Buka Pasar Rakyat Akbar, Ketua Dewan Lelang Lukisan

Cahyo Edy Purnomo saat membubuhkan cat merah yang dilelang dalam pembukaan Pasar Rakyat Akbar 2015. (fathul)

MALANGVOICE – Pasar Rakyat Akbar 2015 di Batu Tourism Center (BTC) Kota Batu, sore ini, dibuka dengan lelang lukisan seharga Rp 5 juta oleh Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo.

Lukisan yang dilelang hasil karya dua pelukis Malang, Sadikin dan Suyitno. “Biasanya gaji saya habis beli akik, sekarang mau saya belikan lukisan. Nah, saya buka dengan harga Rp 5 juta, supaya ada yang menawar lebih tinggi,” kata Cahyo di hadapan pengunjung Pasar Rakyat Akbar.

Cahyo mengapresiasi kegiatan itu karena bisa menjadi sinyalemen kepada masyarakat untuk lebih kreatif dan produktif dalam membidik market di Kota Batu.

“Kemarin Lurah Temas tanya, Bali itu ada apanya kenapa turis bisa datang? Nah, Batu itu harus diapakan supaya turis bisa datang? Mungkin salah satunya pasar rakyat ini,” kata Cahyo.

Ia tidak mau jika warga Kota Batu malah menjadi tukang parkir saja. Alasan Cahyo, karena perkembangan ekonomi Kota Batu mengalahkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Sehingga warga Batu harus ikut bergelut di bidang ekonomi.

“Saya pesan agar penjualnya ramah. Kalau ramah pembeli akan senang datang. Kalau bisa pasar rakyat ini diperpanjang, kalau tidak kuat sewanya, panitia bilang saya,” tegas Cahyo diiringi tepuk tangan undangan.

Usai membuka Pasar Rakyat Akbar 2015, Cahyo lalu mencoret lukisan dengan cat warna merah sebagai kenang-kenangan. Diikuti Kapolsek Batu, AKP Arinto, dan Kepala Diskoperindag, Choirul Syarief Tartila.

Ketua panitia, Syarif Hidayat, berharap pasar ini bisa menghidupkan kembali BTC yang sudah lama ‘mati suri’. “Sementara ini yang buka terus kan batu permata, setelah ini rencananya menjadi pusat pedagangan, UKM, batu mulia, dan kerajinan,” jelas Syarif.

Stand yang turut berpartisipasi dalam Pasar Rakyat Akbar 2015 ini sebanyak 120-an. Stand ini bukan hanya dari Batu atau Malang Raya, tapi juga dari daerah lain seperti Sumatera, Sulawesi, Ambon, dan sebagainya.