Polemik Terminal Batu

Diambil Provinsi, Sopir Angkot Terminal Batu Pasrah

Terminal Kota Batu di Jalan Dewi Sartika.(Miski)
Terminal Kota Batu di Jalan Dewi Sartika.(Miski)

MALANGVOICE – Pengelolaan Terminal Kota Batu segera diambil alih Provinsi Jawa Timur. Namun, kabar tersebut belum sepenuhnya sampai ke sopir Angkutan Kota (Angkot).

Sopir Angkot jurusan Batu-Selecta, Sulian, mengatakan, belum tahu adanya peralihan terminal. Belum ada sosialisasi dari Dinas Perhubungan sejauh ini.

“Saya belum tahu kalau mau diambil provinsi,” kata dia, Selasa (3/1).

Setiap hari, Sulian harus membayar retribusi sebesar Rp1.500 setiap harinya. Namun, sejak tanggal 1 Januari tidak ada penarikan retribusi dari petugas.

Ia tidak merasa keberatan apabila diambil alih provinsi, asal tidak lagi ditarik retribusi.

“Kalau ada retribusi, setidaknya sama dengan sebelumnya. Jika terlalu besar kami keberatan, karena setiap hari hanya dua sampai tiga kali tarikan. Belum lagi biaya BBM dan perbaikan kendaraan,” jelasnya.

Sebelumnya, Terminal Batu segera diambil alih provinsi. Saat ini proses peralihan sedang berlangsung.

Bahkan, ada lima pegawai dari provinsi yang sudah bekerja di terminal. Sebanyak 14 pegawai kota Batu juga telah ditarik provinsi.