Dikenal Semasa Hidup Periang, Ibunda Korban Sempat Shock

Ibunda korban Siti Umaiyah (berbaju putih) shock saat di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, Selasa (12/6). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Kepergian Cherly Aurelya (20) sangat mengejutkan keluarga hingga para teman-temannya sesama atlet. Alumnus SMAN Ploso Jombang tersebut dikenal periang dan humble (rendah hati).

Tangis pun pecah begitu keluarga datang di RS Bhayangkara Hasta Brata sekitar pukul 13.40 WIB. Termasuk Ibunda Cherly, Siti Umaiyah. Perempuan berbaju batik warna putih tak kuasa menahan kesedihan. Tangis terdengar hingga membuat beberapa pengunjung dan pasien rumah sakit kaget.

Oleh petugas rumah sakit kemudian ditenangkan. Ibunda korban lantas di minta beristirahat. Karena masih shock dan lemas, dia dibantu kursi roda untuk berjalan.

BNN Kota Malang

Paman Cheryl, Pitono menuturkan keluarga sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut diakuinya telah lama menekuni olahraga paralayang. Karena itu orang tua juga mendukung hobinya. Bahkan saat pamit akan latihan di Kota Batu, Sabtu (9/6) orang tua juga mengizinkan.

“Dia sudah lama senang paralayang. Anaknya baik. Memang senang paralayang,” ujar Pitono singkat karena bergegas memulangkan jenazah Cherly menuju Jombang.

Sementara itu, RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu juga dipenuhi rekan semasa atlet paralayang. Atlet nasional Kota Batu Ike Ayu Wulandari turut kehilangan atas kepergian Cherly. Dia mengaku telah lama mengenal dan berteman.

“Kenal sejak dia (Cherly) SMP. Anaknya sangat baik meskipun tidak kenal,” kenangnya.

Dia mengaku kaget begitu mendapat kabar Cheryl jatuh dan tewas saat latihan di Gunung Banyak Kota Batu.

“Pagi saat di pasar kaget dapat kabar. Saya langsung datang ke sini (RS Bhayangkara),” imbuhnya. (Der/Ery)