Tarik-ulur Pembangunan Islamic Center

DED Islamic Center Difinalisasi, Anton Ingatkan Jangan ‘Main Kotor’

Suasana presentasi final DED Islamic Center di Hotel Gajahmada. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Pembahasan Detail Engineering Design (DED) megaproyek Islamic Center memasuki tahap akhir. Finalisasi DED dipresentasikan PT Kosa Matra Graha selaku konsultan perencana, di Hotel Gajahmada, Rabu (25/10).

Wali Kota Malang, HM Anton, dalam forum itu mengingatkan agar setiap proses pembangunan berlangsung tertib. Dia menegaskan, notulensi setiap tahapan harus tercatat rapi.

“Mulai kajian bangunan, aspek hukum, dll, harus dilibatkan, perlu direkam semua,” serunya. Tidak hanya perlu pendampingan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), proyek ini juga perlu melibatkan tim pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Libatkan, mulai planing dan barangkali ada saran-saran yang bisa dilakukan dan ditindaklanjuti. Saya nggak mau konyol. Niatan baik dan mulia ini jangan sampai ada kotor kecil yang hilangkan niat baik itu,” tegas Anton.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu ingin penghujung masa jabatannya ini bisa dilalui dengan tenang. Dia bertekad meninggalkan sesuatu yang benar-benar berharga dan bermanfaat.

“Eksekutif dan legislatif ini kan sebentar lagi pensiun, lalu pemilihan ulang, nah sebelum itu tinggalkan sesuatu yang benar-benar baik. Jangan hanya lips servis atau di mulut saja,” tandasnya.

Apalagi, lanjut Anton, pembangunan Islamic Center ini merupakan sebuah usaha yang mulia dan mendapat dorongan para ulama. Ini berarti, masyarakat berkeinginan membangun tempat yang bisa memberi kemaslahatan.

Harapannya tentu ada sinergitas yang kuat. Dalam hal ini, Anton mengatakan, Pemkot memberi wadah kebutuhan masyarakat yang tentunya sudah dipikirkan bersama.

“Sinergi perlu dibangun. Prosesnya saja sudah sedemikian penuh keterbukaan, transparan pada masyarakat sejak awal. Kami ingin rencanakan bangunan yang representatif untuk masyarakat,” pungkasnya.(Coi/Yei)