Gethuk: Kompetisi Nasional Berjenjang Harus Bergulir

Pelatih Arema, Joko Susilo, memimpin anak asuhnya berlatih. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo, berharap iklim sepak bola Indonesia kembali kondusif. Menurutnya, kompetisi nasional harus segera bergulir.

Hal itu penting, demi perkembangan prestasi sepak bola di Tanah Air. “Kompetisi nasional berjenjang harus segera berjalan. Bukan hanya senior dan profesional, tapi semua jenjang kelompok usia harus ada kompetisi,” urainya.

Saat ini banyak sekali dampak yang diakibatkan tidak adanya kompetisi. Pembinaan pemain tidak bisa maksimal, karena tidak adanya Timnas Indonesia di berbagai jenjang usia.

Keinginan Gethuk, sapaan akrab Joko Susilo, juga telah disampaikan langsung di hadapan Presiden RI, Joko Widodo, dalam sebuah pertemuan di Istana, beberapa waktu lalu. Ia senang bisa menyampaikan unek-unek secara langsung.

“Alhamdulillah bisa langsung saya aspirasikan. Beliau (Presiden) memiliki keinginan sama. Mudah-mudahan segera terealisasi,” ungkapnya.-

Persiapan Matang, MILS Turunkan Atlet Terbaik

Atlet sepatu roda MILS siap menunjukkan peforma terbaik. (Istimewa)

MALANGVOICE – Malang Inline Skate (MILS) akan menurunkan atlet terbaiknya pada kejuaraan sepatu roda antar klub se-Indonesia bertajuk Bupati Malang Cup IV 2015, 24-25 Oktober.

Hal itu membuat pelatih MILS, Yuhartono, optimis tim besutannya mampu meraih target juara umum pada ajang yang memperebutkan 130 medali dari 16 kelas yang diperlombakan.

“Persiapan kami hingga latihan terakhir sudah mencapai 90 persen. Yang jelas kami sudah siap bertanding, atlet siap menunjukkan kemampuan terbaik,” tegas Pak Yu, sapaan akrabnya.

Dijelaskan, atlet andalan MILS yang berpeluang besar menyumbangkan medali yakni, Yossy Aditya Nugraha di kelas junior putra, serta Romeo dan Zaula Muzaky di KU speed C putra.

Selain itu di kelompok putri, ada Aninda Rizka dan Syahrani Ayu Putri yang akan diturunkan di kelas D, serta di kelas C putri yang akan diandalkan yakni Putri Alisya. Pada KU B Putra, Rafli Bagus dan Rifky digadang-gadang menggondol medali.

“Romeo akan turun di 300 meter ITT, 500 meter dan 5000 meter. Sementara Zaula di 300 ITT, 500 meter dan 100 meter speed putra. Kalau Aninda akan turun di 300 meter ITT, 500 meter dan 1000 meter. Mereka bisa bersaing dengan atlet andalan klub lain,” pungkasnya.-

MILS Target Juara Umum Bupati Cup

Atlet MILS berlatih di lintasan Bandara Abd Saleh. (Istimewa)

MALANGVOICE – Malang Inline Skate (MILS) menargetkan juara umum pada kejuaraan sepatu roda antar klub se-Indonesia bertajuk Bupati Malang Cup IV 2015, 24-25 Oktober.

Sebanyak 36 atlet sepatu roda terbaik milik MILS, akan turun memperebutkan 130 medali dari 16 kelas yang diperlombakan. “Target kami juara umum. Sampai saat ini, pesaing terberat kami masih Kairos Semarang,” kata pelatih MILS, Yuhartono.

Dari 36 atlet yang bertanding, 16 atlet diturunkan di kelas speed, 16 atlet di kelas standar dan 4 atlet di kelas pemula. Menurut Yuhartono, target juara umum bukan tanpa acuan.

Ia mengambil dasar pada evaluasi hasil Kejuaraaan Solo Open, beberapa waktu lalu. Kala itu, MILS menempati urutan 3 di kelas pemula. Sementara, kelas standar MILS menempati urutan 2 dan di kelas speed menempati urutan 3.

“Ini jadi dasar kami menghitung target yang realistis dicapai,” tegas Pak Yu, sapaan akrabnya.-

Aremanita: Kompetisi Nasional Harus Segara Berjalan!

Diandra Laksmita Resmi (tengah).

MALANGVOICE – Kerinduan terhadap kompetisi sepak bola nasional dirasakan berbagai kalangan, termasuk kelompok suporter. Tak hanya pria, kaum hawa pun ingin kompetisi segera terlaksana.

Salah seorang Aremanita, Diandra Laksmita Resmi, berharap kompetisi nasional yang penyelenggaraannya jelas segera terlaksana. Menurutnya, tanpa kompetisi iklim sepak bola di Indonesia makin tak menentu.

“Status pemain maupun elemen di dalamnya jadi seperti digantung tidak jelas,” keluhnya.

Sebagai suporter, tentu ia ingin Arema berprestasi. Puncak prestasi paling membanggakan ialah menjuarai kompetisi tertinggi nasional. Selain memiliki gengsi, melalui kompetisi, sebuah klub mampu membuktikan diri sebagai yang terbaik dari klub lain di Indonesia.

“Tanpa kompetisi banyak aspek negatifnya. Belum lagi pihak dari luar akan berpikiran negatif terhadap sepak bola Indonesia dan itu cukup merugikan,” tandasnya.

Tanpa Kompetisi, Pemain Arema Tak Punya Tujuan

Pemain Arema Cronus, I Gede Sukadana (kanan).

MALANGVOICE – Pemain Arema Cronus, I Gede Sukadana, mengakui, tidak adanya kompetisi menimbulkan banyak dampak negatif bagi pemain sepak bola.

Meski Presiden Joko Widodo menjanjikan sepak bola tetap berlanjut, realisasi yang hanya berupa turnamen dinilai kurang. “Ya menurut saya turnamen masih kurang. Lebih baik ada kompetisi,” kata Sukadana.

Pemain berdarah Bali itu menilai, peforma pemain kurang stabil jika hanya turun pada turnamen. “Kalau liga, jelas stabil karena jadwalnya tertata,” paparnya.

Selain itu, tidak adanya Timnas Indonesia akibat sanksi FIFA membuat pemain tak lagi memiliki tujuan.

“Susah mas, semua pemain menunjukan permainan bagus pasti karena ingin masuk Timnas. Kalau sekarang, main bola seperti tidak ada tujuan,” tutupnya.

Ditantang Martapura FC, Arema Rapatkan Barisan

Skuad Arema Cronus berlatih di Stadion Gajayana. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Arema Cronus kembali dijadwalkan menggelar latihan Kamis (22/10), besok sore. Jadwal libur tim Singo Edan dipangkas, menyusul tantangan uji coba menghadapi Martapura FC di Stadion Demang Lehman Martapura, Desa Indrasari, Banjar.

“Kami harus berujicoba ke Martapura melawan Martapura FC,” kata pelatih Arema, Joko Susilo.

Rencananya, laga uji coba dihelat 31 Oktober mendatang. Meski hanya uji coba, Joko Susilo mengaku tak ingin menyepelekan.

“Maka dari itu kami gelar latihan. Kalau libur terlalu panjang nanti kondisi tim tidak siap,” kata Gethuk, sapaan akrabnya.

Uji coba ini juga dimanfaatkan sebagai persiapan tim jelang berlangsungnya sejumlah turnamen pada November mendatang.

Pada laga uji coba ini, dipastikan Arema tanpa duo Afrika, Lancine Kone dan Morimakan Koita yang kontraknya sudah habis.-

Jokowi Janji Sepak Bola Terus Jalan

MALANGVOICE – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), menjanjikan sepak bola Indonesia terus berjalan. Hal itu diungkapkan saat berjumpa sejumlah perwakilan peserta Piala Presiden 2015, di Istana Negara, semalam.

Dalam kegiatan itu, Arema sebagai peringkat ketiga Piala Presiden diwakili pelatih, Joko Susilo; asisten pelatih, Kuncoro; General Manager, Ruddy Widodo; dan Media Officer, Sudarmaji.

Menurut Sudarmaji, Jokowi ingin dunia sepak bola nasional tetap bergairah seperti kondisi saat Piala Presiden berlangsung. “Presiden apresiasi dengan antusiasme klub dan masyarakat dalam turnamen Piala Presiden,” ungkapnya.

Selain itu, pada pertengahan November, akan digelar turnamen yang kembali melibatkan tim-tim besar. “November akan ada lagi turnamen, belum ada nama, tapi Presiden sudah perintahkan agar terus ada turnamen,” imbuh pria asal Banyuwangi itu.

Namun, disebut-sebut sejumlah turnamen yang akan dihelat, yakni Piala Panglima TNI kemudian menyusul Indonesia Super Cup. Dua turnamen itu akan disupervisi Tim Transisi Kemenpora, sebagai ‘pengganti’ PSSI yang saat ini dibekukan pemerintah.

Kone Senang Tinggalkan Kesan Positif untuk Aremania

Ribuan Aremania setia mendukung Singo Edan bertanding. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Seiring berakhirnya helatan Piala Presiden 2015, kontrak dua pemain asing asal Afrika, Morimakan Koita dan Lancine Kone, juga rampung. Keduanya dipastikan tak lagi berkostum Arema.

Lancine Kone, mengaku senang bermain bersama skuad Singo Edan, meski tidak sampai hitungan tahun. “Kesempatan pertama main di Arema dalam sebuah turnamen, langsung juara tiga, saya senang. Saya datang dan keluar meninggalkan hal positif,” ungkapnya.

Hasil yang ditorehkan, menurut Kone, tak bisa lepas dari kekompakan tim, mulai pengurus, pelatih, pemain dan suporter.

“Ya, Alhamdulillah ini berkat tim. Menurut saya, juara tiga untuk semua, terutama dukungan publik Aremania,” tambah pemain kelahiran Pantai Gading itu.

Kone mengaku, belum berpikir untuk kembali bermain di Indonesia. Iklim sepak bola nasional yang belum kondusif, membuatnya tak gegabah ambil keputusan.

Mantan pemain Sriwijaya FC itu juga belum tertarik kembali berkostum Arema, jika ditawari perpanjangan kontrak.

“Saya lihat situasi dulu, karena kompetisi serba tidak jelas,” tandasnya.

Kone dijadwalkan kembali ke Afrika pada 25 Oktober mendatang, bersama Morimakan Koita. Kone pulang ke Pantai Gading, sedangkan Koita kembali ke Mali.-

Terkait Komitmen, PSSI Evaluasi Mahaka

Salah satu pertandingan Piala Presiden 2015. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sukses gelaran Piala Presiden 2015 ternyata menyisakan sejumlah catatan. PSSI memberi evaluasi kepada Mahaka Sports and Entertaiment, terkait komitmen promotor itu selama hajatan yang memunculkan Persib Bandung sebagai juara.

“Kami memberi beberapa catatan penting kepada Mahaka, sekaligus sebagai bahan evaluasi kita semua. Catatan ini sengaja kami sampaikan kepada publik, agar masyarakat tidak terus menerus dibohongi. Piala Presiden berlangsung tanpa PSSI, dan lainnya, itu informasi salah dan menyesatkan,” ungkap Sekjen PSSI, Azwan Karim, hari ini, sesuai siaran pers yang diterima MVoice.

Catatan pertama menjelaskan, ide turnamen ini digagas sejumlah klub ISL (Indonesia Super Liga) bersama Mahaka Sport, setelah mengetahui kompetisi ISL 2015 tidak dapat digelar. Namun semua klub ISL peserta Piala Presiden memberi syarat agar turnamen ini mendapat rekomendasi PSSI. Sebab, bila tanpa PSSI, mereka sebagai anggota PSSI tidak akan mau ikut serta.

Kedua, Mahaka juga meminta PSSI agar dapat menggunakan perangkat pertandingan yang digunakan di kompetisi ISL. “Pak Hasani menemui kami, memohon agar PSSI menugaskan perangkat pertandingan yang digunakan di ISL. Sebab, bila perangkatnya bukan dari ISL, Hasani menyatakan dirinya akan membatalkan turnamen itu, karena pasti tidak berkualitas dan tak layak jual,” urai Azwan.

Azwan melanjutkan, ada kesepakatan antara PSSI dan Mahaka yang diwakili Maruarar Sirait. Saat itu Maruarar menemui Presiden PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, di Singapura, agar PSSI memberi rekomendasi dan perangkat pertandingan. La Nyalla setuju dengan syarat, Piala Presiden dijadikan even pre-session ISL, untuk dilanjutkan kompetisi ISL musim 2015/2016 di akhir November 2015.

“Ara menyanggupi dan berkomitmen membantu perizinan ISL di kepolisian. Tetapi ternyata ISL tetap tidak boleh dijalankan oleh Menpora,” tandas Azwan.

PSSI menilai, dari sejumlah catatan itu, Mahaka terbukti tidak komitmen menjalankan beberapa kesepatan. Bahkan PSSI merasa tersinggung saat acara pembukaan di Bali.

“Kesekjenan PSSI akan memberikan masukan kepada Komite Eksekutif untuk memberi catatan khusus kepada Mahaka Sport,” pungkas Azwan.

Fabiano Izin Pulang Kampung ke Brasil

Fabiano Beltrame.

MALANGVOICE – Legiun asing Arema Cronus, Fabiano Beltrame, memutuskan kembali ke kampung halamannya di Brasil, pekan ini.

Keputusan itu ia tetapkan usai gelaran Piala Presiden 2015 rampung. Namun, kepulangannya ke negeri yang terkenal dengan sepak bola khas Amerika Latin, itu hanya sementara.

“Saya harus pulang ke Brasil karena anak saya ulang tahun. Saya ingin merayakan bersama keluarga di sana,” kata Fabiano.

Mantan pemain Persela Lamongan dan Persija Jakarta ini menambahkan, kepulangannya ke Brasil juga untuk memberi kado istimewa bagi sang anak. “Saya sudah siapkan kado. Anak saya juga bilang ‘papa harus pulang’, jadi saya tidak bisa menolak keinginannya,” tandasnya.

Sejak membela Arema awal Januari lalu, pemain kerap dipercaya sebagai kapten ini sebenarnya sempat memboyong keluarganya ke Malang. Namun, karena kompetisi sepak bola nasional terhenti, ia terpaksa memulangkan istri dan kedua anaknya ke Brasil.-

Komunitas