Baru Ada Lima Desa Siaga, Kota Batu Optimistis Jadi Kota Tangguh

Suasana simulasi penanganan bencana usai apel peringatan HKBN di Balai Kota Among Tani, Kamis (26/4). (BPBD Kota Batu)
Suasana simulasi penanganan bencana usai apel peringatan HKBN di Balai Kota Among Tani, Kamis (26/4). (BPBD Kota Batu)

MALANGVOICE – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) bukan sekadar seremonial. Kota Batu berkomitmen untuk menjadikan Swiss Kecil ini kota tangguh.

“Goalnya ya menjadi kota tangguh segala kemungkinan bencana alam. Target tuntas lima tahun sesuai RPJMD,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Sasmito, Kamis (26/4).

Namun agaknya untuk mencapai itu memang perlu kerja ekstra. Sebab, dari total 24 desa/kelurahan, baru 5 desa yang berstatus desa siaga. Yakni Desa Gunungsari, Tulungrejo, Junrejo, Pandanrejo dan Kelurahan Sisir.

“Untuk itu program pembinaan akan terus ditingkatkan berpedoman SOP penanggulangan kebencanaan. Mulai pembinaan lembaga, perangkat dan masyarakatnya,” sambung Sasmito.

Terlepas dari itu, masih kata Sasmito, peringatan HKBN intinya masyarakat diimbau untuk berinvestasi dalam bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Individu adalah kunci utama yang perlu terus ditingkatkan dalam rangka selamat dari bencana.

“Hal ini lah yang terus didorong pemerintah untuk mewujudkan zero victim,” pungkasnya.(Der/Aka)