Festival Martial Arts Korsel

Winarto Ekram (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Penampilan tiga seniman Kota Batu, Kiki Devi, Stefanio O, dan Karin Mirda, yang dikomandoi kurator seni tari Winarto Ekram, mendapat apresiasi luar biasa dalam Chungju World Martial Arts Festival di Korea Selatan.

Ada tujuh tarian yang dibawakan oleh seniman Batu yang diundang ke sana, yaitu Tari Mban Edrek dan Tari Monel asli Batu, Tari Cenderawasih Bali, Tari Topeng Bapang Malangan, Tari Remo Bolet Jatim, Tari Jejer Gandrung Banyuwangi dan Tari Gallant Citra Jatim.

“Kalau dari Batu memang tidak ikut dalam Martial Arts-nya atau pencak silat. Kita diundang khusus untuk pengisi panggung pertunjukan tari di pembukaan, meeting, dan penutupan World Martial Arts,” papar Winarto kepada wartawan di kantor Disbudpar, Jumat (4/9).

Panggung terbuka yang digunakan untuk pementasan dihadiri ribuan orang. Apalagi di lokasi tersebut memang sebagai taman khusus untuk pertunjukan Martial Arts, yang sering mengundang decak kagum penonton.

“Saat semuanya pamer kekuatan, kita pamer tari-tarian. Ini yang menjadi bagian bagus dari pertunjukan kami. Apalagi Tari Mbah Edrek menampilkan bahasa universal, unik, dan kelucuan yang mengocok perut,” tambah Ekram.

Selain pertunjukan tari, perwakilan seniman Batu juga membawa berbagai macam pernak-pernik khas Indonesia, plus menjadi duta wisata Kota Batu dengan penyebaran brosur dan pamflet Wisata Kota Batu. Semuanya dipamerkan dalam event khusus tingkat dunia.

“Kalau pas pameran kita tampilkan berbagai macam topeng khas Indonesia, macam-macam batik, cablokan, jaranan, bantengan. Ini semua demi mengenalkan Indonesia dan Batu sendiri,” tandas Winarto.-