Bencana Kota Batu Menurun Selama Tahun 2018

Ilustrasi bencana longsor

MALANGVOICE – Bencana alam yang melanda Kota Batu mengalami penurunan angka selama 2018.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat telah terjadi 95 kejadian bencana dan 16 kejadian darurat non bencana/musibah. Padahal, pada tahun sebelumnya (2017), tercatat ada 101 kejadian bencana dan 13 kejadian darurat non bencana.

Rincian kejadian bencana tersebut terdiri dari Angin Kencang 25 kejadian, Angin Puting Beliung 1 Kejadian, Banjir 11 kejadian, Kebakaran 14 kejadian, Kebakaran Hutan dan Lahan 14 Kejadian, Kegagalan Teknologi 1 kejadian, Tanah Ambles 2 kejadian dan Tanah Longsor 27 kejadian. (Selengkapnya lihat info grafis)

Menurunnya kejadian bencana tidak lepas dari semakin siapnya seluruh elemen. Terutama kegiatan pra bencana yang telah dilaksanakan sebanyak 25 kegiatan, meliputi pendidikan dan pelatihan, rapat kerja dan koordinasi, uji kompetensi penanggulangan bencana, mitigasi (pembersihan sungai, penanaman pohon) menghadapi bencana pada tahun 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu, TNI, Polri, Desa/Kelurahan, Perwakilan Dusun RT/RW, Linmas, PKK, PMI, Karang Taruna, Siswa, Mahasiswa, Masyarakat dan Organisasi Relawan.

Sedangkan kegiatan Pasca Bencana BPBD Kota Batu telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan 11 rumah dan melakukan kegiatan survei lokasi dalam rangka pengkajian kebutuhan pasca bencana di beberapa wilayah Kota Batu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochiim mengatakan, Kota Batu dengan keadaan geografis yang didominasi daerah pegunungan memungkinkan terjadi banyak bencana tanah longsor saat musim hujan dan kebakaran hutan saat musim kemarau.

“Untuk itulah sudah seharusnya kita harus siap menghadapi bencana. Besar kecilnya bencana sangat ditentukan oleh alam, dan faktor manusia juga berpengaruh besar terhadap kerusakan alam,” kata Rochiim.

Pengurangan risiko bencana harus menjadi prioritas dalam pembangunan di semua sektor. Mengusung semangat siap untuk selamat, harapan di Tahun Baru 2019 Kota Batu dapat menurunkan indeks resiko bencana.

” Oleh karena itu, sudah seharusnya sinergitas antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat di Kota Batu bahu membahu untuk mewujudkan harapan tersebut dengan tagline Kenali Bahayanya, Kurangi Resikonya, ” pungkasnya.(Hmz/Aka)