Periksa Khoiri, Panwaslu Ajukan 10 Pertanyaan

Komisioner Panwaslu, George Da Silva

MALANGVOICE – Panwaslu Kabupaten Malang mengajukan 10 pertanyaan kepada Khoiri, yang dilaporkan telah membuat keributan saat kampanye pasangan Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, di Dampit, beberapa waktu lalu.

Komisioner Panwaslu, George Da Silva menyebut, pihaknya butuh klarifikasi dan mengajukan pertanyaan sebagai pelengkap penyelidikan atas laporan tim sukses pasangan Dewi Sri.

“Tadi kami sudah ajukan 10 pertanyaan, dan semuanya dijawab. Dibuktikan dengan tanda tangan jika jawabannya benar adanya di ruang Reskrim Polres Malang. Besok sore baru kami putuskan, bukan sore ini,” katanya saat kepada MVoice, Senin (14/9).

Pertanyaan dilakukan di ruang Reskrim Polres Malang karena status Khoiri masih dalam pemeriksaan polisi atas kepemilikan senjata tajam.

Salah satu isi pertanyaan yang disampaikan kepada Khoiri, apakah tersangka mengacungkan senjata tajam atau tidak? ”Jawaban tersangka tidak mengacungkan, ketika masuk pabrik sajamnya dibuang ke pojok pabrik sembari memarkir sepeda motor,” jelas George da Silva.

Karena tidak mau saat aparat kepolisian menyuruhnya pulang, lantas tersangka dibekuk dan dibawa ke Polsek Dampit.

Selain itu, tersangka mengaku kali pertama mencari Juda, mantan petinggi Desa Pamotan, Dampit.

“Tersangka disarankan ketemu sama H Zaini atau di pabrik dikenal H Nitun, dalam keadaan mabuk. Dia juga tidak tahu kalau ada kampanye paslon,” ungkap George lebih lanjut.

Keterangan tersangka tidak berbeda jauh dengan saksi-saksi yang terlebih dahulu dimintai klarifikasi. Dua saksi, Sugeng Lestari mengaku tidak melihat tersangka membawa senjata tajam.

Sedangkan, saksi Triyanto Wijaya mengakui jika tersangka membawa senjata tajam, tetapi sajam itu dibuang di pojok pabrik.

Kendati begitu, keputusan masuk tindak kriminal atau tidak baru diputuskan Selasa (15/9) sore. “Saksi juga mengakui kalau tersangka tidak mengacungkan sajam ke paslon,” pungkasnya.-

Santriwati Penderita Difteri Dinyatakan Sembuh

Sri Rahati (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Dinas Kesehatan Kota Batu mengonfirmasi bahwa satu pasien yang menderita penyakit menular mematikan sudah sembuh. Gadis yang diketahui bernama Muslikah ini sekarang pulang ke Jakarta.

“Itu anak asal Jakarta, tapi mondok di Batu. Memang sudah beberapa minggu sakit. Sekarang pulang karena dia sudah sembuh,” kata Sekretaris Dinkes Batu, Sri Rahati kepada MVoice, Senin (13/9).

Hingga sekarang, Sri masih merahasiakan nama pondok dan daerah mana supaya tidak ada keributan. “Kan tidak penting, yang penting itu dia sudah sembuh. Nah yang lain mari kita jaga kesehatan,” tambah Sri.

Ia menjelaskan jika gadis usia 14 tahun itu sempat di rawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang beberapa waktu hingga sembuh. Dikatakannya, Difteri penyakit mematikan beberapa tahun yang lalu dan saat ini sudah ada obatnya.

“Kita juga sudah melakukan imunisasi dan vaksinasi kepada seluruh warga pondok dan warga sekitarnya. Tidak ada tanda-tanda penyakit ini menular, jadi sudah tidak ada difteri lagi di Kota Batu,” tegasnya.-

Urai Macet, Jalan Pattimura Dilebarkan

Pekerja saat melakukan pengerukan sisi Jalan Pattimura (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Jalan Pattimura Kota Batu dilebarkan 1 meter di bagian sisi selatan. Pelebaran ini merupakan kerja sama Dinas PU Kota Batu dengan Provinsi Jatim dengan tujuan mengurai kemacetan yang biasanya menumpuk di jalan tersebut.

Salah satu pekerja, Ali, mengatakan kalau pelebaran sudah dikerjakan sejak 4 hari terakhir di mulai dari pertigaaan Pasar Batu hingga Masjid Al Muhajirin. “Pelebarannya 1,10 meter, tidak ada kendala sih, lancar-lancar saja,” kata Ali kepada MVoice di sela-sela bekerja.

Kepala Dinas PU dan Bina Marga Batu, Arif Assidiq mengungkapkan pihaknya ingin membuat trotoar dan bahu jalan di satu sisi. Karena di satu sisi lainnya sudah ada trotoar sehingga tidak perlu melakukan pemugaran.

“Panjang kira-kira 400 meter lah, jalur ke pasar misalnya itu cukup warga ambil kiri saja. Yang mau lurus ke kota ambil tengah, dan yang mau keluar dari kota batu dari sisi kanan,” papar Arif.

Dikatakannya, bila trotoar itu bisa dibangun cepat maka kemacetan tidak akan terjadi lagi. Apalagi jalurnya yang menanjak memang cukup rawan terjadi macet dan kecelakaan karena pengguna jalan akan mengurangi kecepatan.-

Banyak PNS di Batu Tidak Faham Tupoksi

Punjul Santoso. (fathul)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso memaparkan masih banyak PNS yang tidak faham terkait tugas, pokok, dan fungsinya (Tupoksi). Bahkan, sekelas kepala bidang (eselon III) yang dites langsung oleh Wali Kota Batu, beberapa waktu, juga kesulitan menjelaskan bidang kerjanya.

Hal itu terungkap setelah Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengumpulkan 7 Dinas yang ada di lingkungan Pemkot Batu, Minggu (12/9) kemarin. “7 dinas ini yang memiliki anggaran paling besar di PAK yang sedang dibahas,” jelas Punjul Santoso kepada wartawan, Senin (13/9).

Rapat koordinasi dengan 7 dinas tersebut dimaksudkan agar penggunaan dana bisa terakomodir dengan jelas karena kapasitas penanggung jawabnya sehingga akan sampai kepada masyarakat Batu.

“Waktu itu ditanya oleh pak wali, tupoksinya apa? anggarannya berapa? kegiatanmu apa saja? Ini saja di masing-masing kabid tidak bisa menjelaskan secara bagus. Makanya rapat dari pagi itu selesai sampai magrib,” tambah Punjul.

Ia mencontohkan, seorang Kabid Pertanian misalnya, harus tahu berapa jumlah luasan tanah, berapa luas yang bisa ditanami apel atau sayur, kebutuhan bupuk pertahun, lalu kentang butuh lahan berapa banyak, berapa jumlah yang di ekspor. Begitu juga Kepala Bidang dinas yang lain.

“Pak wali tidak ingin bahwa program kerja yang bikin kepala SKPD dan sekretaris, atau sebaliknya yang bikin kepala bidang dam kepala seksi lalu sekretaris dan kepala SKPDnya tidak tahu apa-apa, itu ada yang seperti itu,” tandas Punjul.-

Pansus Raperda Lansia Konsultasi ke Kemensos

Anggota Pansus ketika melakukan kunjungan ke Kemensos RI. (Zia Ulhaq for malangvoice)

MALANGVOICE – Anggota DPRD Kabupaten Malang serius menindaklanjuti pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Lanjut usia (Lansia). Hal itu dibuktikan mereka dengan berkonsultasi ke Kementerian Sosial RI, Senin (14/9).

Di Kemensos rombongan DPRD Kabupaten Malang ditemui Direktur Lansia, Tuti Hariyati. Sedangkan anggota DPRD dipimpin Zia Ulhaq. Menurutnya, konsultasi ke Kemensos cukup penting untuk merampungkan materi Raperda Lansia.

“Ini raperda inisiatif, jadi kami genjot sebelum akhir tahun bisa selesai,” kata Zia Ulhaq melalui pesan singkat.

Dalam rombongan ikut serta Pansus Lansia Kabupaten Malang, Dinas Sosial, Bagian Hukum, RS Lawabv, dan staf ahli Bupati. “Tambahan informasi dan aturan tentang lansia menjadi dasar kami rampungkan Raperda,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD menilai penting adanya Perda lansia. Sebab, jumlah lansia di Kabupaten Malang cukup banyak. Sekaligus, upaya melindungi dan merawat orang tua yang ditelantarkan anak dan keluarganya.-

Halte Baru Dicat, Dicoreti Tangan Jahil

MALANGVOICE – Upaya Pemerintah Kota Malang mempercantik halte yang ada, rupanya dinodai oleh tangan-tangan jahil. Terbukti, halte yang berada di Jalan Merdeka Utara atau depan Kantor Perwakilan BI Malang yang baru di cat, ternoda oleh coretan tangan.

Pantauan MVoice, di lokasi gambar coretan itu hampir memenuhi semua space yang ada di halte tersebut. Padahal halte baru di cat selama kurang lebih tiga bulan lalu.

Mulyono, salah seorang tukang becak yang mangkal di dekat halte, mengaku melihat beberapa remaja yang mencorat coret halte pada malam hari. “Itu dicorat-coret saat malam hari dimana toko-toko pada tutup semua,” kata Mulyono.

Aksi tak terpuji itu, lanjut dia, sudah dilakukan sejak satu minggu lalu dan sangat disayangkan olehnya. “Padahal kondisinya sudah bagus, malah dicorat coret seperti itu,” tandasnya.

Soal CJH Korban Crane, Tunggu Info dari Pusat

MALANGVOICE – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, belum mendapatkan informasi resmi dari pusat terkait dua jamaah haji asal Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah.

Kepala Kemenag Kabupaten Malang, Asadul Anam mengakui pihaknya hanya menerima kabar lewat telepon dari petugas pendamping. “Masih nunggu kabar sari pusat,” katanya saat dibubungi MVoice, Senin (14/9).

Ia belum diketahui penyebab meninggalnya dua jamaah haji asal Kabupaten Malang. Apakah karena sakit atau akibat musibah crane jatuh. “Belum dapat dipastikan, nanti kami kabari kalau ada perkembangan” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, dua jamaah haji asal Kabupaten Malang dikabarkan meninggal yakni, Masadi Saiman Tarimin kloter 38 asal Simojayan RT06/RW04 Desa Simojayan, dan Siti Rukayah Abdus Somad Dasimon kloter 39 asal Desa Banjarsari, RT02/RW03, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.-

Tipu Teman Sendiri, Mahasiswi Asal Samarinda Dibui

MALANGVOICE – Suci Rahmadayanti (20), warga Samarinda, Kalimantan Timur, tega menipu temannya sendiri karena butuh uang. Mahasiswi baru salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Malang itu, sukses meraup Rp 20 juta.

Sebagian uang hasil penipuannya disetor ke temannya bernama Andik, dan lainnya dipakai beli handphone baru. Namun, sukses menikmati hasil tipuannya tak membuatnya bahagia. Ia berhasil dibekuk polisi dan saat ini harus mendekap sel tahanan Mapolres Malang di Kepanjen.

Data yang diperoleh MVoice dari petugas Polres Malang, ada 8 orang yang menjadi korban mahasiswi jurusan Sastra Inggris itu. Di antaranya, Ermania yang tak lain teman SMA-nya, Ana Yunita teman SMP, dan Febri Nur Astutik temannya di kampus. “Semuanya sama-sama dari Kalimantan, saya telepon mereka dengan modus menawarkan bea siswa dan bisa membantu masuk di UMM,” pengakuan Suci kepada petugas.

Modus penipuan, pengakuan Suci, didapat dari temannya bernama Andik. Tersangka dibawa kabur oleh Andik ke Tanjung Perak, Surabaya. Namun, karena mendapat perlakuan tidak baik, akhirnya ia memilih kabur ke Malang.

Di Malang ia sempat ikut tes SBMPTN di Universitas Brawijaya (UB) dan dinyatakan lulus. Namun, peluang tersebut tidak diambil karena biayanya terlalu mahal. “Semula saya tidak ada niatan kuliah, tapi karena desakan ekonomi saya lancarkan cara yang diajarkan Andi,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat menyebut, tersangka melakukan penipuan sejak Januari. Namun, korban para korban baru melapor ke polisi. Korban penopuan paling banyak dialami Ana Yunita sekitar Rp 8 juta.

“Kami masih menunggu laporan lanjutan dari para korban lainnya, pengakuannya memang 8 korban,” papar Wahyu Hidayat. Atas perbuatan tersebut, tersangka dijatuhi Pasal 2378 tentang penipuan, dengan ancaman 4 tahun penjara.-

Masuk Kandang, 2 Pemuda Sikat 6 Ekor Bebek

Duet pencuri menthok berada di Mapolsek Junrejo. (fathul)

MALANGVOICE – Namanya pencuri, apapun akan disikat. Seperti kejadian di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, pencuri menyatroni rumah Rudi Winarto dan membawa lari 6 ekor bebek mentok, Agustus bulan lalu.

Anggota Reskrim Polsek Junrejo melakukan pengejaran cukup lama dan akhirnya berhasil mengamankan dua pelakunya, David dan Danis, Minggu (12/9) kemarin. “Kita sudah amankan pelakunya, kalau barang buktinya sudah dijual,” kata Kapolsek Junrejo, AKP Joko TW, Senin (13/9).

Kronologisnya, ketika rumah milik Rudi di Jalan Hasanudin, Desa Junrejo dalam kondisi kosong karena ditinggal kerja. Pukul 11.00 WIB, korban diberi tahu saksi bernama Roni melalui seluler kalau ada orang yang tak dikenal keluar dari rumahnya.

Korban akhirnya pulang dan mengecek seluruh kondisi rumahnya. Dia sempat bingung karena tidak ada yang mencurigakan. Saat korban ke belakang rumah menengok ke kandang, rupanya 6 ekor mentoknya sudah raib.

“Dua tersangka ini kita kenakan pasal pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 363 KUHP. Dari tangan pelaku, barang bukti yang kita sita adalah gelang, sepasang sandal, dan 5 helai buku mentok,” jelas Kapolsek Junrejo.-

Tambah Lampu, Kota Malang Semakin Benderang

Erik Santoso

MALANGVOICE – Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Erik Santoso berharap dengan penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan penerangan jalan lingkungan (PJL), bisa membuat Kota Malang menjadi benderang pada malam hari. “Penerangan jalan bisa semakin merata dengan ditambahnya PJU dan PJL ini,” kata Erik Santoso, Senin (14/9).

Dalam proyek penambahan penerangan ini, kata dia, bakal menggunakan beragam jenis lampu yang hemat energi seperti lampu LED dan solar cell. “Lebih banyak memang kita LED, karena lebih hemat, kalau solar cell hanya beberapa saja,” jelasnya.

Efisiensi anggaran penerangan jalan, juga sangat diperhatikan secara serius mengingat nantinya dalam Perda hal itu menjadi penenkanan tersendiri. “Harapannya, rekening penerangan jalan dari tahun ke tahun bisa semakin ditekan, agar efisiensi sebagaimana amanat Perda nantinya bisa dijalankan,” ungkap Erik.-

Komunitas