Aurelie Merasa Tertantang Dapat Peran Ganda

Aurelie membeberkan tips langsingnya. (Ulum/MVoice)
Aurelie Moeremans (Ulum/MVoice)

MALANGVOICE – Film EL, garapan sutradara Findo Purwono, akan menggebrak bioskop tanah air dalam waktu dekat ini. Film bergenre drama romance ini mengambil cerita novel dari karya Luluk HF.

Dalam film itu pemeran utama dimainkan Aurelie Moeremans sebagai Dafychi dan Dafyna yang mempunyai peran ganda. Selain itu ada juga Achmad Megantara sebagai Mario Adipati Haling.

Film EL yang hanya digarap dalam rentan waktu yang terbilang singkat ini membuat pemeran Dafychi dan Mario sedikit merasa kesulitan.

Pasalnya, Aurelie Moeremans yang berperan sebagai Dafychi, remaja SMA yang memiliki sifat dingin, pemberontak, dan punya penyakit kepribadian ganda. Sementara karakter Dafyna, adalah wanita yang lemah lembut. Kedua karakter itu terkadang tertukar, namun justru itu semakin membuatnya tertantang.

“Susahnya sih takutnya ketukar karakternya. Ya untung si Mario ini langsung negur ke saya kalau pas tertukar,” kata Aurelie saat berkunjung ke MVoice, Senin (30/4).

Aurelie mengaku dirinya belajar karakter dari Youtube dan bertanya-tanya kepada seseorang dan mempunyai kenalan yang juga merupakan split personality.

Di sisi lain, Achmad Megantara saat ditanya mengenai perannya, dia mengaku senang mendalami karakter seperti Mario.

“Kalau contoh aktor sih saya gak terlalu suka plagiat, saya suka jadi diri sendiri, saya suka mempelajari peran orang lain bagaimana sih mereka mendalami film itu. Itu sih gimana caranya saya mendalami peran ini,” tegas Megantara.

Saat disinggung mengenai target film EL ini, Megantara, Aurelie dan Gigi ex Cherrybelle mengaku tidak muluk-muluk untuk mendapatkan viewer terbanyak.

“Karena zaman sekarang ini lebih kental dengan sosial media jadi semua orang bisa menilai mana yang bagus dan mana yang tidak. Kalau zaman dulu promo itu melalui media. Karena respon yang positif, jadi berapa target penontonnya kami tidak muluk-muluk sih,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, promo film EL ini pertama kali digencarkan di Kota Malang dan dilaksanakan di salah satu pusat mall ternama.

“Ya karena mungkin penulisnya orang Malang ya, selain itu penonton juga antusias semua sih,” pungkasnya.(Der/Aka)