Jalan Menanjak Terjan nan Licin Serta Hujan Dilalui Demi Pelepasliaran Lutung Jawa

Perjalanan Pelepasliaran Lutung Jawa di Hutan Coban Talun, Kamis (26/11) (Achmad Sulchan An Nauri)
Article top ad

MALANGVOICE – Sekitar 50 orang dikerahkan untuk melepasliarkan tujuh lutung jawa dari Javan Langun Center (JLC), Coban Talun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (26/11). Pelepasan itu dilakukan di Hutan Coban Talun yang masuk dalam kawasan Tahura R Soerjo.

Titik yang dipilih dalam pelepasan itu berada di ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut (mpdl). Untuk menuju kesana para relawan harus menempuh jalan menanjak terjan dan licin disertai guyuran hujan.

“Kita ambil titik ini untuk menjamin ruang hidup populasi lutung jawa dan populasi yang lainnya,” jelas Project Manager JLC -TAF IP, Iwan Kurniawan.

Ia mengatakan bahwa jika di lepas di dataran yang lebih rendah maka bisa jadi mengganggu populasi lain. Maka dari itu dikerahkan relawan yang begitu banyak.

Terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Aspinall Foundation Indonesia, UPTD Tahura R Soerjo, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Pertanian Malang (IPM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan relawan dari masyarakat Kota Batu, Kota Malang, Hingga Kabupaten Malang.

Berat lutung dan tas transportasinya mencapai 19,2 kg dan yang paling ringan 16,3 kg. Tidak hanya berat, namun tas itu sering goyang akibat pergerakan lutung di dalamnya sehingga mengganggu keseimbangan pembawa tas berisi lutung itu.

Dengan medan yang sebegitu berat maka perlu bergantian dalam menggendong lutung di dalam tas transportasi itu. Banyak relawan yang terpleset dan terjatuh. Namun bagi pembawa tas transportasi lutung ada penamping yang menarik dari atas dan penjaga keseimbangan yang memegani dari belakang.

“Jarak tempuh yang perlu ditempuh selama lima jam,” ujar Iwan. Meskipun sudah sampai lima jam, para relawan tak kunjung pada titik yang dimaksud.

Dikarenakan guyuran hujan yang tak kunjung berhenti semakin mempersulit perjalanan. Sehingga pelepasliaran lutung dilakukan di tempat lain yang juga berada di ketinggian 2000an lebih mdpl.

Meskipun medan yang begitu berat harus dilalui. Para relawan bekerja sepenuh hati dan riang gembira. Selalu ada celetukan yang membuat semua orang tertawa.(der)