Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kasat Reskrim Pokles Malang, AKP Wahyu Hidayat. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Aparat kepolisian masih belum menetapkan status tersangka terhadap Abdullah Lutfianto (54), warga Dusun Pateguhan, Argosari, Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (4/8).

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat mengatakan, kondisi Abdullah masih kritis dan sekarang mendapatkan perawatan intensif di RSSA Kota Malang.

“Kami juga tempatkan aparat untuk menjaganya, kalau sudah baikan nanti kami periksa lebih lanjut motifnya,” katamya, disela rilis kasus pembunuhan di Jabung.

Dijelaskan Wahyu, sekilas keterangan saksi terjadinya Abdullah Lutfianto membunuh anak dan istrinya karena konflik keluarga. Sebab, tidak hanya kali ini saja terjadi keributan melainkan selalu ribut.

Mengenai barang bukti, dijelaskan bahwa polisi menemukan dua parang, dan botol berisi bensin.

“Dugaan sementara, setelah menganiaya, Abdullah minum obat asma dan bensin. Di tubuh Abdullah juga tidak ada bekas luka,” paparnya.

Ditambahkan, jika memang benar Abdullah melakukan perbuatan tersebut, pihaknya akan menjerat dengan Pasal 44 tentang KDRT. “Siapa yang dianiaya terlebih dulu juga belum jelas, jawabannya ada di Abdullah semua,” tuturnya.-

Sebagai Siswa Baru, Putri Sudah Ukir Prestasi

Teman korban ketika di rumah duka. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Isak tangis mewarnai halaman rumah Putri Sari Dewi (16), siswi SMAN 1 Tumpang, yang dibunuh ayah kandungnya, Selasa (4/8) dini hari.
Siswa berseragam putih teman sekolah korban di SMAN 1 Tumpang, tampak terlihat sedih dan menangis melihat rumah Putri di Dusun Pateguhan RT/RW01/01, Argosari, Jabung, Kabupaten Malang.

Beberapa teman kelas Putri tidak habis pikir akan peristiwa berdarah itu. Putri adalah siswa baru di SMAN 1 Tumpang. “Kami sama-sama siswa baru dan baru beberapa hari kenal. Gak habis pikir kok ada orang tua yang tega bunuh anak kandungnya,” aku teman korban, Olif kepada MVoice.

Sementara itu, wali kelas korban, Nurwanto menyebut, Putri merupakan anak pandai dan memiliki bakat. Meskipun sebagai murid baru, Putri telah terpilih sebagai anggota Paskibra di sekolah.

“Belum pernah menerima pelajaran di kelas, tetapi saat MOS dan latihan PBB ia masuk anggota Paskibra,” jelasnya.

Dikatakan Nurwanti, bahwa pihak sekolah kehilangan salah satu siswa yang memiliki potensi. Padahal, jika terbatas biaya sekolah memberi keringanan dan tiap tahun ada beasiswa bagi siswa kurang mampu. ”Ini pelajaran bagi kita semua, kami turut belasungkawa,” tuturnya.-

Wiwik Sempat Minta SKTM ke Desa

Kepala Desa Argosari, Arifin, saat menunjukkan SKTM milik korban.

MALANGVOICE– Korban pembunuhan, Wiwik Halimah (45) warga RT/RW01/01, Dusun Pateguhan, Argosari, Jabung, Kabupaten Malang, pernah meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) bagi anaknya sebagai syarat masuk Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Di desa tercatat korban ngajukan SKTM tanggal 15 Juli, kebetulan anaknya mau masuk SMA 1 Tumpang,” kata Kades Argosari, Arifin.

Selain itu, keluarga tersebut juga tidak tercacat sebagai penerima bantuan dari pemerintah, baik Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), BLT dan PKH. Selama ini, tulang punggung keluarga justru Wiwik Halimah.

“Baru dua tahun ini keluarga tersebut tergolong kurang mampu, sebelumnya sukses (buka toko pracangan). Korban tiap hari jualan rujak,” jelas Arifin. .

Abdullah Lutfianto (54) tega membunuh anak dan istrinya, Putri Sari Dewi (16) dan Wiwik Halimah (45). Motif pembunuhan diduga faktor ekonomi keluarga.-

Sering Dianiaya Wiwik Minta Cerai

Warga masih padati rumah korban di Desa Argosari, Jabung, Kabupaten Malang. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Sehari sebelum terbunuh, Wiwik Halimah (45) melaporkan penganiayaan yang dilakukan suaminya, Abdullah ke Polsek dan Polres Malang.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga pasangan Wiwik Halimah-Abdullah ini juga sempat diselesaikan di Balai Desa Argosari, Jabung, Kabupaten Malang.

Kades Argosari, Arifin, mengatakan, pihak desa sudah berupaya mendamaikan keduanya. ”Polsek meminta masalahnya diselesaikan ditingkat desa,” katanya kepada MVoice.

Namun, lanjut dia, Wiwik Halimah tetap minta cerai karena tidak kuat dengan perlakuan kasar suaminya. Wiwik juga meminta pihat aparat desa memulangkan suaminya ke rumah asalnya di Pajaran, Tumpang.

Kejadian inilah sehingga berujung adu mulut dan Abdullah mengungkit masalah warisan.
“Yang ditanyakan hasil penjualan tanah warisan yang dilakukan istrinya. Alasannya, untuk kebutuhan setiap hari, dan biaya sekolah anak,” cerita Kades Arifin.
Menurut Arifin, sudah dua tahun terakhir ini pasangan suami istri itu terlihat tidak akur. Abdullah hanya diam di rumah membuat Wiwik tak tahan dengan kondisi suaminya tidak bekerja.
“Sebelum pulang dari desa, saya sempat berpesan supaya hati-hati dan waspada. Nyatanya benar terjadi tadi malam,” tandas Arifin.-

Anton Optimis Malang Raih Adipura Kembali

Wali Kota Malang HM Anton

MALANGVOICE – Wali Kota Malang HM Anton optimis, Kota Malang bakal kembali menerima Adipura Kencana tahun ini.
Hal diungkapkan saat halal bi halal dengan seluruh jajaran petugas kebersihan dan pejabat di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). “Kami optimis Pemkot Malang akan kembali meraih piala Adipura Kencana,” kata Anton, Selasa (4/8).

Dikatakannya, beberapa program penanganan sampah dan upaya menjaga kebersihan Kota Malang sudah berjalan secara baik selama ini. “TPA kita juga sangat baik dan menjadi percontohan di kota lain,” tandasnya.

Anton juga berpesan kepada seluruh petugas kebersihan agar tetap bekerja secara optimal dalam melaksanakan tugasnya menjaga kebersihan kota. “Ini perlu dilakukan karena kita optimis meraih adipura kembali,” pungkasnya.

Sempat Terdengar Suara Putri Kesakitan

Rumah korban di Dusun Pateguhan, Argosari, Jabung, Kabupaten Malang

MALANGVOICE – Sebelum meninggal di tangan ayahnya sendiri, Putri Sari Dewi (16) sempat minta tolong dan teriak kesakitan.

Beberapa kali teriakan kesakitan dari korban terdengar warga sekitar, sebelum akhirnya diketahui terjadi pembunuhan.

“Tahu ada teriakan, tetangga korban, Ega, ngabari ke warga, dan sampai di rumah korban sudah ditemukan terlentang di lorong pintu belakang,” ungkap Dikri, warga desavsetempat kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Saat dievakuasi, sekujur tubuh siswi kelas 1 SMAN Tumpang itu mengalami luka bacok. Tak berselang lama, warga menemukan Abdullah Lutfianto sekitar 100 meter dari rumahnya.
”Istri dan anaknya sering dianiaya oleh Abdulah, warga sekitar sampai empati sendiri,” cerita Dikri. –

Sudah Lama Abdullah Tidak Bekerja

Warga sekitar saat berkumpul di rumah duka.

MALANGVOICE – Abdullah Lutfianto (54) warga Dusun Pateguhan RT/RW 01/01, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tega membunuh istri dan anaknya diduga dilatari masalah ekonomi keluarga.

Keterangan yang dihimpun MVoice di Desa Argosari, bahwa Abdullah sudah lama tidak bekerja. ”Mungkin pikirannya sumpek, akhirnya tega membunuh istri dan anaknya, ” cerita warga, pagi ini.
Warga melihat mayat Wiwik Halimah (45) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar. Sedangkan mayat Putri Sari Dewi (16) ditemukan di lorong pintu belakang.

Setelah membunuh istri dan anaknya, Abdullah coba bunuh diri dengan meminun racun sambil berusaha membakar rumahnya. ”Namun, keburu ketahuan warga sekitar,” ungkap Dikri, warga setempat yang masih berada di lokasi kejadian.
Sementara, anak pertamanya M Andre lutfianto (23) selamat lantaran saat kejadian tidak di rumah. Andre bekerja sebagai satpam di Sawojajar. Saat ini kondisi Andre masih syok.

Saat ini, rumah bercat kuning itu masih dubatasi garis polisi. Tampak bagian kaca jendela pecah, dan di dalam rumah berantakan.-

Mayat Ibu Terkapar di Ruang Tengah, Anak Tewas Terbakar

MALANGVOICE – Abdullah (50), warga Desa Argosari RT 2 RW 1, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi rumahnya, setelah membunuh istri, Wiwik Halimah (48) dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16), Selasa (4/8) dini hari tadi.

Menurut kesaksian tetangga korban, Wasiah, kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi tewas di ruang tengah. Wasiah mengetahui hal itu bersama warga lainnya setelah memasuki rumah korban, ketika hendak memadamkan api yang melalap bangunan.

Wiwik Halimah ditemukan berlumuran darah dan mengalami luka bacok di sekujur tubuh. Sedangkan Putri Sari Devi ditemukan tewas terbakar.

“Begitu tahu ada korban meninggal, kami langsung keluar lagi. Tidak berani masuk. Kemudian Pak Tomo (tetangga sebelah rumah korban) melapor ke polisi,” tambah Wasiah.

Dikatakannya, polisi akhirnya menemukan Abdullah tidak sadarkan diri, di kamar mandi belakang kediaman keluarga itu.-

Edan, Pria Ini Tega Bacok Anak dan Istrinya

Jenazah Wiwik Halimah di ruang jenazah RSSA (Muhammad Choirul/Malang Voice)

MALANGVOICE – Pembunuhan sadis terjadi Selasa (4/8) dini hari tadi, di Kabupaten Malang. Abdullah (50), warga Desa Argosari RT 2 RW 1, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tega membunuh istrinya, Wiwik Halimah (48), dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16).

Belum diketahui kronologis terjadinya pembunuhan sadis ini. Sampai berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan.

Namun, menurut informasi yang dihimpun MVoice, pembunuhan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Saat ini, kedua jenazah korban masih disemayamkan di ruang jenazah RSUD dr Syaiful Anwar Malang.

Pantauan MVoice menunjukkan kedua korban mengalami luka bacok dan luka bakar di sekujur tubuh.

Niat Padamkan Api, Ternyata Ada Dua Mayat Berdarah

Korban pembunuhan sadis oleh ayahnya sendiri, Putri Sari Devi (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Pembunuhan yang dilakukan Abdullah (50), warga Desa Argosari RT 2 RW 1, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, kepada istrinya Wiwik Halimah (48), dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16),  tidak diketahui para tetangga.

Supriyadi, salah seorang tetangga korban dan tersangka, mengaku berbondong-bondong ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama warga lainnya. Kesigapan warga itu dilakukan setelah melihat api melalap bangunan rumah milik Abdullah.

“Tahu-tahu kondisi rumah terbakar, awalnya semua tetangga mengira yang punya rumah tidak tahu kalau ada kebakaran. Warga fokus memadamkan api,” kata dia kepada MVoice, di ruang jenazah RSUD dr Syaiful Anwar Malang, pagi ini.

Ia menambahkan, warga baru mengetahui ada korban pembunuhan ketika warga hendak memadamkan api di dalam rumah. “Kami mau menyelamatkan mereka dari api, tahu-tahu sudah ada korban,” pungkasnya.

Abdullah tega membunuh istri, Wiwik Halimah (48), dan anaknya sendiri, Putri Sari Devi (16). Menurut penurutan Supriyadi, kejadian itu terjadi Selasa (4/8) dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 WIB.-

Komunitas