BTF 2015 Usung Pendidikan dan Lingkungan

Ketua BAPTA, Satrio Budi Santoso, didampingi, Ketua Panitia Batu+Travel Fair, Sekretaris BAPTA, dan Sekretaris Panitia, Edo. (fatul/malangvoice)

MALANGVOICE – Batu Travel Fair (BTF) 2015 akan dikemas dengan konsep berbeda. Bukan hanya mempromosikan pariwisata, BTF akan mengusung soal lingkungan dan pendidikan.

“Agenda kita nanti juga ada penanaman mangrove di Malang Selatan, dan sebagian dana hasil wisata di sana digunakan untuk sumbangan pendidikan,” ungkap Ketua Batu Profesional Tourism Association (BAPTA), Satrio Budi Santoso kepada wartawan, Jumat (7/8).

Konsep pendidikan dan lingkungan yang dimaksud Satrio, adalah dengan mengajak beberapa seller wisata pendidikan dan wisata berbasis lingkungan di Kota Batu. Bahkan nantinya, Travel Fair akan mengajak buyer untuk melakukan penanaman mangrove di Malang Selatan.

BTF akan diselenggarakan di Sekolah Selamat Pagi Batu, Bumiaji, Senin (28/9) sampai Kamis (1/10) mendatang. Satrio menegaskan, bahwa kesuksesan Batu Travel Mart 2013 akan diulangnya kembali meskipun dengan nama yang berbeda.
Soal peserta, dijelaskan bahwa saat ini sudah ada 74 seller dan buyer yang mendaftarkan diri.
Pihaknya nanti akan memberikan beberapa fasilitas kepada seller dan buyer yang mendaftarkan diri.
“Kita modelnya kerja sama dengan beberapa seller, karena kita ini swadaya dari teman-teman BAPTA sendiri yang anggotanya sudah lebih dari 20 organisasi, baik travel agent, transportasi, maupun wisatanya sendiri,” ungkap Satrio. –

Duet ChoMa Tambah 11 Ribu Berkas Dukungan

Calon Wakil Bupati Malang dari jalur independen, M Mufidz, saat menyerahkan berkas tambahan ke KPU. (miski/malangvoice)

MALANGVOICE – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang dari jalur perseorangan Nurcholis dan M Mufidz (ChoMa), menyerahkan lagi 11 ribu berkas dukungan ke KPU, Jumat (7/8) sore.

Sebelumnya, ChoMa juga menyerahkan berkas dukungan tahap pertama sebanyak 176 ribu, dan tahap kedua sebanyak 109 ribu dukungan.

“Kami tambah lagi berkasnya, untuk angka aman. Total 296 dukungan kami serahkan ke KPU,” kata M Mufidz, di Kantor KPU, beberapa menit lalu.

Tahap pertama, dari 176 ribu yang diserahkan, hanya 136 ribu berkas dukungan dinyatakan sah secara administrasi. Sedangkan, dari 109 ribu yang diverifikasi administrasi, hanya 98 ribu yang lolos.

Diharapakan, tambah dia, berkas dukungan yang terkumpul bisa melampaui target minimal penyelenggara. “Target kami minimal di atas 170 ribu dukungan yang disahkan sama KPU,” tuturnya.

Sedangkan verifikasi faktual akan dimulai besok sampai tanggal 12 Agustus ini. –

Polisi Dalami Cara Abdullah Bantai Istri-Anaknya

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, mendampingi Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Siregar, di RSSA. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Penyidik Polres Malang terus menyelidiki cara Abdullah Fadilah mengeksekusi anak dan istrinya. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, saat menenjenguk Abdullah di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jumat (7/8).

“Terkait proses eksekusinya, kami masih perlu melakukan pendalaman,” kata AKP Wahyu Hidayat.
Hasil penyelidikan sementara, pelaku lebih dulu menghabisi korban dengan senjata tajam, sebelum akhirnya dibakar. “Korban ditutup selimut, kamar-kamar disiram bensin dan dibakar,” tambah Wahyu.
Nah, setelah melakukan pembunuhan, Abdullah sempat membersihkan diri dan berganti pakaian.
Abdullah sendiri ditemukan tidak sadarkan diri di kamar mandi, mengenakan baju dan sarung bersih tanpa bercak darah.

“Menurut anak pertama pelaku, sekitar jam 22.30 WIB, posisi kedua korban tengah tidur dalam satu kamar,” ungkap Wahyu Hidayat.

Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga menemukan engsel pintu kamar rusak. “Berarti pintu sempat didobrak. Ada percikan darah di tembok, kulkas, dan gorden. Di dapur percikan darahnya sampai di tembok bagian atas, artinya eksekusi mungkin saat korban berdiri,” jelas Wahyu Hidayat. –

Inilah 11 Poin Hasil Kongres Anak Indonesia 2015

10 duta anak indonesia 2015 saat membacakan rekomendasi hasil Kongres Anak Indonesia di Batu. (fatul/malangvoice(

MALANGVOICE – Ada 11 poin suara Anak Indonesia hasil Kongres Anak Indonesia ke XIII 2015. Sebelas poin tersebut telah dibacakan nantinya akan dibacakan dihadapan Presiden Jokowi. Apa saja isinya?

1. Anak Indonesia mendorong keluarga, masyarakat, dan negara menyatukan aksi bersama memutus mata rantai kekerasan terhadap anak serta menentang segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penyiksaan, penelantaran, dan diskriminasi.

2. Memohon kepada Presiden RI untuk merealisasikan Instruksi Presiden No 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak di seluruh daerah di Indonesia.
3. Memohon kepada Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan pemerataan partisipasi, dan penyaluran aspirasi anak di seluruh Indonesia tanpa adanya diskriminasi.

4. Agar pemerintah Indonesia juga secara tegas melindungi dan mensosialisasikan tentang media ramah anak serta peran masyarakat dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak di setiap daerah.

5. Memohon kepada pemerintah Indonesia untuk menetapkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi unsur-unsur pendidikan yang ramah anak, khususnya di wilayah perbatasan.

6. Pemerintah juga diminta untuk melakukan pemerataan dan pengoptimalan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk peningkatan pengetahuan hak reproduksi anak dan remaja di setiap daerah.

7. Memohon kepada pemerintah untuk melakukan pemerataan dan pemaksimalan pembangunan infrastruktur media informasi dan telekomunikasi yang ramah anak serta mendorong partisipasi masyarakat untuk mensosialisasikan media informasi yang ramah anak di setiap daerah.

8. Anak-anak Indonesia juga memohon kepada pemerintah, masyarakat, keluarga melakukan upaya deteksi dini terhadap kekerasan anak dan mengupayakan rehabilitasi dan reintegrasi terhadap anak, baik korban dan atau anak pelaku kekerasan terhadap anak dengan membangun Rumah Perlindungan Sosial Anak dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak di setiap daerah.

9. Memohon kepada pemerintah untuk mengeluarkan dan menetapkan kebijakan bahwa setiap orang harus menjadi teladan bagi anak dalam rangka mendukung gerakan revolusi mental demi kemajuan bangsa dan negara.

10. Adalah memohon setiap Pemda tingkat I dan II di seluruh Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan daerah tentang perlindungan anak yang di dalamnya memperkuat hak partisipasi anak, khususnya dalam musyawarah pembangunan di daerah, wajib mempertimbangkan pendapat anak.

11. Anak Indonesia mendesak pemerintah agar segera mempertegas kebijakan regulasi terkait kontrol tembakau dan menjauhkan anak-anak dari bahaya NAPZA serta merealisasikan ketentuan-ketentuan tersebut berupa perupa peraturan yang kongkret demi masa depan generasi muda yang lebih baik.-

Buang Air pun Bakal Diatur Perda

MALANGVOICE – Ketua Pansus Perda Penanggulangam Pencemaran Air, Bambang Sumarto berharap. aturan mengenai perlindungan air bisa segera dituntaskan dalam waktu cepat.

Ini karena kebutuhan masyarakat atas Perda cukup mendesak, mengingat banyaknya potensi pemcemaran air di Kota Malang yang cukup tinggi.

“Kalau dari Pansus, lebih cepat lebih baik Perda ini segera disahkan,” ucap Bambang kepada MVoice, Jum’at (7/8).

Ia menerangkan, Perda yang kini masih nyantol di Bagian Hukum Pemkot Malang ini akan mengatur segala macam hal yang berhubungan dengan perlindungam air.

Pada beberapa pasal, nantinya juga akan ada aturan mengenai sanksi bagi perusahaam ataupun perorangang diketahui melakukan pencemaran mata air.

Kasus yang selama ini terjadi, selain pencemaran air terjadi karena sampah, limbah usaha seperti laundry juga kerap kali mencemari air.

“Nantinya semua diatur dalam Perda ini. Kami Pansus masih konsultasi ke Kementerian LH nanti hasil ini kami bawa untuk follow up di Malang,” pungkasnya.-

Ketua Komnas PA Tanya Kronologis Suami Bunuh Anak-Istri

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait berbincang dengan Abdullah, tersangka yang diduga pembunuhan anak dan istrinya di Jabung. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, Jumat (7/8) siang ini, menjenguk Abdullah Lutfianto, yang diduga pembunuh anak dan istrinya sendiri.
Kedatangan Arist Merdeka Sirait ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang didampingi Ketua TRC Komnas PA, Naomi Werdi Sastro, dan Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat. “Saya datang untuk mensupport Polres Malang mengusut tuntas kasus ini,” kata Arist

Arist sempat berbincang dengan Abdullah di ruang isolasi no 23 RSSA. Ia menanyakan kronologi peristiwa yang terjadi Selasa (4/8) itu.

Abdullah yang sudah mulai sadar dan bisa diajak bicara, menjawab sejumlah pertanyaan Arist secara terbata-bata. “Yang disampaikan pelaku, ada faktor kemiskinan yang memicu emosi meluap,” papar Arist kepada wartawan.

Pria tambun dan berjengkot itu menambahkan, Abdullah mengaku tak mampu menahan amarahnya kepada sang istri, Wiwik Halimah karena sering diusir dari rumah. Ia menyayangkan peristiwa ini.

Menurut Arist, kekerasan dalam rumah tangga selalu mengorbankan anak. “Apalagi ini sampai terjadi pembunuhan, saya berharap bisa dituntaskan dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.-

Dewan Kumpulkan Data Perumahan yang Langgar AP

Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Sulik Lestyowati.

MALANGVOICE – Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Sulik Lestyowati masih mengumpulkan data terkait pembangunan perumahan Grand Masyhur yang diduga tidak mengantongi izin dari BP2T.

Data itu nantinya akan dijadikan rekomendasi dewan atas pembangunan perumahan tersebut. “Hari ini kami memanggil pengembang untuk dimintai keterangan, namun kami masih belum mendapatkan keterangan,” kata Sulik, Jum’at (6/8).

Hasil hearing dengam BP2T. Kamis (6/8), Komisi A mendapat informasi jika BP2T menghentikan izin pembangunan karena proses administrasi.

Politisi Demokrat itu menyebut, ada dugaan pemalsuan dokumen advice planning, sehingga pihak perizinan menghentikan izin pembangunan.

“Kami masih akan memanggil bagian hukum untuk mengkonfrontir masalah ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala BP2T, Indri Ardoyo, mengakui jika pihaknya tidak meneruskan izin pembangunan karena ada permasalahan administrasi. Namun, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang ini enggan merinci apa saja masalah tersebut.

“Ada beberapa kejanggalan yang membuat kami tidak meneruskan izin pembangunan tersebut,” ucap Indri Ardoyo.

Dishub Tata Ulang Marka Parkir Mobil

Petugas Dishub Kota Malang sedang menata marka batas parkir. (hamzah/malangvoice)

MALANGVOICE – Jelang diberlakukannya tarif parkir baru, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, serius dalam hal penataan parkir.

Penataan selain merupakan upaya dalam mengatur ulang titik parkir, juga dimaksudkan mengurangi kemacetan yang diakibatkan.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, beberapa lokasi seperti di kawasan pasar besar, Jalan Kopral Usman, Zainul Arifin, dsb, kini bakal memiliki marka parkir yang baru.

‘Kami melakukan penataan beberapa titik parkir agar lalu lintas jalan tidak terganggu,” ucap Handi, Jum’at (7/8).

Pantauan di lapangan, beberapa petugas Dishub, termasuk Kepala Bidang Parkir, Samsul Arifin, meninjau lokasi menata parkir sesuai dengan marka yang baru.

“Kami tidak ingin parkir menjadi penyumbang kemacetan di beberapa ruas jalan itu,” tandasnya.

Pada marka baru, untuk parkir mobil dibuat miring hingga 30 derajat dengan syarat tidak diizinkan parkir mundur. Upaya ini setelah mengalami proses uji coba ternyata berhasil menekam angka kemacetan, lantaran mobil mempunyai space untuk langsung menuju area parkir dan keluar parkir.

“Dengan pola garis miring ini parkir menjadi cepat, dengan catatan harus masuk kepala mobil tidak boleh buntutnya,” beber dia.

Selain mampu mengatasi kemacetan, pola baru itu juga ampuh dalam menghemat tempat. Dibandingkan dengan parkir lurus, maka pola miring ini diklaim mampu memberi space jalan hingga sati meter.

“Selain itu kami juga melarang tempat parkir mobil di huni sepeda motor, kalau nanto ada jukir yang melakukannya, kami akan beri sanksi,” tegas dia.

UB Tak Persoalkan Kejaksaan Sita Mobil Listrik Pertamina

Kabag Humas UB, Anang Sujoko (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Pihak Universitas Brawijaya Malang, tidak mempersoalkan disitanya mobil listrik hibah dari Pertamina yang diberikan Juli tahun lalu.

Mobil listrik tersebut disita oleh pihak kejaksaan, Kamis (6/8) sore di Fakultas Teknik. ”Tim penyita langsung ke Dekan Teknik, penyitaan juga terjadi cepat sekitar 10 menit,” kata Kabag Humas UB, Anang Sujoko kepada Mvoice, Jumat (7/8).

Anang menambahkan, mobil listrik tersebut memang banyak kendala sebelum disita oleh kejaksaan.

“Jarang dicoba karena mengalami beberapa kendala, baterai charger dan sistem recharger yang lama kemudian cepat habis,’ ungkapnya.

Oleh kejaksaan, saat ini mobil listrik tersebut sudah dipasangi pita pembatas dan dititipkan di UB sampai batas yang belum di tentukan.

Pihak UB sendiri akan terus membantu upaya penegakan hukum yang saat ini sedang diupayakan. “Kami komitmen mendukung penegakan hukum, upaya kejaksaan atas penyitaan mobil itu,” tandasnya.

Polisi Terus Awasi Tindak Kejahatan

Kompol Sunardi pimpin apel pasukan guna amankan lokasi perputaran uang. (Deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Polisi di Kota Malang selalu siap memberi pelayanan, tetutama dalam hal pencegahan tindak kriminalitas.

Kabag Ops Polres Malang Kota, Kompol Sunardi Riyono mengatakan, anggotanya tetap siaga dengan tindak kejahatan apapun.

“Kami akan total memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama memberikan keamamanan,” ujarnya setelah memimpin apel di Jalan Simpang Balapan, Jumat (7/8) siang.

Kepada 20 pasukan gabungan dari anggota Sabhara Polres Malang Kota dan Polsek, Sunardi menginstruksikan tetap mengawal dan mewaspadai tempat perputaran uang seperti mall, mini market, bank, dan SPBU.

“Karena ini hari Jumat, perputaran uang akan banyak, saya harap semua sigap,” tegasnya.

Dengan demikian, tingkat kriminalitas di Kota Malang bisa terus menurun dan berkurang.

“Berdasarkan data analisa kami, tingkat kriminalitas terus menurun beberapa bulan terakhir. Kami ingin partisipasi dari masyarakat juga dalam mengawasi tindak kejahatan,” pungkasnya.

Komunitas