Lepas Lampion, Berharap Perdamaian Dunia

Salah satu peserta saat melepas lampion perdamaian di Pendopo Malang.

MALANGVOICE- Puluhan lampion dilepas para tamu undangan dan perwakilan luar negeri dalam acara ‘Annual Malang International Peace Conference 2015’ di Pendopo Malang, Sabtu (5/9) malam.

Berbagai harapan seputar perdamaian dunia pun disertakan pada lampion tersebut. Beberapa perwakilan dari luar negeri seperti Prof Nadirsyah Hosen dari Monas University, Nsikan Ekwere dari Nigeria, Dr Luqman Hakim dari Cahaya Sufo, Mr Chong Ming Hwee presidem Baha’i dari Singapura, dan Prof Joel S.Kham dari Australia.

Kabag Humas dan Publikasi Unira, Mahrus Ali mengatakan, acara konferensi perdamaiam baru dilaksanakan, Minggu (6/9) besok.

“Malam ini sambut tamu dan dinner bareng, sekalian mengenalkan masakan khas Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, seputar perdamaiam di Indonesia juga dibicarakan bersama. Sebab, adanya konferensi ini upaya Indonesia menjadi barometer perdamaian dunia.

“Tadi Presidem Baha’i menuliskan harapannya agar tidak ada lagi perselisihan soal agama maupun sosial,” paparnya.-

Dewanti Terpikat Pantai Kondang Merak

Cabup dari PDIP, Dewanti Rumpoko saat mengunjungi perpustakaan di Kondang Merak, Kabupaten Malang

MALANGVOICE- Calon Bupati Malang dari PDIP, Dewanti Rumpoko mengagumi keindahan pemandangan Pantai Kondang Merak, Bantur, Kabupaten Malang.
Menurutnya, pantai Kondang Merak terlihat asri dan pemandangannya mampu memikat wisatawan mancanegara. Pantai Kondang Merak, dikatakan, tidak kalah indah dengan Pantai Kuta, Bali.

“Sayang infrastruktur jalan ke sini masih makadam dan berlubang, tak heran bila jarang yang mau berkunjung,” kata Dewanti Rumpoko saat berkunjungan ke pantai itu, Sabtu (5/9).

Apabila infrastruktur pendukung memadai, Dewanti optimistis, kunjungan ke Pantai Kondang Merak menjadi jujugan wisatawan. Selain mampu menambah pemasukan pendapatan asli daerah juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.

“Sangat menjual sekali, bila dikelola dengan baik bisa jutaan wisatawan ke sini,” ungkap istri Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko itu.

Dewanti juga mengapresiasi perpustakaan umum yang dikelola masyarakat. “Perlu ditambah koleksi bukunya, dan lebih diperbanyak perpustakaan di kampung nelayan, supaya masyarakat melek informasi,” paparnya.

Selain berkunjung ke Pantai Kondang Merak, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Malang Raya itu menyempatkan blusukan ke Balekambang dan Bantur.-

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Dokter

Kapolsek Blimbing, AKP Budi Setiyono (deny/malangvoice)

MALANGVOICE – Kematian pembantu rumah tangga (PRT) Sinjani (55) di rumah majikannya Perumahan Araya blok P1 no 1, RT 1/RW 11, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (5/9) pagi tadi, masih diselidiki pihak kepolisian.

Kapolsek Blimbing, AKP Budi Setiyono mengatakan, belum bisa memastikan penyebab kematian Sinjani dan menunggu tim medis RSSA Kota Malang. “Kami masih nunggu hasil otopsi,” katanya, saat ditemui di Mapolres Malang Kota, Sabtu (5/9).

Sinjani diketahui sudah tak bernyawa oleh majikannya di kamar tidur pukul 06.00 WIB. Korban yang baru bekerja selama 3 minggu diakui Leli, majikannya sebagai orang yang enerjik.

“Si Bibi itu enerjik sekali mas, saya juga kaget orangnya meninggal,” katanya kepada MVoice.-

Berkumpulnya Ulama-Musisi Rock Kemerdekaan

Panggung untuk pengajian umum ke-5 Arema Berdzikir sudah siap digunakan. (Ade Herawanto for MalangVoice)

MALANGVOICE – Pengajian umum Arema Berdzikir ke 5 siap digelar Minggu (6/9) besok di Dinoyo. Sabtu (5/9) hari ini, panggung yang akan dipakai pengajian sudah berdiri.

Ketua Arema Berdzikir, Ir Ade Herawanto menyatakan, kegiatan ini sengaja digelar di Kelurahan Dinoyo karena sekaligus bebarengan dengan momen bersih desa Dinoyo.

“Ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-70 RI. Selain itu, sekalian dalam rangka milad ke-110 Ponpes Thorikoh Qoidiriyah Naqsabandiyah Suryalaya,” ungkao Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Malang itu.

Pengajian umum Arema Berdzikir sudah rutin digelar atas inisiatif d’Kross Community dan lingkaran Arek-arek Malang. Ade menyebut, pembicara yang telah memastikan hadir besok adalah Gus Wahid, ustadz yang terkenal dekat dengan Aremania.

“Pemimpin Ponpes Bahrul Maghfiroh yang juga pendiri Forum Peduli Umat, Gus Lukman juga telah memastikan hadir,” tambah Ade.

Ade menjelaskan, sejumlah habaib dan jajaran pengurus NU Kota Malang dijadwalkan ikut serta. “Juga sebagai syukuran dan penutup rangkaian kegiatan, hadir pula komunitas musisi setelah event Rock Kemerdekaan kemarin,” tandasnya.-

Batu Waspada Penyakit Mematikan

Sri Rahati (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Penyakit difteri yang mematikan memakan satu korban warga Kota Batu. Identitas korban sengaja disembunyikan oleh Dinas Kesehatan Kota Batu.

“Kita langsung menangani kasus ini agar tidak menimbulkan kepanikan warga. Dinkes dalam hal ini all out hingga ditemukan cara penyembuhannya,” jelas Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, Sri Rahati kepada MVoice, Sabtu (5/9).

Difteri merupakan jenis penyakit menular dan dapat tersebar karena berhubungan langsung dengan penderita. Gejala yang muncul biasanya sakit tenggorokan, demam, sulit bernafas dan sakit saat menelan makanan atau minuman.

Langkah-langkah yang dilakukan Dinkes, kata Rahati, adalah dengan melakukan pencegahan terhadap warga yang tidak memiliki gejala difteri. Bisa dengan obat pencegahan dan imunisasi untuk balita.

Sementara untuk warga yang punya gejala ke arah difteri, Dinkes akan melakukan pengecekan berkala dan pengobatan intensif.

Perlu dikehui difteri disebabkan oleh bakteri yang bersumber dari Corynebscterium Diphtheriae. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal.-

Media Harus Punya Quality Control

Ketua KPID Jawa Timur, Maulana Arif

MALANGVOICE – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur menilai, banyak media bersiaran belum memiliki quality control secara mandiri.

Ketua KPID Jawa Timur, Maulana Arif mengatakan, sejatinya media harus memiliki standar tersendiri. Mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Program Siaran (P3SPS), dan jangan sampai melanggar aturan di atasnya.

Namun, dari 38 daerah di Jawa Timur, media lokal masih jarang yang memiliki standar penayangan. “Kalau media punya standar tersendiri, maka minim sanksi yang diterima dari KPI,” katanya, beberapa menit lalu.

Ia tidak merinci berapa prosentase pelanggaran di Jawa Timur per tiga bulannya. Hanya saja, KPI menjatuhkan sanksi manakala lembaga penyiaran menayangkan program tidak mendidik seperti sensual dan kekerasan.

Meski begitu, baru sebagian media yang pernah dicabut dam dihentikan program siarannya.

“Sanksi terus menerus diterima media jika belum membuat quality control. Padahal, media yang mapan sudah memiliki standar itu, harusnya dicontoh sama media lokal,” paparnya ramah.-

Media Jangan Terjebak Panen Iklan

MALANGVOICE – Pilkada dianggap masa panen bagi lembaga penyiaran untuk mendapatkan iklan sebanyak-banyaknya. Hal tersebut diungkapkan Ketua KPID Jawa Timur, Maulana Arif di acara Workshop Jurnalistik ‘Menguji Independensi Jurnalis Dalam Pilkada 2015’ di Hotel Sahid Montana 1, Sabtu (5/9).

Ia mengimbau lembaga penyiaran tidak mudah dan gampang menerima iklan. Sebab, apabila dianggap melanggar oleh KPID, kerja sama tersebut akan menjadi pelik kedepannya.

“Kontrak siarannya belum selesai, ternyata KPI minta itu dihentikan. Kan kasihan bagi media bersangkutan,” jelasnya.

Karenanya, KPI segera mengeluarkan surat edaran bagi media-media di Jawa Timur. Sebab, iklan ke media dikoordinir oleh KPU langsung.

Ia juga meminta agar media patuh terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Program Siaran (P3SPS). Jika hal itu dilanggar, otomatis sanksi dari KPI akan terus diberikan bagi media bersangkutan.

“Pimpinan media harus paham akan hal ini, supaya tidak terjebak dalam masalah berkepanjangan,” tuturnya.-

KPID-Bawaslu Pantau Media Nakal

Ketua KPID Jatim, Maulana Arif. (Miski/malangvoice)

MALANGVOICE-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur bersama Bawaslu, akan memantau media nakal dalam Pilkada serentak, Desember mendatang.

Ketua KPID Jatim, Maulana Arif, mengatakan, tidak segan memberikan sanksi bagi media yang ditemukan melanggar. Khususnya penayangan iklan calon bupati/walikota.

“Minggu ini kami teken MoU dengan Bawaslu, KPID tidak bisa memantau sendiri dengan terbatasnya SDM,” katanya, disela-sela acara Workshop Jurnalistik ‘Menguji Independensi Jurnalis Dalam Pilkada 2015’, di Hotel Sahid Montana 1, Sabtu (5/9).

Dikatakan, ada sekitar 640 media bersiaran (televisi dan radio) tersebar di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Menurutnya, model pengawasan nantinya masih digodok bersama Bawaslu. Namun, KPI berwenang memberi sanksi bagi media, dan bawaslu menjatuhkan sanksi bagi pasangan calon.

Misalnya, memutar iklan dan durasi kampanye tidak sesuai aturan, atau apakah tayangan tersebut kategori kampanye atau tidak.

“Monitoring iklan di media paling intens selama 14 hari sebelum masa tenang,” jelasnya.

Bahkan, pihaknya menyerahkan nama-nama media di Jawa Timur ke KPU. Selanjutnya, KPU tinggal menunjuk mana saja media yang akan dipasang iklan.

Ditambahkan, jika sehari-hari hanya memantau ada tidaknya tayangan pelanggaran sensual dan kekerasan. Namun, momen Pilkada menjadi fokus KPID.

“Baik yang mendapat iklan dari KPU atau tidak tetap kami pantau, khususnya penayangan iklan,” pungkasnya.

Terkumpul Rp 650 Ribu, Besok Geser ke CFD

Mahasiswa saat mengumpulkan koin untuk 'Abah' di depan kampus Unisma. (Muhammad Choirul / MalangVoice)

MALANGVOICE – Aksi galang koin untuk ‘Abah’ yang dilakukan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Malang (Unisma) dan Good Governance Activator Alliance (GGAA) di depan kampus Unisma, Sabtu (5/9) hari ini berhasil mendapat Rp 300 ribu.

Jika ditambah dengan Rp 350 ribu hasil pengumpulan di pertigaan Jembatan Soekarno – Hatta, Jumat (4/9), total uang yang terkumpul Rp 650 ribu.

Ketua PMII Komisariat Unisma, Amran Umar menegaskan aksi ini masih berlanjut hingga Minggu (6/9) besok. Di hari terakhir pengumpulan koin besok, rencananya lokasi bergeser ke Car Free Day (CFD) di Jalan Ijen.

“Insha Allah besok di CFD, tapi untuk kepastiannya nanti akan kami bahas lagi saat konsolidasi,” jelasnya.

Jika rencana itu terlaksana, dalam CFD nanti mereka berjanji tidak melakukan orasi. Amran menegaskan, pengumpulan koin di Jalan Ijen nantinya dilakukan secara damai.

“Nanti tanpa orasi, kami hanya berputar-putar sepanjang Jalan Ijen dengan membawa kardus,” pungkasnya.-

User-Manajemen MCP Pilih Jalan Damai

Bangunan Malang City Poin di kawasan Dieng. (Hamzah/MVoice)

MALANGVOICE – Polemik antara manajemen Malang City Point (MCP) dengan para user, menemukan titik terang.

Kedua pihak yang sebelumnya sempat berseteru dan membawa kasus ini ke ranah hukum, akhirnya memutuskan islah atau mengambil jalan damai.

Ketua Forum Komunikasi User MCP (FKUM), Sigit Yudono kepada MVoice mengatakan, pertemuan Jum’at (4/9) malam menghasilkan keputusan yang menggembirakan.

“Ada good will dari manajemen dimana salah satunya ada usaha untuk menyelesaikan masalah legalitas,” kata Sigit kepada MVoice, Sabtu (5/9) siang.

Keinginan baik yang dimaksud Sigit, yakni pengurusan semua surat dari PPJB hingga nanti terbitnya akta jual beli (AJB) bahkan sampai diberikannya kunci apartemen kepada user.

“Kami saat ini masih percaya kepada manajemen ada langkah positif,” tandasnya.

Kendati begitu, FKUM tetap bakal melanjutkan gugatan hukum jika nantinya segala yang dijanjikan manajemen tidak dipenuhi. “Kalau tidak ada realisasi kami tetap lakukan gugatan hukum,” tegas Sigit.-

Komunitas