Papua Mendapat Pelajaran Berharga

Pelatih tim Pra PON Papua, Djoko Susilo. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Tim Pra PON Papua memetik pelajaran berharga usai mengalami kekalahan 0-1 dari Arema Cronus pada laga uji coba di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (15/9) sore.

Pelatih tim Pra PON Papua, Djoko Susilo mengakui, targetnya sudah terpenuhi. “Sejauh ini trend anak-anak selalu naik. Kami main lawan klub lokal di Papua selalu menang besar, tapi di sini kami dapat tekanan, bagi saya penting,” ujar Djoko.

Mantan pelatih Persiwa Wamena dan Semen Padang itu menilai, menghadapi tim sekelas Singo Edan merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan. Ia tak mencari kalah-menang, namun lebih mengasah mental tanding anak asuhnya.

“Hasilnya, anak-anak tidak minder lawan nama besar Arema. Meskipun pemain sudah capek, tapi moril mereka bagus, berani memberi perlawanan,” ungkap pria asal Dampit, Kabupaten Malang itu.

Laga menghadapi Arema merupakan uji coba terakhir bagi Pra PON Papua. Sebelumnya, mereka telah menjalani 9 uji coba selama di Pulau Jawa. “Setelah ini kami pulang dan langsung persiapan akhir sebelum Pra PON mulai 4 Oktober,” ungkap Djoko.-

Unggul Tipis, Gethuk Maklumi Kondisi Pemain

Pelatih Arema, Joko Susilo, usai pertandingan di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus hanya mampu unggul tipis 1-0 atas tim Pra PON Papua, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (15/9) sore ini.

Pada laga yang digelar 2 x 30 menit itu, gol semata wayang Singo Edan dicetak Suroso pada menit 43 melalui sundulan kepala memanfaatkan bola mentah tepisan kiper Pra PON Papua.

Pelatih Arema, Joko Susilo menurunkan pemain lapis kedua di pertandingan itu. Di lini depan ada nama Sunarto dan Arif Suyono.

Sektor tengah terdapat Hendro Siswanto, Morimakan Koita, Dio Permana, dan Ferry Aman Saragih. Sementara di barisan belakang ada nama Purwaka Yudhi, Suroso, Benny Wahyudi, dan Gilang Ginarsa.

Nama-nama itu turun di babak pertama, dengan gawang yang dijaga Kurnia Meiga. Di babak kedua, Meiga digantikan I Made Wardana.

Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu juga memasukkan tiga pemain lain, yakni Oky Derry Adryan, Nanda Bagus, dan M Junda Irawan. Ketiganya menggantikan Benny Wahyudi, Purwaka Yudhi, dan Hendro Siswanto.

Di pertengahan babak kedua, I Made Wardana ditarik digantikan Utam Rusdiana untuk mengawal gawang Arema hingga laga usai.

Menanggapi hasil ini, Joko Susilo maklum atas raihan itu. Pasalnya, para pemain baru saja menjalani penggemblengan latihan fisik pada beberapa sesi latihan.

“Melihat potensi pemain lapis kedua yang hari ini bermain, saya pikir ini bagus. Dalam kondisi habis latihan fisik berat, mereka masih bisa main. Hanya saja saat transisi menyerang ke bertahan agak bermasalah. Tapi itu bisa dimaklumi,” tandasnya.-

Pemain Lapis Dua Tak Mampu Cetak Gol

Para pemain kedua kesebelasan siap berlaga. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus menurunkan pemain lapis kedua pada laga uji coba menghadapi tim Pra PON Papua, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (15/9).

Hingga babak pertama usai, Arema masih belum mampu mencetak gol. Sebaliknya, tim lawan juga tak mampu mengembangkan permainan menghadapi Singo Edan.

Di babak pertama, gawang Arema dijaga Kurnia Meiga. Sementara, di lini depan ada nama Sunarto dan Arif Suyono.

Sektor tengah terdapat Hendro Siswanti, Morimakan Koita, Dio Permana, dan Ferry Aman Saragih. Sementara di barisan depan ada nama Purwaka Yudhi, Suroso, Benny Wahyudi, dan Gilang Ginarsa.

Meski menguasai pertandingan dalam laga ini, Arema belum mampu membuka kemenangan. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.-

Arema Jajal Strategi Khusus Hadapi BUP

Para pemain Arema saat sesi latihan di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pada laga uji coba menghadapi Pra PON Papua di Stadion Gajayana, Selasa (15/9) sore nanti, Arema Cronus bakal menjajal strategi khusus jelang menghadapi Bali United Pusam (BUP).

Pelatih Arema, Joko Susilo mengaku tak ada target terkait hasil pertandingan uji coba nanti. Target Arema, tak lain adalah menjalankan program latihan.

“Uji coba hanya persiapan untuk menghadapi Bali, tidak terlalu serius meraih skor. Ini rangkaian program latihan saja,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Terkait komposisi pemain yang diturunkan, Gethuk menyebut, bisa jadi para pemain itu cerminan yang bakal diturunkan saat menghadapi BUP.

“Tapi dilihat saja nanti. Wartawan pasti bisa menilai sendiri siapa-siapa yang turun dan pakai strategi bagaimana,” pungkas Gethuk.-

Motivasi Pemain Arema Rebut Hadiah Besar

General Manager Arema Cronus, Rudi Widodo. (Deny)

MALANGVOICE – Manajemen Arema mengingatkan para pemain agar berjuang sungguh-sungguh agar bisa terus berlaga di Piala Presiden 2015 hingga partai puncak.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, mengaku sering memotivasi Juan Revi dan kawan-kawan, supaya bisa meraih hasil maksimal pada setiap laga.

“Sering kamj ingatkan ke anak-anak, ini kesempatan main sepak bola belum tentu ada lagi. Kapan lagi dapat kesempatan bertanding,” ujar Ruddy.

Pria tambun itu menyebut, hajatan Piala Presiden harus dimanfaatkan Singo Edan menghidupi tim. Selain diiming-imingi bonus dari manajemen Arema, reward yang diberikan Mahaka Sports juga jadi motivasi tersendiri.

“Hadiahnya kan juga luar biasa. Piala Presiden ini cuma 15 hari, tapi hadiah melebihi ISL,” kata pengusaha travel itu.

Pada ajang ini, total hadiah mencapai Rp 26,5 miliar. Tim juara berhak membawa pulang Rp 3 miliar, runner up Rp 2 miliar, juara ketiga Rp 1 miliar, sedangkan peringkat keempat diguyur Rp 500 juta.

Klub-klub yang masuk delapan besar dan semifinal juga akan memperoleh dana Rp 250 juta, di mana dana itu di luar dari hadiah sebagai juara sampai peringkat keempat.

Selain itu, pada babak penyisihan lalu, masing-masing klub juga mendapat match fee dan uang transport dengan total Rp 600 juta selama babak penyisihan berlangsung.-

Tanpa Bustomi, Gethuk Minta Pemain Lain Siap

Skuad Singo Edan menjalani penggemblengan fisik di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus dipastikan kehilangan sang kapten, Ahmad Bustomi, pada pertandingan babak 8 besar Piala Presiden 2015 menghadapi Bali United Pusam (BUP), Sabtu (19/9) mendatang.

Bustomi absen karena harus berangkat ke Makkah untuk menjalankan ibadah haji. Pelatih Arema, Joko Susilo, mengatakan, Bustomi telah izin jauh-jauh hari. ”Sebenarnya dia sudah izin lama, tapi belum saya sampaikan ke publik,” ungkap Gethuk, sapaan akrabnya, Senin (14/9).

Pemain yang baru-baru ini mengganti gaya rambutnya itu dijadwalkan terbang ke tanah suci, Selasa (15/9) besok. Tanpa Bustomi, Gethuk meminta para pemain lain siap mengisi kekosongan di lini tengah.

Gethuk juga telah mengantisipasi kepergian Bustomi dengan melakukan sejumlah otak-atik komposisi pemain selama babak penyisihan.

“Bustomi hilang, yang lain harus siap. Makanya kemarin kami tidak mainkan dia full. Sudah tiga kali Bustomi kami ganti untuk beri kesempatan pemain lain,” tandas Gethuk.

Dokter Nanang Absen, Arema Angkat Asisten Dokter

Asisten dokter Arema, Alfin Abdillah. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Arema Cronus bakal kehilangan dokter tim, Nanang Tri Wahyudi, selama sisa laga Piala Presiden 2015.

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengatakan, Nanang sudah izin meninggalkan Arema untuk sementara waktu. “Dokter Nanang pergi ibadah haji. Sebagai gantinya ada asisten dokter yang diminta menghandel kesehatan pemain,” kata Ruddy kepada MVoice.

Asisten dokter tim Arema yang baru diangkat yakni Alfin Abdillah. Perawat yang sebelumnya menangani kesehatan akademi sepak bola milik Aji Santoso, ASIFA itu sudah mulai memantau para pemain Arema dalam latihan di Stadion Gajayana, Senin (14/9).

“Saya memang ditugaskan dari dokter Nanang, sementara menggantikan beliau sampai Piala Presiden selesai,” kata Alfin, sapaan akrabnya.

Ia mengaku belum mengetahui kondisi kesehatan Arema. “Saya baru hari ini bersama Arema. Ini sambil memantau,” urainya.-

Mahaka Pastikan Laga Arema Sabtu Malam

Arema Cronus saat bertanding dalam babak penyisihan Grup B Piala Presiden. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Mahaka Sports selaku penyelenggara Piala Presiden 2015, akhirnya memastikan jadwal pertandingan babak 8 besar.

Media Officer Arema, mengaku telah mendapat informasi dari Mahaka Sports dam dipastikan laga Arema menjamu tim asuhan Indra Sjafrie digelar Sabtu (19/9) pukul 18.00 WIB, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sementara itu, leg kedua di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, berlangsung pada 27 September pukul 19.00 WITA. Terkait harga tiket laga home Arema, Sudarmaji mengatakan, manajemen masih akan berkoordinasi dengan panpel.

“Nunggu rapat panpel besok (15/9). Tapi sebelumnya pernah disosialisasikan kalau babak 8 besar kemungkinan tiket dinaikkan karena berkaitan dengan operasional, kepastiannya belum,” kata pria asal Banyuwangi itu.-

Hero Tito Serahkan Piala pada Owner d’Kross BC

Hero Tito menyerahkan piala hasil kemenangan laga internasional non title versi WBC kepada owner d'Kross BC, Ade Herawanto. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Hero Tito menyerahkan piala hasil kemenangan laga internasional non title versi WBC di kelas super featherwight 58,9 kg / ringan junior kepada owner d’Kross BC, Ade Herawanto, di Kantor Dispenda Kota Malang, Senin (14/9) siang ini.

Dalam penyerahan itu, Hero sempat menceritakan kronologi pertarungan menghadapi petinju Jepang, Hurricane Futa, Jumat (11/9) lalu. Hero menyebut, sempat mengalami robek pada pelipis kanan dan mendapat 6 jahitan.

Namun, pada ronde berikutnya giliran Hurricane yang mengalami robek, dengan 8 jahitan. Manajer d’Kross BC, Eko Nur Cahyo, menilai, raihan Hero Tito sangat membanggakan.

“Ini juga berkat latihan keras Hero. Setelah melawan Jack Asis 27 Juni lalu, dia terus memacu latihan. Kemudian saat dapat tawaran main di Tiongkok, peformanya semakin lebih bagus,” ujar wartawan senior Surya itu.

Sementara itu, owner d’Kross BC, Ade Herawanto mengaku bangga atas raihan anak asuhnya. Piala yang diterima ini, bakal diserahkan ke Wali Kota Malang, HM Anton, sebagai bukti torehan prestasi arek Ngalam di kancah internasional.

“Piala ini saya titipkan ke manajer d’Kross BC, selanjutnya diserahkan ke Pak Wali Kota. Ini prestasi yang sangat membanggakan bumi Arema,” kata Ade.

Keluarga Irfan Bachdim Seleksi Pemain Pra Sejahtera

Fandy Bachdim, kakak dari Irfan Bachdim saat memberikan seragam bola kepada siswa Sekolah Bola (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Keluarga pesepakbola Irfan Bachdim melakukan coaching clinic dan pemberian santunan kepada puluhan siswa sekolah bola pra sejahtera di Lapangan Kusuma Agrowisata, Batu, Senin (13/9) pagi ini.

Selain memberikan santunan berupa seragam bola, keluarga Bachdim juga akan mengambil beberapa pemain yang bagus untuk dididik lebih lanjut hingga menjadi pemain profesional.

Hingga saat ini, ayah dari Irfan Bachdim, Nouval Bachdim menjadi wasit dalam permainan bola dua klub anak kurang mampu. Sementara Fandy Bachdim, serius memantau permainan pemain. “So sorry, I have to watch. Children from everywhere in Malang Raya,” kata Fandy kepada MVoice.

Ketua Forum Sekolah Sepak Bola se Malang Raya, Haris Tofly mengatakan pihaknya mendukung apa yang dilakukan Yayasan Bachdim dengan memberikan bantuan dan motivasi kepada pemain bola usia dini.

“Ada dua aspek yang penting, pertama aspek olahraga tentunya kegiatan ini menumbuhkembangkan minat sedini mungkin, kedua aspek kemanusiaan dengan memberi bantuan. Kedua hal ini sangat baik bagi perkembangan sepak bola di Malang Raya,” kata Haris.

Selain itu, Haris juga berharap agar siswa sepak bola bisa memanfaatkan moment tersebut karena siapa tahu yang terbaik bisa dibawa ke Belanda atau tempat lainnya guna dilatih.-

Komunitas