Pengembangan Satlinmas Kota Malang

Jelang Pilwali dan Pilgub, Satlinmas Diminta Deteksi Dini Setiap Gejolak

Wali Kota Malang, HM Anton, usai membagikan seragam Linmas. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton, usai membagikan seragam Linmas. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Peran Satuan Pelindung Masyarakat (Satlinmas) cukup vital dalam menjaga kondusivitas Kota Malang. Wali Kota Malang, H Moch Anton, ingin peran ini dimaksimalkan, terutama pada tahun 2018 mendatang.

Apalagi, pada 2018 Kota Malang bakal menggelar dua ajang pesta demokrasi, yakni Pilwali dan Pilgub Jatim. “Tentu akan banyak sekali gejolak-gejolak persaingan yang terasa menjelang pemilihan tersebut,” kata Anton.

Karena itu, lanjutnya, sangat perlu kesiapan dari Satlinmas sebagai pelopor dan penggerak pengamanan swakarsa di tengah-tengah masyarakat. Kesiapan ini dibutuhkan untuk mengantisipasi serta mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya gejolak yang lebih besar.

“Harus ikut mendeteksi gejolak, juga dengan secara cepat dan sinergis melaporkan kepada pihak keamanan terkait, agar pesta demokrasi tersebut berjalan dengan aman, lancar dan terkendali,” tegas Anton.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu menilai, Satlinmas merupakan ujung tombak aparatur sekaligus perpanjangan tangan dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal. Satlinmas juga memperoleh kewenangan di dalam membantu aparat keamanan lainnya seperti TNI, Polisi, Satpol PP, dan lain-lain.

Dengan begitu, dia berharap agar Satlinmas di Kota Malang ini senantiasa melakukan koordinasi dengan unsur keamanan dan pihak terkait. “Koordinasi baik urusan keamanan lingkungan, ketentraman dan ketertiban umum, serta penanggulangan resiko bencana maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya,” tandasnya.

Ucapan Anton ini tidak lepas dari pedoman, yakni Permendagri No 84 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Linmas. Dalam regulasi itu, dijelenterehkan peran Satlinmas dalam upaya menciptakan sinergitas untuk mewujudkan masyarakat yang aman dan tentram.

“Linmas merupakan bagian integral dalam sistem pertahanan keamanan nasional, yang di bentuk di setiap desa atau kelurahan. Anggotanya diangkat dari masyarakat yang telah di berikan pelatihan kemiliteran di bawah binaan Satpol PP,” beber Anton.(Coi/Aka)