Dishub: Gak Diberi Karcis Parkir, Jangan Bayar!

Imbauan Dishub Pada Masyarakat

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengimbau, masyarakat agar tidak membayar parkir jika para juru parkir (Jukir) tidak memberi karcis.

Hal ini ditekankan menjelang penerapan tarif baru sesuai Peraturan Daerah No 3 Tahun 2015 tentang Retribusi Jasa Umum. Dalam Perda itu tarif parkir sepeda motor ditetapkan Rp 2.000.- dan untuk mobil Rp 3.000.-

“Saya tegaskan kepada masyarakat agar tidak membayar parkir jika tidak diberi karcis,” tegas Handi, beberapa menit lalu.

Dijelaskan, selama ini kebocoran retribusi terjadi karena jukir tidak memberi karcis, di samping target parkir yang menggunakan sistem perkiraan.

“Kebocoran ada di sini, jadi kalau masyarakat tidak meminta karcis, maka turut menyumbangkan kebocoran retribusi,” bebernya.

Bagi hasil parkir juga diubah. Sebelumnya 60 persen untuk Dishub dan 40 persen Jukir, berubah menjadi 70 persen untuk Jukir dan 30 persen untuk Dishub.

“Tapi ini 30 persen beneran bukan abu-abu, kemarin meski 60 persen bagi hasil tapi kalau dihitung tidak sampai 5 persen saja,” bebernya

Para Jukir di Kota Malang, nantinya harus membayar di muka saat mengambil karcis parkir, dan hal ini disiasati agar menekan angka kebocoran selama ini.-

Minggu Depan Tarif Parkir Baru Diberlakukan

Kepala Dishub, Handi Priyanto.

MALANGVOICE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, minggu depan resmi menaikkan tarif parkir sesuai Peraturan Daerah No 3 Tahun 2015 tentang Retribusi Jasa Umum.

Kepala Dishub, Handi Priyanto, mengatakan, pihaknya masih menunggu kesiapan karcis yang ditangai Bagian Umum. “Ada sedikit kesalahan dalam persiapan karcis di Bagian Umum,” kata Handi, beberapa menit lalu.

Ia menambahkan, saat ini sedang menghitung ulang kebutuhan karcis yang ada di Kota Malang dan karcis untuk tarif parkir baru.

“Juga akan kita sosialisasikan kepada jukir dan masyarakat karena untuk menjalankan parkir butuh karcis,” tandasnya.

Nantinya Dishub akan memasang baliho berisi informasi soal tarif parkir baru, tujuannya agar warga tidak salah dalam membayar.

“Baliho akan kami pasang di setiap ruas jalan agar masyarakat tahu tarif parkirnya,” tegasnya.

Dalam Perda No 3 Tahun 2015 terjadi perubahan tarif sepeda motor dari Rp 700.- menjadi Rp 2.000.- untuk roda empat dari Rp 1.500.- menjadi Rp 3.000.-

Cemburu, Suami Bacok Selingkuhan Istri

Kapolres Batu, AKBP Decky Hendarsono saat menunjukkan barang bukti celurit (fathul)

MALANGVOICE – Mengetahui istri selingkuh, AK (40), warga Desa Sumber Rejo, Kecamatan Batu, menganiaya pria selingkuhan istrinya.

Korban bernama Nur Abadi, dianiaya di Pangkalan Ojek Pasar Pujon, Kabupaten Malang. Korban mengalami luka bacok di bagian kepala dan lengan kanan. Saat ini korban dirawat di RS Hasta Brata Kota Batu.

Kapolres Batu, AKBP Decky Hendarsono, didampingi Kapolsek Pujon, AKP Pujiyono, menceritakan, kejadian bermula saat AK dan istrinya mendatangi Pos Ojek Pasar Pujon, Jumat (13/11) pukul 16.00 WIB.

Pelaku yang sudah menyiapkan celurit langsung menganiaya korban hingga berdarah. Warga kemudian lapor ke Polsek Pujon, namun saat anggota mendatangi lokasi, pelaku sudah kabur.

Pukul 17.30 WIB anggota berhasil menangkap pelaku. ”Dia bersembunyi di rumah tetangga,” ungkap Kapolres Decky Hendarsono.

AK terancam Pasal 351 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

AK mengaku, beberapa kali istrinya diancam agar memberikan uang kepada korban. “Sering dimintai uang Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu,” cerita AK.-

Letkol Arm Aprianko Suseno Dandim 0833/Kota Malang

Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata bersama Letkol Arm Aria Yudha Setiawan. (deny)

MALANGVOICE – Jabatan Komandan Kodim 0833/Kota Malang diserahterimakan dari Letkol Arm Aria Yudha Setiawan kepada Letkol Arm Aprianko Suseno. Serah terima jabatan dilakukan di Makorem 083/BDJ oleh Danrem, Kolonel Inf Fajar Setyawan, pagi tadi.

Aria Yudha menjabat Dandim Kota Malang selama 8 bulan dan beberapa hal telah dikerjakan dengan baik terutama menciptakan kondisi aman di wilayah teritorialnya.

Aria Yudha selanjutnya menjadi staf Kementerian Pertahanan di Jakarta. Sementara, Letkol Arm Aprianko Suseno sebelumnya menjabat Danyon Armed 1 Singosari.

“Terima kasih Kota Malang, semoga bisa terjaga kemanan dan kondusif,” kata Aria Yudha Setiawan, usai sertijab.

Sementara Letkol Arm Aprianko Suseno berjanji akan meneruskan kinerja yang sudah diciptakan Aria Yudha. “Saya berusaha mempererat hubungan semua lapisan masyarakat untuk menciptakan suasana damai, mungkin itu saja,” katanya saat pisah kenal.

Pisah kenal itu dihadiri pejabat Forpimda Kota Malang disertai tukar cinderamata sebagai kenang-kenangan untuk Aria Yudha.-

Sakit, Dua Pendaki Gunung Panderman Dievakuasi

Evakuasi pendaki sakit di Gunung Panderman. (istimewa)

MALANGVOICE – Dua pendaki dievakuasi dari Gunung Panderman dan Gunung Butak, Kota Batu, karena sakit, dini hari tadi. Mereka adalah Yusron, dari SMK Telkom Malang, dan Lucky, anggota pecinta alam di Surabaya.

Data yang dihimpun MVoice dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Batu, Yusron mengalami hypotermia atau kedinginan akut, sementara Lucky kakinya terkilir sehingga tidak bisa jalan.

Mereka dievakuasi setelah dua orang teman pendaki melapor ke pos pendakian, kemarin sore. Sekitar pukul 18.00 WIB, tim dari BPBD dan masyarakat setempat melakukan perjalanan selama 4 jam ke lokasi. Dini hari tadi, mereka berhasil dievakuasi ke pos pendakian.

Dua kelompok melakukan pendakian ke Gunung Panderman dan Gunung Butak, Sabtu (14/11). Satu tim berjumlah 17 orang mahasiswa gabungan beberapa kampus dari Surabaya, dan tim lain 15 siswa SMK Telkom Malang.

Mereka start pendakian dari Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Lalu mendirikan camp hari itu juga di atas gunung. Hari Minggu (15/11) kemarin, saat hendak turun, dua pendaki mengalami sakit.

“Sekarang awal musim hujan jadi pendaki kami minta hati-hati. Kadang cuaca tidak menentu sehingga menyebabkan sakit. Untung kemarin pendaki segera melapor sehingga evakuasi bisa dilakukan dengan cepat,” kata staf BPBD Batu, Ismu Buhana kepada MVoice, melalui selulernya.-

Aliansi-LPMK Ingin Desain Malabar Segera Tuntas

Robbani Amal Romis

MALANGVOICE – Aliansi Masyarakat Peduli Hutan Kota Malabar bersama perwakilan LPMK Klojen sepakat agar desain revitalisasi Hutan Malabar segera diselesaikan.

Hal itu diketahui, saat keduanya menggelar diskusi bersama di Warung Komika, depan Taman Kunang-kunang, kemarin malam.

Anggota aliansi, Robbani Amal Romis, mengatakan, selama ini masyarakat kawasan Malabar resah, karena kondisi hutan yang berantakan, pasca revitalisasi yang terhenti beberapa waktu lalu.

“Sedangkan kami ingin revitalisasi tidak menabrak fungsi ekologis. Akhirnya, setelah dibahas, ada titik kesepahaman bersama antara kami dan masyarakat sekitar,” kata Robbani.

Ditambahkan, saat ini bola panas penyelesaian revitalisasi ada di DPRD Kota Malang, yang masih belum merealisasi pertemuan antara masyarakat, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan PT Amerta Indah Otsuka.

“Keputusannya ada di DPRD, kalau desain ingin segera dibahas,” timpalnya.

Seperti diketahui, antara aliansi dan masyarakat yang diwakili LPMK Klojen terjadi sedikit salah paham soal revitalisasi Malabar. Kala itu dua kelompok ini melakukan aksi demo berbeda tujuan, aliansi ingin agar revitalisasi tidak menabarak fungsi ekologis, sedangkan masyarakat mendesak agar revitalisasi segera diselesaikan.

Kebakaran di Kota Batu Lewati Batas Maksimal

Santoso Wardoyo. (fathul)

MALANGVOICE – Peristiwa kebakaran di Kota Batu sudah melebihi ambang batas toleransi. Selama 2015 terjadi 35 kebakaran yang ditangani petugas.

“Dengan jumlah penduduk 200 ribu jiwa, toleransi kebakaran harusnya 20 peristiwa saja, tapi data kami menunjukkan ada 35 kejadian,” kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran, Santoso Wardoyo.

Dengan jumlah kejadian itu, Santoso berpesan agar masyarakat lebih hati-hati. Karena kebakaran bisa dicegah dengan kewaspadaan terhadap penyebab kebakarannya.

“Rata-rata karena listrik dan elpiji. Kalau listrik misalnya, warga jangan menggunakan satu colokan untuk berbagai alat karena tegangannya bisa panas,” pesan Santoso.

Sementara untuk elpiji, cara mencegahnya dengan menggunakan selang kompresor yang bagus. Karena kebakaran yang disebabkan elpiji rata-rata akibat selang bocor.

“Memang butuh penanganan lebih di Kota Batu karena bercita-cita menjadi wisata internasional. Masing-masing hotel dan pemukiman, harus meminimalisir terjadinya kebakaran,” tandasnya.-

Kembali Blusukkan, Dewanti Sisir Daerah ‘Rawan’

Dewanti Rumpoko

MALANGVOICE – Masa kampanye yang tinggal menghitung hari benar-benar dioptimalkan Dewanti Rumpoko. Hari ini, kandidat bupati Malang itu menyisir daerah-daerah yang nota bene tergolong rawan, yakni yang tidak dikuasai PDIP, di antaranya Desa Sengguruh dan Kemiri, Kepanjen.

Walau harus berjalan beberapa kilometer, Dewanti nampak tak kenal lelah menyapa warga di sepanjang jalan.
Di tengah-tengah menyapa warga, istri wali kota Batu itu juga melayani ajakan foto selfie warga. Dengan senyum ramah dan terkadang diiringi canda tawa.

“Bapak, ibu, mbah, saya Dewanti Rumpoko. Calon Bupati Malang nomor 2, nanti 9 Desember jangan lupa coblos nomor 2 ya,” ungkap Dewanti.

Kedatangan Dewanti disambut antusia warga yang ada di kawasan itu. Hartini, salah satu warga Sengguruh mengaku Dewanti sosok calon bupati yang memiliki kemauan memajukan Kabupaten Malang.

Keinginannya untuk mendekatkan diri dengan warga melalui kegiatan blusukan dari rumah ke rumah mengingatkan dirinya pada sosok bupati dari PDIP sebelumnya, Sujud Pribadi.

“Ya begini ini harusnya bupati. Mau dekat dengan rakyat, punya keinginan memajukan Kabupaten Malang, dikasih hidangan apa saja mau, tak pilih-pilih,” ungkap Hartini.

Lebih lanjut dikatakan, program sekolah gratis, kemudahan mengurus KTP, KK dan akta kelahiran sangat didukung warga. Karena itu Hartini berharap program ini dapat diwujudkan setelah terpilih nanti.

Ditambahkan, banyak masyarakat yang menyaksikan debat cabup menilai, apa yang disampaikan incumben tidak sesuai yang diucapkan, terutama terkait masalah pendidikan dan administrasi pengurusan KTP, KK dan Akte. Yang disampaikan gratis, kenyataannya masih membayar dengan jumlah mencekik.

Gandeng RS Soepraoen, UIN Maliki Dirikan Fakultas Kedokteran

Rektor UIN Maliki, Mudjia Rahardjo.

MALANGVOICE – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun ini berupaya membuka Fakultas Kedokteran.

Pasca gedung fakultas itu dibangun di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pihak kampus sedang menjalin kerjasama dengan RS dr Soepraoen untuk memenuhi syarat menjadi fakultas.

“Nantinya dokter yang ada di sana akan mengajar dan mahasiswa kita bisa praktik di rumah sakit itu,” kata Rektor UIN, Mudjia Rahardjo, beberapa menit lalu.

Akhir bulan November ini, ia akan mengajukan kembali permohonan kepada Dirjen Pendidikan Tinggi menyusul permohonan sebelumnya yang ditolak. Saat itu karena UIN masih belum memiliki fasilitas gedung.

“Kita akan bekerjasama dengan RS Soepraoen sekitar 5 tahun sampai tahun 2020,” jelasnya.

Sedangkan memilih RS Soepraoen, dikatakan Mudjia, karena rumah sakit itu bertipe B dan belum bekerjasama dengan perguruan tinggi lain.

“Maksimal satu rumah sakit ada dua kerjasama dengan kampus, jadi kita pilih Soepraoen karena faktor itu,” pungkasnya.-

Hasyim Muzadi: Teror Paris Bukan Ajaran Islam

Hasyim Muzadi

MALANGVOICE – Aksi terorisme yang terjadi di Paris, Perancis, Jum’at (13/11), mendapat perhatian dari berbagai tokoh agama di Indonesia.

Salah satuNYA, KH Hasyim Muzadi, YANG mengatakan, aksi terorisme tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. “Pertama yang harus ditegaskan adalah aksi teror, bukan ajaran Islam,” tegas Hasyim, beberapa menit lalu.

Dijelaskan, selama ini penyebab dan runtutan yang berujung aksi teror masih belum jelas asal muasalnya, karena di sisi lain Timur Tengah menganggap Barat sebagai sumber masalah dan sebaliknya.

“Ini perdebatan seperti telor dan ayam, jadi belum ada kajian yang menjelaskan penyebabnya apa,” tandasnya.

Karena itu, mantan Ketua Umum PB NU itu berharap, agar ada dialog internasional yang mengungkapkan dasar penyebab terorisme.

Selain itu, di Indonesia sendiri perlu Undang-undang penangkal aksi terorisme dari akar atau hulunya bukan dari hilir.

“Harus ditekan dari hulunya. Embrionya, ya pemikiran, itu yang harus ditangkal dengan mekanisme undang-undang sehingga ulama bisa turut mengontrol hal itu,” bebernya.-

Komunitas