota Malang. Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir dalam coaching clinic yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Jalan Veteran.

“Saya sharing paling hanya dua sampai tiga jam. Saya diminta untuk memberikan pemahaman kepada guru SMP. Diharapkan dari guru smp mengetahui melatih voli yang benar,” ungkapnya.

Dikatakannya, guru olah raga SMP dipilih lantaran bibit atlet berbakat berpotensi muncul dari anak usia SD hingga SMP. “Selama ini lahan tersebut kurang disentuh maksimal. Jadi semoga ini bermanfaat,” pungkasnya.-

Pensiunan Atlet Gelar Kejurnas Voli Junior U-17

Jajaran panitia saat jumpa pers di Va Benne Asian Cuisine Restaurant. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Para pensiunan atlet voli nasional menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bola voli antar klub junior U-17, di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 23-27 September 2015.

Ajang itu kali pertama digagas pemerhati bola voli, Hadi Muhono atas keprihatinan minimnya bola voli Indonesia di kancah internasional.

Gagasan itu mendapat dukungan sejumlah mantan atlet voli, seperti Gugi Gustaman, Harsono, Tjuk Surya, Arnanto Purwoko, Lasmini, dan banyak lagi.

Ketua panitia, Hadi Muhono, yang juga mantan pemain klub Kota Malang era 1960-an, Hiam Malang menyebut, kejuaraan ini diikuti 29 tim dari berbagai daerah. Alumnus SMAK Santo Albertus itu sempat tak menyangka antusias klub amatir sangat tinggi.

“Awalnya kami hanya menargetkan 12 peserta tim putra dan putri. Tapi karena banyak peminat, kami beri kelonggaran jadi 29 tim, konsekuensinya ada babak kualifikasi,” ungkapnya.

Babak kualifikasi digelar Rabu (23/9), hingga menyisakan 12 tim putra dan putri, untuk melanjutkan pertandingan di babak penyisihan di hari berikutnya.

“Semua Peserta murni klub amatir yang selama ini fokus membina pemain, tidak ada namanya beli pemain. Kami ingin dari sini muncul bibit-bibit pemain berbakat,” tandasnya.-

Gethuk Tidak Risau, Aremania: Jangan Cedera Samsul!

Pemain Arema, Samsul Arif Munip. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Bomber Arema Cronus, Samsul Arif Munip, disebut-sebut mengalami cedera saat latihan di Stadion Gajayana, Senin (21/9) kemarin.

Indikasi itu muncul setelah pemain kelahiran Bojonegoro itu sempat menepi, berkonsultasi dengan tim medis Arema ketika latihan masih berlangsung.

Sejumlah Aremania khawatir Samsul tidak bisa turun pada leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015 menghadapi Bali United Pusam (BUP), di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/9) mendatang.

Salah satu Aremania, Hudin Ris Nur Amin, berharap Samsul tidak mengalami cedera parah sehingga masih bisa tampil. Ia menilai, kehadiran Samsul dibutuhkan untuk membawa Singo Edan lolos ke semifinal.

“Dia pemain yang sangat diperlukan di lini depan. Terbukti dia sering jadi penyelamat Arema. Saya berharap Samsul jangan sampai cedera,” ungkap Aremania asal Kota Batu itu.

Sementara itu, pelatih Arema, Joko Susilo tak terlalu risau dengan cedera Samsul. Ia menilai, cedera yang dialami mantan pemain Persela itu tidak parah dan bisa sembuh dalam waktu dekat.

“Hasil pemeriksaan tim medis, Samsul tidak terlalu parah. Semoga dia segera pulih total dan bisa main maksimal,” tandasnya.-

Meski Hanya Butuh Imbang, Arema Target Menang

Pelatih Arema, Joko Susilo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Kemenangan 2-1 dari Bali United Pusam (BUP) pada leg pertama 8 besar Piala Presiden 2015, membuat Arema hanya butuh hasil imbang pada leg kedua, untuk lolos ke semifinal.

Meski begitu, pelatih Arema, Joko Susilo, menegaskan kepada anak asuhnya untuk tidak cukup mencari hasil imbang pada laga di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/9) mendatang.

“Kalau kami tentu ingin menang meskipun hasil imbang sudah cukup,” tutur pelatih yang akrab disapa Gethuk itu.

Karena itu, dia ingin Fabiano Beltrame dan kawan-kawan berlatih serius untuk bisa menunjukkan peforma maksimal saat pertandingan. Sebab, ribuan Aremania diprediksi bakal berbondong-bondong ke Bali untuk mendukung langsung Singo Edan. Tim pelatih tak ingin mengecewakan suporternya.

“Program latihan terus berjalan. Mulai rekondisi dengan latihan ringan dan fitnes, sampai kembali masuk latihan taktik mulai Rabu (23/9) besok,” pungkas bintang Arema di era Galatama itu.-

Punya Tabungan Satu Gol, BUP Yakin Lolos

Pelatih Bali United Pusam (BUP), Indra Sjafrie. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Bali United Pusam (BUP) akan lebih mudah menjalani second match 8 besar Piala Presiden 2015, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, 27 September mendatang.

Sebab, tim asuhan Indra Sjafrie itu memiliki tabungan satu gol, hasil first match di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (19/9) lalu. Prakis, BUP hanya butuh menang 1-0 di kandang mereka, untuk bisa melaju ke semifinal.

Jika pada second match BUP menang 1-0, Arema harus tersingkir meskipun agregat pertandingan imbang 2-2, sebab Arema kalah gol tandang.

Tak salah jika pelatih BUP, Indra Sjafrie yakin mampu membawa tim besutannya lolos. Apalagi, pada second match mereka bertanding di hadapan suporternya sendiri, Sameton Dewata.

“Kalau saya bilang terlalu optimis nanti dikira sombong. Jadi, saya optimis dalam hati saja,” ujarnya.-

Sore ini Latihan, Arema Mulai Tatap Second Match

Arema Cronus saat menghadapi Bali United Pusam di Stadion Kanjuruhan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Usai memetik kemenangan dramatis menghadapi Bali United Pusam (BUP), Sabtu (19/9) lalu pada 8 besar Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Arema mulai menatap laga second match di kandang BUP, Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/9) mendatang.

Tim pelatih tak membiarkan anak asihnya bersantai-santai. Sebab, laga tandang di Bali menjadi penentu lolos-tidaknya tim berjuluk Singo Edan itu.

“Hari ini (21/9) sudah mulai latihan lagi. Nanti sore latihan di Gajayana,” kata pelatih Arema, Joko Susilo.

Sebelumnya, pelatih yang akrab disapa Gethuk itu memberi libur sehari untuk anak asuhnya, kemarin (20/9). Hal itu juga dinilai penting, mengingat para pemain perlu pemulihan stamina pasca bekerja keras dalam pertandingan.

“Ya, libur untuk recovery, mereka kami instruksikan istirahat dan siap pada latihan hari ini,” pungkasnya.-

Di Songgoriti, Ratusan Rider Unjuk Kemampuan Kejurnas Downhill Seri 4

Salah satu rider tengah berusaha menaklukkan arena pertandingan. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Ratusan rider unjuk kemampuan dalam Indonesian Downhill 76 Kejurnas 2015 Seri 4 di Bukit Klemuk, Songgoriti, Batu, Minggu (20/9).

Persaingan sengit terjadi pada setiap kelas yang dipertandingkan. Tak sedikit rider yang harus jatuh ke luar arena dan tak sanggup melanjutkan pertandingan.

Berbeda dari 3 seri sebelumnya, ajang kali ini masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) sehingga para peserta akan mendapatkan point dari UCI dengan Class 3 event.

Dengan masuk dalam kalender UCI, pada perlombaan kali ini ini dipertandingkan 11 kelas, terdiri dari Grand Master, Veteran, Master (A, B, C), Men Youth, Men Sports, Women Elite, Men Junior, Men Expert dan Men Elite.

Persaingan ketat dalam seri 4 sudah terjadi sejak sesi Seeding Run, Sabtu kemarin (19/9). Ratusan rider yang berhasil menyelesaikan Seeding Run, terus menunjukkan kemampuan terbaiknya pada Final Run, Minggu hari ini.

Mereka tampak tak peduli dengan berbagai tantangan track downhill yang juga pernah digunakan pada ajang serupa pada tahun lalu. Beberapa perbedaan track, coba ditaklukkan seperti panjang lintasan mencapai 1.450 meter dan vertical drop 210 meter.

Ketua Indonesian Downhill (IDH), Parama Nugroho menyebut, ajang kali ini sangat sukses. “Sebanyak 310 peserta ikut pada seri ini. Beberapa ada yang dari Prancis, Vietnam, dan Malaysia. Di sini, rider diberi tantangan alami dan berpacu melawan waktu,” tandasnya.-

Terjual 22.249 Lembar, Panpel Kecewa Masih Ada Penonton Tanpa Tiket

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Panpel Arema berhasil menjual 22.249 lembar tiket pada first match 8 besar Piala Presiden antara Arema Cronus kontra Bali United Pusam (BUP), di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (19/9) malam.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, mengucapkan terima kasih pada puluhan ribu Aremania yang hadir langsung memberi dukungan pada Singo Edan. “Kami sampaikan terima kasih setinggi-tingginya. Ini bukti Aremania suporter sejati, loyalitasnya tidak diragukan,” ungkapnya.

Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan itu menilai, dukungan pemain ke-12 ini mampu membantu tim di lapangan dan financial manajemen. “Ini hal yang sangat menggembirakan manajemen. Hasilnya bisa untuk menambah financial dan biaya operasional ke depan,” tandasnya.

Haris juga mengapresiasi pendukung BUP, Sameton Dewata yang mampu menjaga ketertiban selama pertandingan. Menurutnya, nyaris tak ada keributan berarti selama laga berlangsung.

Meski begitu, terkait tiket, Haris menyebut masih ada kebocoran. Banyak suporter tanpa tiket yang mampu menembus ke dalam tribun.

“Kami sudah antisipasi sebenarnya, tapi bagaimana lagi. Problemnya, beberapa korwil Aremania yang mendapat jatah masuk gratis, mengambil jatah lebih banyak dari yang ditentukan,” keluhnya.

Komunitas