#SaveAlQuds

DPD PKS Se-Malang Raya Serukan Penyelamatan Yerusalem

PKS se-Malang Raya menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Kota Malang. (Muhammad Choirul)
PKS se-Malang Raya menggelar aksi solidaritas di depan Gedung DPRD Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Malang Raya menggelar aksi solidaritas untuk Yerusalem di depan Gedung DPRD Kota Malang. Dalam aksi yang berlangsung Jumat (11/5) ini, ribuan kader tumplek blek menyampaikan aspirasi mereka.

Korlap aksi, Fuad Rahman, menyatakan, aksi ini merupakan respon atas pernyataan Presiden Amerika Serlkat (AS) Donald Trump pada 6 Desember 2017 lalu. Saat itu, Trump mengeluarkan pernyataan yang mengakui Yerusalem (Al-Quds) sebagal ibukota Israel.

Bahkan, Trump akan melakukan pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem (Al-Quds). Tindakan ini telah ditolak keras oleh mayoritas negara-negara dunia meliputi 128 negara yang berarti 75 persen anggota PBB, dalam sidang darurat Majelis Umum PBB 21 Desember 2017 lalu.

Tetapi, Trump mengabaikan suara PBB tersebut dan terus melanjutkan kepuasannya. “Congkaknya pernyataan Trump ini telah meningkatkan ekskalasi konflik antara Israel dan Palestina,” kata Fuad Rahman.

Dampaknya, lanjut dia, antara lain terlihat dalam tindakan-tindakan represif Israel terhadap warga Palestine termasuk dalam peristiwa ‘Great Return March’. Keputusan sepihak Trump tersebut, menurut massa aksi, sesalan dengan arogansi tak berujung Israel dalam melakukan penghinaan, perampasan dan pendudukan terhadap kedaulatan Palestina.

Fuad lantas membeberkan, penjajah Israel telah mengusir rakyat Palestina secara semena-mena pada 15 Mei 1948 yang kemudian disebut sebagai peristiwa tragedi Nakba. Maka, menurutnya, ketika Donald Trump berencana memindahkan kedutaan besar AS menjelang peringatan 70 tahun dari tragedi Nakba, sesungguhnya Pemerintahan Trump telah menambah bencana kemanusiaan di Palestina.

“Arogansi Trump di atas berpotensi mendorong provokasi beberapa hal. Pertama, penduduk Palestina yang berada di Yerusalem akan teralienasi. Kedua, menjadi penguat bagi rencana zionis Israel meruntuhkan Masjidil Al-Aqsa. Ketiga, langkah ini akan membuka gelombang arus migrasi Yahudi global ke wilayah Palestina,” pungkasnya.(Coi/Aka)