Wiwie, dari Gang Voice hingga Digitalisasi Musik Etnik 34 Provinsi…

Viva Permadi (Wiwie)

MALANGVOICE – Kota Malang memang membanggakan. Selalu ada talenta yang membuat kota dingin ini selalu diperhitungkan dan eye chatching.

Salah satu putera Bumi Arema yang inovatif adalah Viva Permadi, yang juga dikenal dengan nama panggilan Wiwie, yang juga kita kenal sebagai pemain keyboard kelompok music terkemuka di Malang, Gang Voice.

Secara solo, Wiwie memang sangat kreatif. Sejumlah lagu juga diciptakannya, dan salah satu ciptaannya bahkan pernah menang dalam Lomba Lagu Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors yang sangat bergengsi itu.

Kini profesi Wiwie masih tetap di musik, tapi lebih fokus pada usaha penjualan peralatan musik. Tak hanya itu, dia juga punya konsep bagus untuk mengembangkan inovasi keyboard.

Viva Permadi2

Sudah cukup lama Wiwie diendorse produsen keyboard merk KORG dari Jepang. Sepuluh tahun yang lalu dia melempar gagasan untuk memasukkan bunyi-bunyian dan ritmik dari instrumen-instrumen tradisionil Indonesia ke dalam keyboard.

Usul itu tidak disetujui dan sempat tenggelam selama beberapa tahun. Waktupun berjalan, dan dalam tahun-tahun terakhir KORG berubah pikiran. Mereka sepakat memproduksi keyboard type tertentu. Untuk pemasaran di Indonesia dilengkapi bunyi-bunyian instrumen etnik 34 propinsi.

“Tag line kami melestarikan instrumen tradisionil dengan cara tidak tradisionil,” begitu kata Wiwie, saat berkunjung ke Museum Musik Indonesia, dua hari lalu.

Konsep menggabungkan etno dan tekno itu juga telah dilakukan di beberapa, negara seperti Cina, Iran dan negara di wilayah Balkan.

Tetapi Indonesia menjadi istimewa, karena keanekaragaman etniknya. Karena itu CNN sempat datang ke tempat Wiwie di Malang dan meliput inovasi dahsyat itu.