Dengan Dalang, Masyarakat Lebih Mudah Pilah Sampah Daur Ulang

Tim pembuat aplikasi Android, Dalang. (Istimewa)
Article top ad

MALANGVOICE – Pernahkah Anda kesulitan ketika memilah jenis sampah-sampah untuk kebutuhan daur ulang? Hal itu tak akan terjadi lagi jika Anda menggunakan aplikasi Dalang (Daur Ulang), aplikasi berbasis Android berteknologi Computer Vision IBM.

Dalang merupakan karya mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) yang tergabung dalam Tim Spesialku, yaitu Andri Suranta Ginting, Fajri Fernanda dan Ajeng Ardhia Arya Kusuma Putri.

“Menurut data tahun 2016 Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah per-harinya dan sampah plastik merupakan komposisi jenis sampah terbesar kedua (14%) setelah sampah organik (60%). Jika Indonesia mampu mengelola sistem daur ulang sampah plastik dengan baik maka akan dapat mengurangi jumlah impor bahan baku plastik. Selain itu dapat menumbuhkan perekonomian melalui pengembangan industri daur ulang sampah plastik,” kata Andri.

Dia menambahkan, aplikasi Dalang memiliki beberapa fitur andalan. Pertama adalah fitur identifikasi jenis sampah. Dengan fitur ini pengguna cukup mengcapture sampah dengan kamera mobile devicenya untuk mengetahui jenis sampah apakah sampah tersebut.

“Tidak hanya itu, setelah teridentifikasi, Dalang akan menampilkan video tutorial cara daur ulang sampah yang berhasil dideteksi,” imbuhnya

Kedua adalah fitur drop point bank sampah untuk memberikan informasi lokasi bank sampah terdekat kepada pengguna yang ingin menyerahkan atau menjual sampahnya ke bank sampah. Aplikasi Dalang dapat diunduh secara gratis di google play store malalui mobile device berbasis android.

Andri menambahkan, tim berusaha mengembangkan fitur tambahan bagi pengguna premium atau pengguna berbayar. Adapun fitur tambahan tersebut meliputi fitur sistem reward dan fitur perkiraan harga drop on sampah.

Aplikasi Dalang ini telah mampu membawa Tim Spesialku sebagai Juara 2 dalam kompetisi IT Today 2017 kategori Apps Today di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 16-17 September 2017 lalu. Dalam even tahunan IT terbesar di IPB itu Tim Spesialku beradu kreativitas dalam pembuatan aplikasi mobile tanpa dibatasi penggunaan platform tertentu.(Der/Yei)