Mendiknas dan Mensos Mendadak Dipanggil Jokowi

Beberapa panitia lokal memasang spanduk untuk menghias perhelatan Kongres Anak Indonesia di Hotel Purnama Kota Batu. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Kongres Anak Indonesia ke XIII di Kota Wisata Batu yang rencananya dibuka Senin (3/8), diundur Kamis (6/8).

“Pembukaan tidak jadi hari ini, tapi diundur hari Kamis mendatang karena Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan yang rencananya akan datang ada acara dengan Bapak Jokowi,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, kepada wartawan usai Coffee Morning, Senin (3/8) pagi.

Nantinya, peserta yang datang akan langsung melaksanakan kongres tanpa pembukaan terlebih dahulu.
Mengenai pembukaannya sendiri, Punjul menginginkan menunggu dari Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa pada Kamis mendatang.

Adapun menteri yang dipastikan hadir pada saat pembukaan Kongres Anak Indonesia ke XIII yaitu Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohana Yambise.

Prioritas Warga Asli Malang

Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto. (Muhammad Choirul /malangvoice)

MALANGVOICE – Operasi yustisi yang digelar pekan ini, Pemkot Malang bakal memilah identitas PKL. Yang jelas, PKL asli warga Malang akan dinomersatukan.

“Ada pendataan di Dinas Pasar, dari data yang masuk, diprioritaskan warga Kota Malang yang boleh berjualan,” tandas Kepala Dinas Pasar Kota Malang, Wahyu Setianto.

PKL yang telah terdata nantinya mendapat kartu tanda PKL dari Pemkot Malang. Pembuatan kartu ini, melibatkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Malang.

“Kartu itu untuk PKL, jadi benar-benar menjadi legal di mata Pemkot,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto. Ia berjanji, PKL yang tidak memiliki identitas sebagai warga Kota Malang bakal ditindak tegas.

“Diutamakan KTP Kota Malang, yang dari luar Kota Malang akan dihimpun untuk dipulangkan,” pungkasnya.

Pemkot Gelar Operasi Yustisi

Walikota Malang, HM Anton. (Muhammad Choirul/malangvoice)

MALANGVOICE – Setelah menertibkan PKL di kawasan Pasar Besar, Pemkot Malang segera menggelar operasi yustisi. Operasi bakal digelar pekan ini, dimaksudkan untuk mendata PKL dalam rangka penataan di Jalan Ade Irma Suryani.

“Ini sebagai tindak lanjut pengamanan, kami cek setelah operasi penataan,” kata Wali Kota Malang, HM Anton, Senin (3/8).
Setelah terdata, PKL mendapat kartu tanda PKL dari Pemkot Malang. Kartu itu berguna untuk pembinaan PKL, yang berhak mendapat bantuan gerobak, tenda, dan modal.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu menambahkan, penataan juga berlaku untuk pedagang buah yang selama ini beroperasi di sekitar Pasar Besar.
“Pedagang buah kami lihat dulu jumlahnya berapa, kami sesuaikan dengan kuota di Jalan Ade Irma Suryani. Kalau tidak cukup, sudah disiapkan tempat tertentu yang sedang dikaji,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Metawati Ika W, siap menjalankan petunjuk Anton. “Sekarang sudah mulai kami sosialisasikan. PKL kami beri arahan untuk menyiapkan apa saja yang perlu, seperti KTP, surat pengantar dari daerah asal atau surat keterangan tinggal sementara (SKTS),” pungkasnya.

Stiker Teguran Bagi Pelaku Parkir Liar

Kabid Parkir Dishub Kota Malang, Samsul Arifin.

MALANGVOICE  – Dinas Perhubungan  (Dishub) Kota Malang serius menangani masalah parkir liar yang kerap ditemui di berbagai titik jalan.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang,  Samsul Arifin mengatakan,  pihaknya sudah menyiapkan stiker sebagai bahan teguran bagi masyarakat yang parkir sembarangan.

“Ini adalah bagiam dari operasi penertiban lalin, kami siapkan stiker untuk teguran,” Kata Samsul, Senin (3/8).

Saat ini, lanjut dia, stiker sedang dalam proses pencetakan, dan nantinya ketika sudah siap maka petugas yang ada akan menjalankan program tersebut.

Selain parkir liar, Dishub juga memonitor beberapa kendaraan seperti motor, becak motor, dan lannya yang mangkal di area  terlarang parkir.

“Ini perlu kita imbau agar ketertiban lalu lintas berjalan dengan lancar,” tandasnya.

Beberapa lokasi seperti, kawasan Alun-alun Merdeka, Pasar Besar Jalan SW Pranoto dan Dinoyo, kerap dijadikan area parkir liar.-

200 Ribu Warga Belum Rekam E-KTP

Warga Kabupaten Malang saat mengurus surat-surat di Kantor Dinas Kependudikan dan Pencatatan Sipil. (Miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Blanko KTP Elektronik (E-KTP)  di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang,  habis sejak awal Bulan Juli lalu.
akibatnya ratusan warga yang merekam KTP elektronik tidak terlayani dengan sempurna.  Hal tersebut dibenarkan Kepala Dispendukcapil, Drs Purnadi, saat ditemui di kantornya, Senin (3/8).

“Keterlambatan pengiriman dari pusat harusnya Juli dapat kiriman, karena gagal tender maka nunggu tiga bulan lagi,” ungkapnya kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Antisipasi sementara, lanjut dia, pihaknya mengeluarkan Surat Keterangan (SK) yang sama dengan blanko E-KTP. Hal itu sesuai atas rekomendasi Kemendagri.

Surat tersebut dilampiri foto pemohon khusus bagi yang telah melakukan perekaman.

“Kami sudah berkirim surat ke instansi terkait, baik Samsat dan perbankan, jika ada keterlambatan pengiriman blanko,” jelasnya.

Dikatakan, hingga kini masih terdapat 200 ribu warga belum melakukan perekaman. Tidak menutup kemungkinan banyak warga yang menggunakan KTP lama.

Sesuai data di Dispendukcapil, ada 2,2 juta warga wajib E-KTP. Namun, Kabupaten Malang hanya mendapat jatah 1,9 juta dari kementerian.

“Kami kebut hingga Desember dapat selesai semua, dan masyarakat sudah mengantongi E-KTP,” tandasnya.-

Besok, Hasil Tes Kesehatan Paslon Diumumkan

Ketua KPU Kab. Malang, Santoko for Malangvoice

MALANGVOICE – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, baru akan menetapkan kandidat dan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, 24 Agustus mendatang.

Ketua KPU, Santoko mengatakan, pihak KPU saat ini  masih memeriksa kelengkapan administrasi tiap pasangan calon (paslon). Salah satunya hasil tes kesehatan yang belum diberikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Rencananya besok (Selasa,  4/8) diumumkan hasilnya oleh IDI, detailnya sekalian besok,” katanya, saat dihubungi MVoice.

Seperti diketahui, ada tiga pasangan yang mendaftarkan diri ke KPU yakni, Nurcholis dan Muhammad Mufid dari jalur independen, Rendra Kresna dan M Sanusi dari koalisi lima parpol (Golkar, PKB, Nasdem, Gerindra, dan Demokrat), dan Dewanti Rumpoko-Masrifah diusung PDIP.-

Ditinggal Istri, Tukang Cukur Nekat Cabuli Bocah 13 Tahun

Muslim, tersangka pencabulan bocah di bawah umur. (Muhammad Choirul /malangvoice)

MALANGVOICE – Muslim (22) alias Kacong, seorang tukang cukur rambut di Bumiayu, Kedung Kandang, Kota Malang, nekat mencabuli bocah 13 tahun.
Ulah bejar bapak satu anak itu dilakukan setelah sekitar 2 minggu pisah ranjang dengan sang istri.

Bermula pada 8 Juli 2015 lalu, ketika Muslim berkenalan dengan korban di sebuah warung kopi. “Keduanya dikenalkan oleh teman korban,” kata Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni SH, saat merilis kasus ini, Senin (3/8) di Mapolres Malang Kota.

Setelah beberapa saat berbincang di warung kopi, tersangka mengajak korban ke losmen Windu Kencono, Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Malang. Korban terpaksa menuruti ajakan Muslim, karena diancam tidak diantar pulang.

Di losmen itu, Muslim melancarkan aksi bejatnya. “Awalnya korban menolak dengan alasan masih perawan dan takut dosa, tapi tersangka terus merajuk,” papar Nunung.

Aksi itu akhirnya diketahui orang tua korban setelah korban mengadukan perbuatan tersangka. Akhirnya, pada 10 Juli 2015 orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polres Malang Kota.
Tersangka dibekuk pada Sabtu (1/8) lalu, dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara.-

Pekerjaan Molor, Ini Alasan Kontraktor

Balai Uji KIR yang sedang dalam proses pembangunan. (Hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE – Keterlambatan proyek Balai Uji KIR akhirnya ditanggapi oleh pihak kontraktor PT IDEE Murni.

Agung Hari, perwakilan perusahaan mengaku, pengerjaan terpaksa molor sebesar 2 persen dari rencana awal karena permasalahan teknis.

Mobilisasi tenaga pekerja serta adanya permasalahan teknis di lapangan, membuat pengerjaan tidak sesuai harapan.

“Keterlambatan karena mobilisasi pekerja, usai libur lebaran pekerja baru turun lapangan pada 27 Juli lalu,” kata Agung, Senin (3/8) siang.

Ia menegaskan, sebenarnya proyek sudah dikerjakan pada akhir bulan Juni lalu seuai dengan SPMK. Pengerjaan lebih kepada persiapan material dan alat.

Ditambahkan, sebenarnya progres pekerjaan sebesar 12 persen untuk membangun landasan Balai Uji KIR. Karena dibangun di atas tanah persawahan, maka perlu ada pemadatan volume landasan.

“Ada beberapa hal seperti pengurukan tanah belum penuh. Nanti kalau sudah landasan padat kita kebut pekerjaannya,” timpalnya.

Guna mengejar keterlambatan proyek PT IDEE Murni, mengaku akan mendatangkan ratusan pekerja untuk mengerjakan pembangunan. Sehingga Balai Uji KIR bisa diselesaikan tepat waktu 21 Desember mendatang.

“Kita akan datangkan pekerja dan akan menerapkan sistem lembur agar kekurangan proyek bisa terkejar,” pungkas dia.-

Progres Pekerjaan Baru 10 Persen

Balai Uji KIR yang sedang dalam proses pembangunan. (Hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE –  Masa pembangunan Balai Uji KIR Kota Malang molor dari target yang direncanakan. Ini diketahui usai Komisi C DPRD Kota Malang melakukan sidak progres pembangunan proyek yang digarap PT IDEE Murni tersebut.

Ketua Komisi C, Bambang Sumarto mengatakan, harusnya pada bulan ini proyek sudah mencapai angka 12 persen. Fakta di lapangan menunjukkan, progres pekerjaan baru berjalan 10 persen.

“Ada keterlambatan proyek 2 persen, ini temuan bagi kami,” kata Bambang, Senin (3/8).

Menurutnya, keterlambatan terjadi lantaran kurangnya pekerja serta tidak maksimalnya jam kerja. Padahal, progres 12 persen bangunan itu masih dalam tahap pengerjaan hal-hal kecil seperti pemadatan tanah, pembangunan tembok dsb.

“Bulan depan progres harus 17 persen, mengejar angka 7 persen ini sulit jika kondisi pekerja ini masih kurang. Ini masih memagar dan memadatkan jalan sudah molor, bagaimana nanti pembangunan besarnya,” tegasnya.

Proyek senilai Rp 11,3 miliar itu, harusnya dikerjakan secara serius oleh rekanan, karena selama ini pembangunan Balai Uji KIR selalu menemui masalah.

“Pengawasan mutlak kita lakukan karena ini proyek besar dan sangat ditunggu warga, selain itu jika selesai, Balai Uji KIR ini juga bisa menambah PAD Kota Malang,” bebernya.

Sesuai dengan SPMK antara kontraktor dan Pemkot Malang, Balai Uji KIR dikerjakan selama delapan bulan terhitung sejak bulan Juni hingga bulan Desember tahun ini.-

Delapan Kecamatan Terancam Krisis Air

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi.

MALANGVOICE – Sedikitnya 8 kecamatan di Kabupaten Malang rawan kekeringan selama musim kemarau. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPBD, Hafi Lutfi, dikantornya, Senin (3//8).

Kondisi ini, jelas dia, merujuk pada data kekeringan tahun 2014 lalu yakni,  Kecamatan Singsosari, Lawang, Sumber Pucung, Kalipare, Donomulyo, Pagak, dan Sumber Manjing Wetan.

“Tahun lalu kami suplai air bersih sebanyak 2,745 juta liter untuk 8 kecamatan, paling banyak di Kecamatan Donomulyo,” ungkapnya.

Dikatakan, tahun lalu puncak kekeringan pada bulan Juli. Sedangkan tahun ini, diprediksi akhir bulan Agustus atau pertengahan September merupakan puncak krisis air.

“Tahun ini diperkirakan musim kemarau lebih panjang, makanya segala keperluan dan tim SDM sudah disiapkan,” paparnya.

Pihaknya berupaya meminimalisir adanya jual beli air di masyarakat. Sebab, tahun lalu banyak yang memanfaatkan kondisi kekeringan ini.

“Kami suplai air secara gratis, kami minta perangkat desa segera lapor jika terjadi kekeringan di daerahnya,” pungkasnya.

Komunitas