Punjul akan Pimpin RUPS PT BWR

Punjul Santoso (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso akan memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Batu Wisata Resources (BWR), Kamis (10/9) besok.

”Undangan sudah kita sebar sehingga Kamis besok kita berhadap RUPS bisa dilaksanakan. Undangannya jam 1 diruangan saya,” kata Punjul Santoso kepada wartawan, Rabu (9/9).

Dikatakan, sah tidaknya RUPS tergantung kehadiran para komisaris. Jika tidak lengkap maka bisa saja ditunda. Adapun untuk rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk RUPS, kata Punjul, adalah harus ada laporan pertanggung jawaban keuangan.

“Nanti akan ada LPJ keuangan yang dinilai oleh tim independen dari Universitas Brawijaya. Ini rekomendasi BPK yang dulu belum terlaksana, nah sekarang semoga bisa diterima,” kata Punjul.

Punjul yang juga sebagai Ketua Tim Penyelesaian Aset ini menegaskan, bila LPJ Keuangan selesai maka RUPS tinggal jalan yang kemudian berakhir dengan pemaparan tim tentang aset yang ada.-

Rendra Sambut Baik Jalan Tembus Dieng-Batu

MALANGVOICE- Wacana jalan tembus Dieng-Batu disambut baik Pemkab Malang. Bupati Malang, H Rendra Kresna menilai, jalan tersebut sebagai jalan alternatif.

Dikatakan, sebenarnya jalan di tiga wilayah sudah tersambung sejak lama. Khusus jalan Kabupaten Malang telah di hotmix.

“Jalan di Kabupaten sudah bagus, tinggal pelebaran jalannya. Gak tahu jalan milik daerah lain,” kata dia.

Bahkan, jalan tembus dari Pakisaji-Karang Pandan-Jatisari-Wadung-Pandan Landung tembus Sumbersekar, Kecamatan Dau ke arah Batu sudah tersedia. Hanya saja masih sebagian pengendara mengerti akan jalan alternatif itu.

“Kalau macet bisa langsung melintas di jalan tersebut, nanti kami lengkapi rambu-rambunya,” papar politisi Golkar itu.

Sebelumnya diberitakan, Bappeda Kota Malang menggagas jalan tembus lintas selatan Dieng-Batu. Langkah ini untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di tengah kota.-

Rendra Anggap Wajar Biaya Jasa Pemberitaan Membengkak

MALANGVOICE – Bupati Malang H Rendra Kresna menilai wajar -membengkaknya anggaran jasa pemberitaan di media massa di atas angka Rp 4 miliar.

Menurutnya, selama penggunaan dana sesuai peruntukan dan jelas tentunya sah-sah saja. ”Selama ini tidak ada masalah, hasil audit BPK juga tidak ada catatan khusus,” katanya kepada MVoice, Rabu (9/9).

Ditanya soal tudingan MCW terkait penggunaan dana humas terindikasi untuk kampanye, Rendra tidak terlalu menanggapi serius. Ia hanya mengatakan, publikasi itu sangat penting.

“Silahkan di cek, saya tidak mau berspekulasi. Publikasi penting dan diperbolehkan secara undang-undang,” jelas calon incumbent itu.

Sementara itu mantan Kabag Humas Pemkab Malang, M Hidayat menolak berkomentar akan besaran anggaran jasa pemberitaan di media massa.

Disinggung soal praktik ‘sigar semongko’ setiap iklan di media pada zaman dipimpinnya, Kabag Umum dan Protokol itu membantah keras. “Bukan wewenang saya, silahkan ke pak Budiar saja. Kalau menyangkut bidang saya pasti tak jawab,” ungkapnya sembari pergi.-

Khoiri Mengaku Tak Tahu Ada Kampanye

MALANGVOICE – Khoiri (53), warga Dampit yang diamankan polisi karena membawa senjata tajam, kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Malang.

Saat ini, polisi belum banyak memintai keterangan karena jawaban Khoiri sering ngelantur akibat pengaruh minuman keras.
Khoiri diamankan polisi dari halaman PT Bumi Menara Internusa (BMI) Dampit yang pada saat itu sedang dikunjungi pasangan Cabup-Cawabup Malang dari PDIP, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi.

Pengakuan awal Khoiri pada petugas kepolisian, ia tidak tahu jika di BMI sedang ada kegiatan kampanye Dewanti Rumpoko.

Menurutnya, sebagai tenaga honorer di PT BMI ia berniat menanyakan ada kegiatan apa. Sedangkan saat itu, Khoiri dalam keadaan mabuk usai minum minuman keras di pasar lama Dampit.

Sedangkan tujuan ke PT BMI, Khoiri ingin menemui H Zaini selaku sesepuh di Dampit, bermaksud menanyakan ada keramaian apa di pabrik. “Karena dilarang sama satpam akhirnya saya pulang dan bawa pedang untuk nakut-nakuti saja,” aku Khoiri dalam keadaan setengah mabuk, di Mapolres Malang, Rabu (9/9) sore.

Kanit 1 Satreskrim Polres Malang, Iptu Indrati Herlambang mengatakan, karena ada giat kampanye dan ditakutkan ada muatan politik akhirnya Khoiri diamankan ke Polsek Dampit dan dilimpahkan ke Mapolres Malang.

Dijelaskan, saat Khoiri diamankan kegiatan kampanye pasangan calon nomor 2 belum berlangsung.

“Dia (Khoiri) sebagai bagian keamanan luar, sudah puluhan tahun jaganya. Dia kami kenakan UU darurat terkait membawa senjata tajam,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Dampit, AKP Yatmo menyebut, Khoiri diamankan karena membawa senjata tajam serta teriak-teriak dari luar pabrik mencari H Zaini yang tak lain adalah tim sukses Cabup Dewanti Rumpoko. Posisi Cabup PDIP saat itu sudah di dalam pabrik.

Kapolsek juga menepis kabar jika Khoiri sempat ngisruh saat kampanye pasangan Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi. Apalagi sampai meludahi dirinya.

“Tidak benar kabar tersebut mas, dia (Khoiri) masih di depan gerbang, posisi calon sudah di dalam. Kabar saya diludahi juga tidak benar,” jelasnya saat dihubungi MVoice.

Dijelaskan, selama ini jika ada tamu dari luar ke BMI, Khoiri selalu datang ke pabrik.

Sedangkan ada kampanye di PT BMI, perkiraan Khoiri ada tamu kunjungan dari luar daerah. ”Biasanya dia minta jatah keamanan ke pengelola,” ungkap kapolsek.

Danlanud Ajak Pasukan Cintai Lingkungan

Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI H RM Djoko Senoputro SE, melakukan penanaman pohon. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Danlanud Abd Saleh, Marsma TNI H RM Djoko Senoputro SE, terus mengajak anggotanya mencintai lingkungan. Rabu (9/9) hari ini, upaya itu ditandai dengan penanaman pohon durian di depan Depo Pemeliharaan (Depohar) 30.

Prosesi penanaman itu disaksikan Komandan Depohar 30, Kolonel Tek M Yani Rudiansyah beserta para pejabat Lanud Abd dan Insub lainnya.

Danlanud berharap, momen itu menjadi motivasi membangun kesadaran anggota Depohar 30 dan Lanud Abd Saleh pada khususnya, serta masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tetap hijau.

“Dengan begitu semoga tercipta lingkungan yang rindang, sejuk, asri serta mendapatkan udara bersih,” harap Djoko.

Usai menanam pohon durian, Danlanud Abd menyaksikan peresmian renovasi kantin Sathar 31 oleh Komandan Depohar 30 Kolonel Tek M Yani Rudiansyah. Peresmian ditandai pemotongan tumpeng di kantin Sathar 31.

Di tempat yang sama, Djoko menerima kedatangan siswa Sekolah Penerbangan (Sekbang) angkatan ke-89 yang sedang melaksanakan latihan terbang Navigasi Jarak Dekat (NJD) ke Lanud Abd.Saleh.
Latihan itu merupakan rangkaian kegiatan bagi siswa Sekbang yang akan mengakhiri pendidikan setelah 19 bulan digembleng menjadi penerbang di Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta.-

Pasar Oro-Oro Dowo Mulai Dikosongkan

MALANGVOICE – Para pedagang Pasar Oro-Oro Dowo, Malang mulai berkemas pindah ke lokasi penampungan. Direncanakan Kamis (10/9) besok, akan dimulai pembangunan revitalisasi pasar itu.

Pantauan MVoice, beberapa orang pekerja sudah mulai beraktivitas menaruh besi cor dan bahan bangunan lainnya. Sementara pedagang memindahkan barang mereka ke bedak penampungan di Jalan Malabar, Jalan Muria, Jalan Merbabu.

Salah satu pedagang bernama Yuli, mengatakan sudah berpindah ke kawasan relokasi sejak pagi Rabu (8/9) hari ini, karena besok kondisi pasar sudah harus kosong.

“Kami dapat info besok dalam lokasi sudah dibangun, jadi hari ini sudah menata lapak,” kata Yuli, Rabu (9/9) sore.

Pedagang lain, Sugira juga sedang memperbaiki kondisi lapak yang berada di dalam pasar untuk keperluan relokasi. “Ini sedang persiapan, karena besok katanya sudah dimulai pengerjaan,” kata Sugira.

Sementara itu koordinator pedagang pasar, Sampun mengaku tidak ada masalah dalam proses relokasi pedagang. Saat ini mereka fokus menyiapkan penataan dagangan, karena barang mereka sebagian besar sudah dikeluarkan.

“Hanya sebagian kecil saja yang barang dagangannya masih berada dalam pasar,” kata Sampun.-

Debit Sumber Air di Batu Berkurang 20 Persen

M. Yusuf (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – PDAM Kota Batu mengakui, telah terjadi penurunan debit sampai 20 persen di sumber mata air.

Kepala Bagian Teknik PDAM Kota Batu, M. Yusuf saat dikonfirmasi MVoice di ruangannya, Rabu (9/9) siang menjelaskan, penurunan debit air terjadi karena pengaruh musim kemarau. “Dua bulan lagi musim hujan, semoga cepat normal,” kata Yusuf.

Meskipun terjadi penurunan debit air, tidak sampai menimbulkan dampak besar di pelangan PDAM. Ada satu dua pelanggan yang protes ke PDAM gara-gara pasokan air berkurang tetapi hal itu bisa diatasi.

“Kota Batu kan tidak terlalu berdampak. Hanya satu saja sumber mata air yang berkurang lumayan yaitu Sumber Darmi di daerah Oro-Oro Ombo yang menyuplai kebutuhan air hingga ke Abdul Gani,” papar Yusuf.-

Ponpes 9 Tahun Dapat Bantuan Dana BOS

MALANGVOICE – Sekolah madrasah dan pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan 9 tahun, bisa mengambil dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke Kemenag masing-masing kabupaten/kota.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Batu, Rahmatulloh menjelaskan, perubahan ini memang meringankan manajemen sekolah namun memberatkan kerja Kemenag.

“Sekarang madrasah lebih mudah mengurusnya, kalau dulu harus ke Kanwil Kemenag Jatim. Jadi dari Kanwil biasanya langsung di transfer ke rekening sekolah,” kata Rahmat usai pembinaan manajemen pengelolaan BOS kepada guru madrasah dan Ponpes, Rabu (9/9) siang.

Perubahan ini dilakukan karena sebelumnya, akun untuk laporan pertanggung jawaban memakai kode MAK57 untuk dana Bansos. Sekarang Bansos dikhususkan untuk bencana alam, BSM, kartu sakti dan kartu pintar, termasuk juga PKH.

Oleh sebab itu, BOS madrasah dialihkan akunnya ke MAK52 untuk belanja barang dan kegiatan. Karena akun ini sesuai peruntukan dana BOS untuk membeli barang selain struktur, misalnya buku perpustakaan dan alat tulis menulis.

“Kami dulu hanya memonitor saja, kalau sekarang ya harus tanggung jawab pengelolaannya. Tapi para kepsek dan bendahara sekolah sudah faham kok, jadi kita tinggal melanjutkan saja,” tandasnya.-

Jemianto: Akibat Pasokan Sumber Karangan Berkurang

MALANGVOICE – Direktur PDAM Kota Malang, Jemianto membenarkan terjadi gangguan saluran PDAM dibeberapa tempat.

Menurutnya, air mati karena digunakan untuk pengairan sawah Sumber Karangan, Kabupaten Malang.

“Air kemarin diminta untuk persawahan jadi imbasnya kepada pelanggan,” kata Jemianto, Rabu (9/9) siang ini.

Dijelaskan, awalnya untuk pengairan sawah, pihaknya sudah mengimbau kepada petani agar menggunakan air dengan membuka kran kecil.

Namun, yang terjadi petani membuka kran air terlalu besar sehingga berdampak pada pelanggan di beberapa kawasan di Kota Malang.

“Jadi tandon di kawasan Dawuhan tidak kebagian air, dan itu berakibat pada pelanggan,” tandasnya.-

Warga Perumahan Berebut Air Tangki PDAM

MALANGVOICE – Saluran air minum dari PDAM dibeberapa kawasan perumahan diketahui mati total.

Beberapa perumahan seperti d’Wiga Regency, Perum Griyashanta dan kawasan Puncak Borobudur, tidak mendapat air sejak Selasa (8/9) kemarin.

Mengetahui hal ini, PDAM Kota Malang langsung bereaksi dengan mengirim mobil tangki air untuk memasok air bersih.

Pantauan MVoice, di kawasan perumahan d’Wiga, beberapa warga perumahan berebut air bersih kiriman tangki.

Pipin Maharani, warga d’Wiga blok A no 5 mengatakan, kondisi air mati terjadi sejak kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. “Kemarin mulai mati sampai sekarang belum hidup juga,” kata Pipin, Rabu (9/9).

Ia mengaku kesulitan mendapat air bersih untuk aktifitas sehari-hari sejak kemarin. “Untung ada tetangga punya sumur pompa, jadi menumpang air disana,” tandasnya.

Perumahan d’Wiga Regency saat ini memilki 175 kepala keluarga yang mengalami mati air.

Sementara itu supir tangki air, Agus Irianto, mengaku sudah dua kali mengirim air di perumahan ini. “Satu tangki berisi 4 ribu liter dan akan dikirim kembali,” kata Agus Irianto.-

Komunitas