Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Ini Cerita Para Relawan Pengantar Gratis Selama Angkot Mogok Kerja

Gus Thop, anggota DPRD Kabupaten Malang menjadi relawan
Gus Thop, anggota DPRD Kabupaten Malang menjadi relawan

MALANGVOICE – Sore ini para sopir angkot di Kota Malang sepakat untuk menyudahi aksi mogok protes transportasi daring yang sudah mereka gelar sejak Senin (6/3).

Meski begitu, masih banyak cerita tersisa dari aksi mogok ini. Salah satunya dari relawan pengantar gratis yang bermunculan pasca aksi protes para sopir angkot itu.

Menariknya, selama tiga hari sejak Selasa (7/3), ribuan orang bergabung menjadi relawan pengantar dengan armada roda dua dan empat bergabung untuk mengantarkan warga ke tempat tujuan. Padahal, saat muncul relawan ojek, hanya ada 30 orang saja yang dipusatkan di Digital Lounge (DiLo), Kayutangan.

Beragam profesi bergabung menjadi relawan pengantar gratis itu. Mulai dari pengusaha, MC hingga politisi.

Hadi Mustofa atau yang biasa disapa Gus Thop adalah salah satu relawan yang menggunakan armada mobil.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang itu merasa tergerak hatinya menjadi relawan. Apalagi melihat banyak pelajar yang terlantar tidak bisa pulang sebab angkot mogok kerja.

“Saya ingat anak, makanya ikut menjadi relawan. Kegiatan ini tidak ada tendensi apapun, bukan muatan politis, murni karena saya warga Malang,” urai Wakil Ketua Fraksi Demokrat itu.

Kepada MVoice Gus Thop bercerita, beragam penumpang sudah dia antarkan. Bahkan bule dari Belanda juga memanfaatkan jasanya itu.

“Minta diantar ke hotel, mereka kebingungan karena tidak ada angkutan umum apapun. Kemudian mendatangi posko di Digital Lounge (DiLo) Kayutangan minta diantar. Untung saya bisa ngobrol bahasa Inggris, little-little I can lah,” kata dia sembari terbahak.

Lain lagi dengan cerita Hilda Yulis atau yang biasa disapa Bee. Perempuan yang kesehariannya menjadi MC dan make up artist itu sudah tiga hari menjadi relawan gratis.

“Off kan job dulu selama aku jadi relawan, bantu orang lain terutama pelajar, ibu hamil dan lansia,” beber Bee.

Dia menjelaskan, beragam penumpang dia antarkan, salah satunya adalah atlet renang yang harus segera berlatih di kolam kawasan Stadion Gajayana.

“Penumpangnya asyik-asyik, bahkan ada yang request khusus minta aku yang aku antarkan,” imbuh dia.

Jebolan Unmer Malang ini bercerita, tujuan penumpang yang dia antarkan relatif jauh.

“Ada yang minta diantar ke Supit Urang, Mulyorejo sana. Jauh, aku saja nggak pernah ke sana. Kasihan sekali mereka rumahnya jauh tapi nggak ada angkot,” tandas dia.

Bukan hanya warga saja yang menjadi relawan, bahkan Wali Kota, H Moch Anton juga membuka mobilnya untuk mengangkut orang ke tempat tujuannya.

Sore ini, angkot sepakat untuk kembali beroperasi, bahkan memberikan tumpangan gratis.