Debat Publik Perdana

Ditanya Soal Pengembangan Potensi Ekonomi Bahari dan Pertambangan, Dewanti: Saya Kira Pertanyaannya Salah

Empat Paslon saat debat publik di Hotel Singhasari Resort, Kota Batu.(Miski)
Empat Paslon saat debat publik di Hotel Singhasari Resort, Kota Batu.(Miski)

MALANGVOICE – Empat Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Batu mendapat pertanyaan dari moderator, dalam debat publik perdana di Hotel Singhasari Resort, Sabtu (10/12) malam.

Paslon nomor 4, Abdul Majid-Kasmuri Idris ditanyakan soal pengembangan Pasar Tradisional ke depannya. Majid-Kasmuri kemudian menanggapi bahwa Pasar haruslah dikelola dengan baik dan bernuansa tradisional.

Nantinya juga akan dibangun Rest Area, sehingga wisatawan yang datang bisa membelanjakan uangnya di pasar.

“Dari sana bisa meningkat ekonomi masyarakat. Bagaimanapun di pasar ladang perputaran ekonomi,” kata dia.

Sedangkan Paslon nomor 3, Gus Din-Angga mendapat pertanyaan soal sektor pendidikan.

“Selain peningkatan anggaran untuk pendidikan, kami juga akan menyediakan beasiswa penuh bagi putra-putri daerah hingga ke perguruan tinggi,” ungkap dia.

Sementara Paslon nomor 2, Dewanti-Punjul diminta menjawab pembangunan ekonomi lintas sektoral, khususnya potensi bahari dan pertambangan.

Mendapat pertanyaan itu, Dewanti dengan lantang menyebut pertanyaan tersebut salah alamat.

“Perlu diketahui Kota Batu punya potensi pertanian dan pariwisata. Pertanyaan tersebut tidak ada dalam visi misi kami, mungkin itu visi misi dulu saat saya mencalon di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Untuk pertanyaan terhadap nomor 1, Rudi-Sujono diminta menjawab pertanyaan soal pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan. Apakah permodalan rakyat dibutuhkan? Seperti apa bentuk permodalannya?

“Kami sudah menyiapkan kartu Batu Kreatif (KBT). Secara pertumbuhan ekonomi memang iya, tapi hanya secara makro, tetapi aecara mikro masih minim,” papar dia.