Festival Mbois 3 Dihelat Bernuansa Hari Pahlawan

Kepala Dinas Perindustrian Kota Malang, Subkhan. (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Festival Mbois kembali digelar Dinas Perindustrian Kota Malang. Memasuki tahun ke-3 ini, Festival Mbois diharapkan jadi ikon Kota Malang.

“Seperti dulunya ada MTD dan Malang Kembali, yang bisa mendatangkan wisatawan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Kota Malang Subkhan, Kamis (8/11).

Festival tahun ini telah dimulai dalam rangkaian agenda sejak 29 Oktober lalu. Puncak acara akan digelar dalam bentuk Pasar Kreatif Ngalam di sepanjang Jalan Kertanegara- Bundaran Tugu, Sabtu esok (10/11). Pasar ini diikuti sekitar 70 pelaku ekonomi kreatif Kota Malang, mulai dari kuliner, kriya, musik, fashion, workshop dan pitching bersama calon investor.

Festival ini, lanjut Subkhan, diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahunnya serta dapat menjadi destinasi baru di Kota Malang.

“Pak Wali Kota juga sudah mencanangkan agar Festival Mbois dijadikan sebagai suatu destinasi,” sambung dia.

Subkhan melanjutkan, bahwa ekonomi dan industri kreatif tidak melulu digawangi generasi muda dan milenial. Potensi bukan hanya ada di anak muda.

“Kami ada program pembinaan sektor ekonomi kreatif, justru yang tua juga didorong agar mengikuti irama muda. Sebab saat ini perlu bersahabat dengan teknologi yang tidak dapat dibendung,” urainya.

Industri kreatif memang saat ini identik dengan kemajuan teknologi. Mulai dari industri kreatif animasi, videografi, arsitektur, desain dan pertunjukan.

“Namun ada juga kuliner sebagai industri dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.

Festival Mbois kali ini mengusung tema 10 November atau dikenal sebagai Hari Pahlawan Nasional.

“Yang membedakan tahun ke tahun yaitu tema. Tahun kemarin temanya industri digital, sekarang suasana 10 November,” sambung Kabid Perindustrian Ilmeta dan TT Dinas Perindustrian, Fahmi Fauzan.

Fahmi menambahkan, bahwa Festival Mbois kali ini menampilkan karya-karya dari para pelaku industri kreatif di Kota Malang yang tergabung secara personal maupun komunitas, asosiasi hingga paguyuban. (Der/Ulm)