Polemik Pembangunan Pasar Dinoyo

Disambati Pedagang, Komisi C dan Wali Kota Koordinasi

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sejumlah pedagang Pasar Merjosari mendatangi ruang Komisi C DPRD Kota Malang, Selasa (11/3). Mereka mengeluhkan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi.

“Mereka merasa mendapat intimidasi berupa seruan terus-menerus agar segera pindah. Ini mereka keluhkan,” kata Ketua Komisi C, Bambang Sumarto.

Usai disambati pedagang, Bambang bergerak ke balai kota, menemui Wali Kota, HM Anton. Pertemuan itu dalam rangka koodinasi sekaligus diskusi terkait polemik yang tengah berlangsung di Pasar Merjosari.

“Kami sampaikan, pedagang kan tidak mau ada intimidasi dan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman,” tandas Bambang.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, bakal ada pertemuan lanjutan yang melibatkan dewan bersama Forkopimda. Dia menilai, upaya penutupan Pasar Merjosari tidak memiliki ketentuan batas akhir yang mengharuskan pedagang pindah.

Sebaliknya, perlu penelitian terhadap Perjanjian Kerjasama (PKS) pembangunan Pasar Terpadu Dinoyo (PTD). “Pemkot usul pedagang harus pindah, tapi yang substansi sebenarnya PKS harus dijalankan secara teliti, apa yang belum dilakukan investor di PTD harus jadi pokok perhatian,” pungkasnya.