Festival Mbois 2 Beri Penghargaan Pelaku Seni Berprestasi

pelaku seni menerima penghargaan. (Anja a)

MALANGVOICE – Pada hari terakhir Festival Mbois 2 di Malang City Point, Malang Creative Fusion (MCF) memberikan penghargaan pada pelaku seni berprestasi di Kota Malang, Minggu (5/11). Sejumlah pelaku kesenian lintas generasi mendapat apresiasi untuk sumbangsihnya dalam memajukan bidang kesenian seperti musik, sastra, rupa dan tari.

Salah satu penerima penghargaan tersebut ialah grup musik performing art, Monohero. Monohero didirikan sejak setahun lalu, dan aktif menampilkan pertunjukan unik dimana sebuah performance musik juga diwarnai dengan pertunjukan visual yang apik.

“Musik yang kami sajikan tergolong eksperimental. Instrumennya kita gunakan instrument digital elektronik, ukulele, macem-macem sih,” kata vokalis Monohero, Arie Omen.

Selain itu dari bidang kesenian sastra dan teater, Grup Peneidikan dan Pengembangan Seni Tradisi (PPST) mendapatkan penghargaan sebagai pelaku seni teater dan sastra unggulan. PPST merupakan program dari Provinsi Jawa Timur. Di Malang, program PPST sudah dilaksanakan di beberapa SMP di Kota Malang salah satunya SMPN 24 Malang.

“Antusiasme siswa Malang untuk seni teater sangat tinggi. Sekarang cerita-cerita teater dibuat kekinian namun tetap mengangkat unsur cerita tradisi atau budaya di Malang. Kami tidak mengajak siswa jadi seniman, tapi dengan seni, nilai-nilai pendidikan itu dikemas menjadi media yang menarik untuk siswa,” kata pembina PPST SMPN 24 Malang, Sindu.

Selain pelaku seni di atas, grup Malang Dance, grup jazz Equinox, dan beberapa pelaku seni lainnya juga diberi penghargaan serupa.(Der/Aka)